Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Salman Rushdie dalam Kondisi Serius, Terancam Kehilangan Matanya

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 23:17 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Penulis Inggris, Salman Rushdie

London, Beritasatu.com - Salman Rushdie berada dalam kondisi serius dan terancam kehilangan sebelah matanya, setelah ditikam di sebuah acara sastra di negara bagian New York dalam serangan mengejutkan yang memicu kemarahan internasional, tetapi mendapat sambutan dari kelompok garis keras di Iran dan Pakistan.

Penulis Inggris, yang menghabiskan bertahun-tahun di bawah perlindungan polisi setelah para pemimpin Iran memerintahkan pembunuhannya, menjalani operasi darurat dan menggunakan ventilator setelah serangan pada Jumat (12/8/2022).

Seorang pria berusia 24 tahun, Hadi Matar, bergegas ke panggung di mana Salman Rushdie akan memberikan ceramah dan menikamnya di leher dan perut.

Menurut agennya Andrew Wylie, Sabtu (13/8/2022), saraf di salah satu lengan Rushdie terputus dan hatinya rusak akibat serangan itu, dan dia "kemungkinan akan kehilangan satu matanya."

Salman Rushdie (75), telah hidup di bawah hukuman mati yang efektif sejak 1989 ketika pemimpin tertinggi Iran saat itu Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan dekrit agama, atau fatwa, yang memerintahkan umat Islam untuk membunuhnya.

Fatwa tersebut mengikuti penerbitan novel “The Satanic Verses” (Ayat-ayat Setan) yang memicu kemarahan di antara beberapa Muslim yang percaya bahwa itu adalah penistaan agama.

Salman Rushdie pindah ke New York pada awal 2000-an dan menjadi warga negara AS pada 2016. Meskipun terus mengancam nyawanya, ia semakin terlihat di depan umum, seringkali tanpa keamanan yang nyata.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI