Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pengamat Sebut Politik Identitas dan Pencitraan Adalah Sihir bagi Masyarakat

Senin, 15 Agustus 2022 | 17:12 WIB
Oleh : Fana F Suparman / FFS
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) memberikan keterangan pers, bersama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa (kiri) dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (kanan) di gedung KPU, Jakarta, Rabu 10 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Surabaya, Airlangga Pribadi mengatakan, politik identitas atau polarisasi identitas dan pencitraan politik adalah sihir politik bagi masyarakat Indonesia. Untuk itu, politik identitas dan pencitraan politik sudah saatnya diwaspadai menjelang Pemilu 2024.

Hal ini disampaikan Airlangga saat menghadiri peluncuran visi misi Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Hotel Shangrila, Surabaya, Minggu (14/8/2022).

"Mengapa saya bilang itu sihir politik, karena hanya memperdaya, merayu dan memikat, tetapi memecah belah, tidak memberikan manfaat apa-apa bagi rakyat Indonesia, juga ekslusif tidak inklusif," ujar Airlangga dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Airlangga menyatakan, dibutuhkan rasionalitas, serta politik ide dan gagasan untuk mengakhiri politik identitas dan pencitraan.

"Kita membutuhkan tongkat Nabi Musa untuk menghadapinya, yaitu rasionalitas. ide, gagasan, dan program, itu adalah sesuatu hal yang inklusif di mana semua warga Indonesia bisa terlibat di dalamnya. Itu adalah hal yang tidak memecah belah dan bisa menyehatkan masa depan rakyat Indonesia," katanya.

Airlangga menilai langkah KIB memaparkan visi misi, menekankan ide, gagasan, dan rasionalitas program merupakan hal yang sangat penting bahkan fundamental. Apalagi menjelang Pemilu 2024.

"Jelang 2024, setahun terakhir ini kita dipertontonkan dengan prosesi politik elektoral yang hanya menekankan pada popularitas dan elektabilitas tanpa adanya kekuatan ide dan gagasan," ujarnya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan KIB untuk kembali ke politik gagasan bagian dari penemuan kembali jalur politik Indonesia. Hal ini mengingat Indonesia dibangun oleh akal budi, intelektualitas, kebijaksanaan, dan semangat untuk bekerja.

"Oleh karena itu ide dan gagasan menjadi sesuatu hal yang utama untuk diperjuangkan," tutur Airlangga.

Dalam kesempatan ini, Airlangga mengatakan, memilih pemimpin nasional sudah saatnya untuk menjadikan ide, gagasan, dan rasionalitas sebagai pertimbangan utama.

"Kita memilih pemimpin yang layak memimpin Republik Indonesia. Republik yang dibangun dan diperjuangkan oleh akal budi," tegasnya.

Setelah menyampaikan visi dan misi, Airlangga mengatakan, KIB harus mengajak siapa pun yang ingin menjadi pemimpin Indonesia dipertemukan dan diuji secara kritis oleh rakyat, masyarakat sipil, intelektual dan akademisi. Dengan demikian, KIB benar-benar mendorong pemimpin yang layak memimpin negeri ini.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI