Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pakar: Selesaikan Booster Covid-19 Pertama, Baru yang Kedua

Senin, 15 Agustus 2022 | 20:49 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / YUD
Petugas kesehatan memeriksa kesehatan calon penerima vaksin booster Covid-19 di kawasan Blok M, Jakarta, Minggu 14 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat diminta tidak tergesa-gesa ingin mendapatkan suntikan vaksin booster Covid-19 kedua. Hal ini dikarenakan guna mendapatkan herd immunity, pemerataan vaksin booster pertama harus terwujud terlebih dahulu.

Hal itu ditegaskan pakar kesehatan sekaligus Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia (PP Peralmuni), Prof Iris Rengganis menjawab pertanyaan Beritasatu.com dalam talkshow "Sambut Kemerdekaan, Prokes Jangan Kendor" secara daring di Jakarta, Senin (15/8/2022).

"Jangan lupa bahwa booster pertama harus diselesaikan dahulu karena penting sekali. Percuma kita membuat booster kedua pada kelompok tertentu, tetapi masyarakat pada umumnya belum mendapatkan booster pertama. Jadi harus ada pemerataan dahulu," tegas dia.

Maka dari itu solusinya adalah pemerintah harus mempercepat dan meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 dosis penguat atau booster pertama kepada masyarakat luas.

“Kita anjurkan pemberian booster pertama secepatnya diselesaikan. Masih banyak yang belum menyelesaikan dosis penguat pertama. Harapan kita bahwa dosis penguat pertama segera diselesaikan sehingga terjadi pemerataan pada semua lapisan masyarakat. Lalu selanjutnya booster kedua bisa diberikan kepada masyarakat umum,” ungkap Prof Iris.

Iris menuturkan banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa antibodi di dalam tubuh menurun dalam waktu enam bulan setelah suntikan vaksin yang terakhir dilakukan. Artinya, vaksinasi harus terus dilanjutkan hingga dosis selanjutnya agar penurunan antibodi dapat kembali ditingkatkan.

"Tetapi sekarang untuk booster kedua diutamakan dahulu pada nakes (tenaga kesehatan) karena mereka paling memiliki risiko paling tinggi terpapar Covid-19. Lalu selanjutnya diberikan pada orang lansia dengan komorbid dan menyusul masyarakat umum," urai dia.

Ia menjelaskan bahwa orang-orang yang sudah menerima dosis penguat memiliki kadar antibodi yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang belum mendapatkannya.

Menurut Iris, vaksinasi dosis penguat sangat dibutuhkan oleh masyarakat dunia, termasuk Indonesia, karena dapat meringankan gejala bila seseorang terpapar. Perlindungan pada tubuh juga makin optimal di samping menjalankan protokol kesehatan dari adanya berbagai varian hasil mutasi virus Covid-19.

“Booster sekali lagi saya katakan efektif untuk menekan tingkat keparahan dan juga tingkat kematian akibat Covid- 19. Protokol kesehatan tetap harus kita jaga, dilakukan vaksinasi, memakai masker dan juga ventilasi itu penting,” ujar dia.

Iris menambahkan selain dosis vaksin, sistem imun seseorang juga menentukan bisa atau tidaknya seseorang kembali terpapar Covid-19. Pembentukan antibodi yang optimal tidak hanya dari suntik vaksin, tetapi sistem imun tersebut juga dipengaruhi dari kebersihan lingkungan sekitarnya.

Iris meminta kepada pemerintah untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia dengan menyerukan manfaat dan cakupan distribusi dosis penguat supaya antibodi masyarakat tetap dapat terjaga.

Ia menekankan pemerintah harus mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 agar kondisi bisa tetap aman bagi masyarakat, baik saat berkegiatan sosial maupun merayakan kemerdekaan.

“Dengan adanya booster, antibodi akan naik lagi. Minimal dia akan memberi perlindungan kepada kita. Kalaupun tertular itu akan lebih ringan, ini yang harus kita tekankan betapa pentingnya vaksinasi dosis penguat,” pungkas Prof Iris.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI