Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kejagung Persilakan Surya Darmadi Datang Menghadap

Minggu, 14 Agustus 2022 | 11:56 WIB
Oleh : Muhammad Aulia / BW
Kepala Pusat Penerangan Hukum (KapusPenkum) Kejaksaan Agung Ketut Sumedana. 

Jakarta, Beritasatu.com – Kejagung (Kejaksaan Agung) mempersilakan bos PT Duta Palma Group Surya Darmadi alias Apeng datang menghadap untuk mengikuti proses hukum.

Diketahui, Apeng kini tengah terjerat kasus dugaan korupsi yang tengah ditangani Kejagung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Apeng sebelumnya sudah tiga kali tidak memenuhi panggilan dari Kejagung untuk diperiksa terkait dengan kasus dugaan korupsi yang tengah menyeretnya. Kini, Apeng disebut telah siap kooperatif kembali ke Indonesia untuk menghadapi proses hukum.

“Silakan datang saja, saya tidak mau berpolemik, sebagai warga negara yang baik, taat hukum datang ke penegak hukum ketika dipanggil,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Ketut Sumedana saat dikonfirmasi, Minggu (14/8/2022).

Apeng disebut bakal datang ke Indonesia pada Senin, (15/8/2022) besok untuk menghadapi proses hukum. Terkait hal itu, Ketut mengaku pihaknya belum memperoleh konfirmasi langsung dari yang bersangkutan.
“Belum ada (konfirmasi),” ungkap Ketut.

Diberitakan, Apeng disebut bakal balik ke Indonesia pada Senin besok. Apeng merupakan buronan Kejagung terkait kasus dugaan korupsi yang merugikan negara Rp 78 triliun. Apeng juga merupakan buronan KPK terkait kasus dugaan suap.

“Bahwa setelah mempertimbangkan saran dari kami dan setelah berdiskusi dengan keluarga, saudara Surya Darmadi dengan iktikad baik memutuskan datang ke Indonesia pada hari Senin, 15 Agustus 2022,” ungkap pengacara Apeng, Juniver Girsang dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/8/2022).

Diketahui, KPK menetapkan anak usaha PT Duta Palma Group, yakni PT Palma Satu sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengajuan revisi alih fungsi hutan di Riau tahun 2014.

Selain korporasi, KPK juga menetapkan pemilik PT Darmex Group/PT Duta Palma, Surya Darmadi alias Apeng dan Legal Manager PT Duta Palma Group, Suheri Terta.


Adapun saat ini, Kejagung tengah mengusut dugaan penyerobotan lahan oleh PT Duta Palma Group.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkapkan, perusahaan tersebut mengelola lahan 37.095 hektare secara melawan hukum dan pemiliknya yakni Apeng, menjadi buronan KPK.

Dari penyelewengan tersebut, perusahaan Apeng diduga untung Rp 600 miliar tiap bulannya.
Kini, Apeng telah ditetapkan sebagai tersangka pada kasus tersebut oleh Kejagung. Perbuatan Apeng dalam kasus ini diduga mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 78 triliun.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI