Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kejagung Belum Peroleh Konfirmasi soal Kedatangan Surya Darmadi

Minggu, 14 Agustus 2022 | 11:30 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / BW
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana.

Jakarta, Beritasatu.com – Kejagung (Kejaksaan Agung) mengaku belum memperoleh konfirmasi langsung dari bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng terkait kesediaannya balik ke Indonesia pada Senin (15/8/2022) besok.

Diketahui, Apeng kini tengah terjerat kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani Kejagung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Belum ada,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana saat dikonfirmasi, Minggu (14/8/2022).

Terkait kabar rencana kedatangan Apeng tersebut, Ketut menyampaikan pihaknya tidak mau berpolemik lebih jauh. Dia hanya menekankan, pihaknya terbuka jika Apeng akhirnya bersedia datang untuk menghadapi proses hukum.

“Silakan datang saja, saya tidak mau berpolemik, sebagai warga negara yang baik, taat hukum datang ke penegak hukum ketika dipanggil,” ujar Ketut.

Diberitakan, Apeng disebut bakal balik ke Indonesia pada Senin besok. Apeng merupakan buronan Kejagung terkait kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp 78 triliun. Apeng juga merupakan buronan KPK terkait kasus dugaan suap.

“Bahwa setelah mempertimbangkan saran dari kami dan setelah berdiskusi dengan keluarga, saudara Surya Darmadi dengan iktikad baik memutuskan datang ke Indonesia pada hari Senin, 15 Agustus 2022,” ungkap pengacara Apeng, Juniver Girsang dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/8/2022).

Diketahui, KPK menetapkan anak usaha PT Duta Palma Group, yakni PT Palma Satu sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014.

Selain korporasi, KPK juga menetapkan pemilik PT Darmex Group/PT Duta Palma, Surya Darmadi alias Apeng dan Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta. Adapun saat ini, Kejagung tengah mengusut dugaan penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan, perusahaan tersebut mengelola lahan 37.095 hektare secara melawan hukum dan pemiliknya yakni Apeng, menjadi buronan KPK.

Dari penyelewengan tersebut, perusahaan Apeng diduga untung Rp 600 miliar tiap bulannya.
Kini, Apeng telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut oleh Kejagung. Perbuatan Apeng dalam kasus ini diduga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 78 triliun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI