Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Deolipa Beberkan Kejanggalan Surat Pencabutan Kuasa Dirinya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 20:28 WIB
Oleh : Vento Saudale / WM
Pengacara Deolipa Yumara saat memberikan keterangan berkaitan dengan pencopotannya sebagai kuasa hukum Eliezer di Depok, Jawa Barat, Sabtu, 13 Agustus 2022.

Depok, Beritasatu.com - Mantan kuasa hukum Bharada E alias Richard Eliezer, Deolipa Yumara membeberkan kejanggalan dari surat pencabutan kuasa atas dirinya yang ditandatangani Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Sebagai kuasa hukum yang pernah lima hari mendampingi Bharada E, Deolipa mengaku paham bahwa kliennya diduga berada di bawah tekanan saat menandatangani surat pencabutan kuasa atas dirinya.

"Tarikannya (tanda tangan) berbeda," kata Deolipa, di kediamannya, Depok, Sabtu (13/8/2022).

Deolipa memperlihatkan tiga surat yang semuanya ada tanda tangan Bharada E. Surat pertama diketik dan tertera tanda tangan serta tanggal disertai materai. Di dalamnya tertera tanggal 6 Agustus 2022 dan tertulis waktu penandatanganan pukul 22.45 WIB.

Surat kedua ditulis dengan tangan oleh Bharada E dan tertera tanggal 7 Agustus 2022 pukul 01.29 WIB.

Surat ketiga diketik dan ditandatangani tanggal 10 Agustus 2022. Bedanya, di surat ketiga tidak tertera waktu penandatangan seperti di dua surat sebelumnya.

Deolipa juga memperlihatkan perbedaan bentuk tanda tangan dari ketiga surat tersebut. Antara surat pertama dan kedua memiliki kemiripan bentuk dan selalu tertera tanggal dan jam yang ditulis tangan.

"Biasanya Bharada E tidak lupa menulis tanggal, detail hingga jam dan menitnya. Dugaan ini dibawa tekanan. Kita sudah ada kesepakatan dan diduga surat ini (surat pencabutan) bukan (Bharada E)," tegasnya.

"Bharada E di tahanan, dia enggak bisa ngetik dia enggak punya keahlian secara hukum, dia Brimob ahlinya tembak siapa yang nulis ini kita cari tahu," sambungnya.

Dia menduga ada yang mengintervensi Bharada E sehingga mencabut kuasa tersebut. Ketika dikonfirmasi apakan surat tersebut diduga ada indikasi pemalsuan dokumen, Deolipa menjawab ada yang mengintervensi Bharada E.

"Bukan, tapi ada orang yang mengintervensi atau menyuruh sehingga dia mencabut kuasa," ucapnya.

Ditegaskan, dia akan melakukan tuntutan secara perdata. Karena dia menduga ada tindakan pidana karena tanda tangan Bharada E berbeda.

"Saya akan melakukan gugatan secara perdata. Artinya wanprestasi atau sesuatu yang sifatnya pidana karena ini ada dugaan pidana karena tanda tangannnya berbeda dari tanda tangan si Bharada E," akunya.

Deolipa mengaku hingga kini belum sempat ke Bareskrim karena sejumlah kesibukan. Atas segala pengungkapan yang dibuka, Deolipa mengaku tidak takut berkonflik dengan siapapun karena menurutnya itu hal biasa.

"Belum, memang kemarin saya capek lima hari enggak tidur, ditelepon jam dua pagi, Zoom ke media massa emang enak. Biasa, itu konflik," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI