Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Mendagri dan Khofifah Bagikan 10 Juta Bendera Merah Putih di Surabaya

Minggu, 14 Agustus 2022 | 21:07 WIB
Oleh : Fredericus Hardiyanto / FFS
Mendagri Tito Karnavian didampingi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa membagikan bendera merah putih kepada sejumlah elemen masyarakat Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu, 14 Agustus 2022.

Surabaya, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh gerakan berbagi 10 juta bendera merah putih yang dicanangkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dukungan tersebut ditunjukkan Khofifah dengan mendampingi Tito Karnavian berbagi bendera merah putih kepada sejumlah elemen masyarakat Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Minggu (14/8/2022) atau tiga hari menjelang HUT ke-77 RI.

Pembagian bendera merah putih ini juga bertepatan dengan HUT ke-61 Pramuka yang diperingati setiap 14 Agustus.

Dukungan tersebut juga dibuktikan Khofifah dengan pembagian dan pengibaran sebanyak 2.666.950 bendera kepada masyarakat di seluruh Jawa Timur. Pembagian tersebut dilakukan sejak 2 Agustus 2022 dan terus berlanjut hingga saat ini. Tentu lebih banyak lagi yang secara mandiri dikibarkan masyarakat.

Awalnya, Khofifah mencanangkan pembagian 77.000 bendera di Kantor Gubernur Jawa Timur. Namun, antusiasme masyarakat membuat gerakan ini makin masif.

"Momentum yang sangat strategis di hari Ulang Tahun ke-61 Pramuka ini menguatkan semangat persatuan kita dari berbagai elemen. Pak Mendagri kehadirannya memberikan penguatan. Hadirnya beliau sungguh menjadi semangat luar biasa bagi seluruh elemen strategis di Jatim," ungkap Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu menekankan, dengan mengibarkan bendera yang satu dan sama, simbol persatuan indonesia telah terwujud. Hal ini merupakan simbol masyarakat Jawa Timur dan Indonesia solid berpegang teguh pada semangat kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Menghadirkan toleransi bukan hanya dengan narasi dan orasi, tetapi juga dengan pikiran, gerakan dan tindakan nyata. Maka kekuatan moderasi dan toleransi untuk membangun negeri harus dijaga titik ekuilibrium dinamiknya," sebutnya.

Bendera yang melambangkan identitas negara Indonesia itu diharap Khofifah dapat memupuk rasa nasionallisme, patriotisme, dan wawasan kebangsaan.

"Kita ini bangsa yang besar, plural, toleran, rasa persatuan tidak boleh tergoyahkan," katanya.

Di Halaman Negara Grahadi, Mendagri Tito Karnavian didampingi Gubernur Khofifah menyerahkan secara simbolik bendera kepada 12 perwakilan dari berbagai masyarakat. Antara lain, Garda Ojol Jawa Timur, DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jatim, Persatuan Guru Republik Indonesia Jatim, PW Aisiyah Jatim, PW Muhammadiyah Jatim, Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Jatim, PW Pemuda Muhammadiyah Jatim, Asosiasi Kepala Desa (AKD) Jatim, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Jatim, PW Muslimat NU Jatim, Serikat Supir Indonesia, dan Mitra Deradikalisasi Dari Malang.

"Pembagian ini adalah simbol bahwa NKRI harga mati, Indonesia bangsa yang dinamis dan plural. Hati merah putih, gerakan kita merah putih," tuturnya.

Menurutnya, gerakan pembagian bendera di bulan kemerdekaan akan menjadi bagian penting untuk membangun sinergisitas bagi seluruh masyarakat. Hal itu bisa tercermin dari animo masyarakat mengambil bendera merah putih.

“Saya rasa gerakan untuk mengibarkan bendera selama Agustus diharapkan mendorong penguatan nasionalisme kita,” tuturnya.

Khofifah menambahkan, gerakan pembagian bendera merah putih merupakan iktikad baik sebagai bentuk nasionalisme dan patriotisme bagi bangsa Indonesia.

“Bagaimana kita tidak sekadar mengibarkan bendera merah putih, melainkan semangat merah putih selalu ada di hati, pikiran dan di dalam tindakan kehidupan kita," tegasnya.

Di akhir rangkaian acara, bersama Mendagri, Gubernur Khofifah mengajak agar momentum 17 Agustus dimanfaatkan untuk memupuk rasa persatuan dan keberagaman dalam NKRI.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasinya atas komitmen Gubernur Khofifah dalam gerakan pembagian bendera merah putih. Menurutnya, Khofifah sangat antusias menginisiasi pembagian bendera ini kepada masyarakat.

"Yang membuat saya ingin datang karena antusias sekali membuat acara ini adalah Bu Khofifah. Saya sangat menghargai beliau," ujar Mendagri Tito.

Menurut Tito, membagikan 10 juta bendera adalah perjuangan yang mudah dibandingkan apa yang sudah dilakukan para pahlawan. Meski demikian, Tito mengatakan, yang terpenting adalah menghayati makna dari pembagian bendera ini. Bagi Indonesia yang merupakan negara plural dengan beragam suku, bahasa dan budaya, usaha yang harus dilakukan bersama adalah jangan sampai terpecah.

"Kalau kita sudah solid semua, baru kita bisa membangun dan memperkuat SDM, mengelola sumber daya alam untuk kepentingan rakyat. Banyak contoh negara yang tidak bisa merawat persatuannya sehingga pecah," ujar Tito.

"Betapa mahalnya rasa aman saat kita telah kehilangan rasa aman, betapa mahalnya persatuan saat sudah terjadi perpecahan. Maka dari Gedung Grahadi ini, aura persatuan NKRI akan menyebar ke seluruh Indonesia," sambung Tito.

Mendagri Tito didampingi Gubernur Khofifah, Kapolda Jatim Nico Afinta, Dirjen Polpum Bachtiar dan Wali Kota Surabaya Ery Cahyadi melanjutkan membagikan bendera di area Tugu Pahlawan dan mengakhiri kunjungan di rumah kelahiran Bung Karno sang Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI