Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

15 Migran Ditemukan Tewas di Perbatasan Libya dengan Sudan

Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:13 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR
Para migran ditemukan setelah sekarat kehausan di kawasan gurun Sahara di Libya, pada 29 Juni 2022. 

Tripoli, Beritasatu.com- Sedikitnya 15 migran tewas di gurun di perbatasan Libya dengan Sudan. Seperti dilaporkan AP, Sabtu (13/8/2022), tragedi terbaru terjadi pada migran mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa melalui perjalanan berbahaya melalui negara yang dilanda konflik.

Departemen Pemberantasan Migrasi Tidak Teratur di kota tenggara Kufra menyatakan para migran sedang dalam perjalanan dari Sudan ke Libia ketika kendaraan mereka mogok karena kekurangan bahan bakar.

Badan tersebut mengatakan sembilan migran lainnya selamat sementara dua masih hilang di padang pasir. Ada perempuan dan anak-anak di antara para migran, tetapi agensi tidak merinci berapa banyak.

Departemen juga tidak mengungkapkan penyebab kematian para migran, tetapi menyatakan para korban tidak memiliki cukup makanan dan air.

Dikatakan para migran semuanya orang Sudan, dari negara yang kacau selama bertahun-tahun. Para migran kemungkinan berusaha mencapai Libia barat dalam upaya untuk menaiki kapal penyelundup ke Eropa.

Badan tersebut memposting gambar di Facebook yang menunjukkan mayat para migran yang tewas yang kemudian dibakar di padang pasir.

Tragedi itu adalah yang terbaru di gurun Libya yang luas. Pada bulan Juni, pihak berwenang di Kufra mengatakan mereka menemukan mayat 20 migran yang mereka katakan meninggal karena kehausan di padang pasir setelah kendaraan mereka mogok di dekat perbatasan dengan Chad.

Libya dalam beberapa tahun terakhir muncul sebagai titik transit dominan bagi para migran yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Afrika dan Timur Tengah. Negara kaya minyak itu jatuh ke dalam kekacauan menyusul pemberontakan yang didukung NATO yang menggulingkan dan membunuh otokrat lama Moammar Gadhafi pada 2011.

Para penyelundup manusia dalam beberapa tahun terakhir telah diuntungkan dari kekacauan di Libya, penyelundupan migran melintasi perbatasan panjang negara itu dengan enam negara. Para migran kemudian dikemas ke dalam perahu karet yang tidak lengkap dan berangkat dalam perjalanan laut yang berisiko.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI