Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Komisi III DPR Tanggapi Tudingan Kecipratan Uang Ferdy Sambo

Selasa, 16 Agustus 2022 | 21:05 WIB
Oleh : Yustinus Paat / FFS
Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo (tengah), usai menjalani pemeriksaan, dikawal petugas provos keluar gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis 4 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi III DPR, Taufik Basari menanggapi pemberitaan mengenai adanya dugaan aliran uang dari mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Menurut Taufik, dari segi waktu, dugaan aliran uang itu tidak mungkin karena dugaan itu terjadi saat DPR sedang masa reses.

"Saya tidak tahu apakah ada hal seperti itu, yang jelas kalau dari segi waktu sepertinya tidak mungkin," ujar Taufik Basari di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Taufik pun menjelaskan alasan DPR tidak bisa berkomentar terlalu jauh terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Dikatakan, kasus pembunuhan itu terjadi pada masa reses sehingga DPR tidak bisa melakukan pemanggilan secara formal.

"Kemudian DPR dianggap tidak bersuara di kasus ini. Karena ketika peristiwa itu terjadi kita sedang masa reses, ketika masa reses dan kita tidak bisa melakukan panggilan rapat secara formal," tegas Taufik.

Selain itu, kata Taufik, pada awalnya banyak kejanggalan dalam kasus Brigadir J. Untuk itu, DPR lebih memilih berhati-hati dalam berkomentar dan berupaya mendapatkan informasi yang utuh dan valid. DPR tidak berkomentar bukan karena adanya dugaan aliran dana dari Ferdy Sambo.

"Kita merasa harus berhati-hati dan tidak mau gegabah dengan informasi yang gegabah ini. Sehingga, kita menunggu tambahan informasi dan sikap-sikap resmi yang menjadi institusi sebagai mitra," kata Taufik.

Sebelumnya beredar berita yang menyebutkan DPR diduga menerima aliran dana dari Ferdy Sambo terkait kasus pembunuhan Brigadir J. Informasi ini disebut berasal dari Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso.

Namun, Sugeng telah membantah berita tersebut. Sugeng menegaskan tidak pernah menyebutkan DPR menerima aliran dana dari Ferdy Sambo. Sugeng hanya mengomentari soal adanya guyuran uang ke LPSK berupa pemberian dua amplop. Hal itu juga sudah dibenarkan oleh pihak LPSK. Dua amplop itu telah ditolak pihak LPSK dan dikembalikan.

Sugeng menegaskan pemberian uang pada LPSK adalah bukti adanya upaya prakondisi untuk memuluskan cerita rekayasa pembunuhan Brigadir J.

"Karena itu, saya mendorong PPATK untuk menelusuri pemberian uang oleh Ferdy Sambo ke pihak-pihak lainnya. Yang pasti, IPW tidak pernah menyatakan DPR mendapat uang kucuran dari Ferdy Sambo," tegas Sugeng.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI