Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kompolnas: 31 Personel Polri Langgar Etik Jadi Perhatian Serius

Minggu, 14 Agustus 2022 | 22:37 WIB
Oleh : Mikael Niman / FFS
Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyu Rudanto

Jakarta, Beritasatu.com – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memastikan memberikan perhatian serius terkait adanya 31 personel Polri yang terbukti melanggar kode etik dalam kasus Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Personel Polri yang terbukti melanggar kode etik profesi hanya diberikan sanksi administratif. Sanksi terberat dalam sidang etik adalah pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Hal ini, berbeda dengan hukuman pidana yang dijatuhkan melalui proses hukum.

Untuk itu, Kompolnas mendorong personel Polri yang terbukti melanggar kode etik profesi dan terindikasi melakukan pelanggaran pidana, untuk segera dibawa ke ranah hukum pidana.

“Apakah nanti mereka masuk pasal pidana, saya rasa kewenangannya penyidik,” kata Komisioner Kompolnas, Albertus Wahyu Rudanto, Minggu (14/8/2022).

Bagi Kompolnas, keterlibatan personel Polri yang tidak profesional dalam penanganan kasus Brigadir J terutama berkaitan dengan tempat kejadian perkara (TKP) sangat bertentangan dengan tugas dan fungsi dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam).

“Fungsi Propam itu membina dan mengadakan fungsi pertanggungjawaban profesi. Ini benteng terakhir profesi Polri,” tuturnya.

Apabila ke-31 personel Polri tersebut masuk kategori upaya menghalangi proses hukum atau obstruction of justice, Kompolnas mendorong untuk dilakukan pemidanaan kepada para personel itu.

“Ini akan makin terbuka, bahwa ada yang tidak beres dalam tata kelola penyelenggaraan penyelidikan dan penyidikan di Polri. Ini keprihatinan yang segera diselesaikan,” imbuhnya.

Diberitakan, sebanyak 36 personel Polri diduga melanggar kode etik dalam mengusut kasus dugaan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, sebelumnya yang diduga melanggar kode etik ada sebanyak 31 dalam kasus dugaan pembunuhan Brigadir J. Akan tetapi hingga saat ini bertambah menjadi 36.

"Ya betul 31 kemarin lusa tambah satu orang dan semalam empat orang," kata Dedi saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Sabtu (13/8/2022).

Dikatakan Dedi, 31 personel sudah terbukti melakukan pelanggaran etik karena tidak profesional dalam olah tempat kejadian perkara (TKP). Tidak hanya itu, ada dugaan menghalangi penyelidikan atau obstruction of justice akan tetapi hal tersebut masih terus dikembangkan.

"Itsus ini masih berproses kalau misalnya dari 31 itu terbukti ada pelanggaran pidananya dari Itsus itu semua diserahkan penyidik nanti dari dari penyidik Bareskrim akan menindaklanjuti apa yang menjadi rekomendasi," ucapnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI