Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

WHO Berikan Nama Baru untuk Varian Virus Cacar Monyet

Minggu, 14 Agustus 2022 | 08:14 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Gambar dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) pada 22 Juni 2022 menunjukkan kolase lesi ruam cacar monyet pada tanggal dan lokasi yang dirahasiakan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan tindakan mendesak untuk mencegah penyebaran cacar monyet di Eropa. 

Jenewa, Beritasatu.com- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan nama baru untuk varian virus cacar monyet yang saat ini beredar. Seperti dilaporkan Xinhua, Sabtu (13/8/2022), WHO menyatakan penamaan ini untuk menghindari menyebabkan pelanggaran budaya atau sosial.

Sekelompok pakar global yang diadakan oleh WHO memutuskan nama-nama baru.

Para ahli sekarang akan merujuk ke bekas varian atau Clade Cekungan Kongo (kelompok varian) di Afrika Tengah sebagai Clade I, dan bekas clade Afrika Barat sebagai Clade II. Yang terakhir terdiri dari dua sub-clade, Clade IIa dan Clade IIb, tempat Clade IIb adalah kelompok varian utama yang beredar selama wabah 2022.

WHO menyatakan nama baru untuk varian harus segera digunakan.

Virus yang baru diidentifikasi, penyakit terkait, dan varian virus harus diberi nama yang tidak menyebabkan pelanggaran terhadap kelompok budaya, sosial, nasional, regional, profesional, atau etnis apa pun, dan yang meminimalkan dampak negatif apa pun pada perdagangan, perjalanan, pariwisata, atau kesejahteraan hewan. , tambah WHO.

Virus cacar monyet dinamai ketika pertama kali ditemukan pada tahun 1958. Varian utama diidentifikasi oleh wilayah geografis tempat mereka diketahui beredar.

WHO secara resmi menyatakan akhir bulan lalu bahwa wabah cacar monyet multi-negara saat ini telah berubah menjadi darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Menurut laporan situasi WHO tentang wabah cacar monyet yang diterbitkan pada hari Rabu, sekarang ada 27.814 kasus yang dikonfirmasi laboratorium, dan 11 kematian akibat penyakit tersebut di 89 negara dan wilayah di seluruh dunia, dengan Eropa dan Amerika yang paling terpukul.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI