Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Seluruh Guru Madrasah Ditargetkan Terlatih Kurikulum Merdeka

Rabu, 17 Agustus 2022 | 19:32 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / YUD
Ilustrasi guru

Jakarta, Beritasatu.com - Seluruh guru madrasah ditargetkan untuk mendapatkan pelatihan Kurikulum Merdeka pada tahun 2023 mendatang. Hal itu ditegaskan oleh Pelaksana Tugas (Ptl) Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) Abu Rokhmad.

Hal itu disampaikan Abu saat membuka webinar Kurikulum Merdeka Seri 01 yang diselenggarakan Pusdiklat Tenaga Teknis Kemenag, Selasa (16/8/2022).

“Penerapan Kurikulum Merdeka pada madrasah masih berupa piloting dan belum semua menerapkan kurikulum, target tahun depan akan diimplementasikan di seluruh madrasah. Maka seluruh guru madrasah harus terlatih,” ujarnya melalui keterangan pers tertulis, Rabu (17/8/2022).

Abu menuturkan, kebijakan baru mengenai pendidikan atau kurikulum, harus dimaknai sebagai ikhtiar memajukan pendidikan nasional.

Mengelola pendidikan, kata Abu, membutuhkan kreasi inovasi tiada henti. Oleh karenanya, Kurikulum Merdeka merupakan ikhtiar menyempurnakan kurikulum sebelumnya.

“Kurikulum ini diciptakan berdasarkan perkembangan-perkembangan ilmu pengetahuan dan juga perkembangan sosial masyarakat yang memang tumbuh dengan sangat cepat,” jelasnya.

Oleh karena itu, Abu berharap guru dan tenaga kependidikan yang berada di garda paling depan dalam melaksanakan proses pendidikan dan berhadapan langsung dengan masyarakat, harus terus belajar.

Pada kesempatan itu, Abu memperkenalkan aplikasi Pintar yang digagas Pusdiklat Tenaga Teknis Kemenag. Ia menjelaskan pada aplikasi tersebut, terdapat pelatihan-pelatihan yang mendukung kebutuhan pengembangan SDM guru dan juga pegawai lainnya.

“Nantinya para guru juga akan mendapatkan pelatihan-pelatihan mengenai penerapan implementasi Kurikulum Merdeka ini melalui aplikasi diklat online yang sudah dimiliki oleh pusdiklat teknis, melalui aplikasi Pintar,” terangnya.

Abu berpesan bagi pengelola madrasah untuk melakukan modifikasi dan inovasi yang berkaitan dengan aspek sekolah dengan ciri khas keagamaan.

Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Imam Safei menambahkan, seminar Kurikulum. Merdeka merupakan bagian dari upaya menjadikan para guru sebagai pembelajar.

“Saya kira dengan terus kita belajar, kita akan mampu merespon isu baru dan kekinian, terutama yang terkait dengan profesi yang kita tekuni,” ujarnya.

“Biarpun hebat dan berjejer gelarnya, kalau kita berhenti belajar kita akan tertinggal,” lanjutnya.

Imam mengibaratkan para guru, widyaiswara, dan pengambil kebijakan sebagai powerbank. “Kita kadang-kadang harus ngecas, kadang-kadang kita harus di-cas. Maka perlu adanya pelatihan-pelatihan semacam ini. Ini yang namanya charging akademik,” urainya.

Untuk itu, Safei menuturkan Pusdiklat Tenaga Teknis Kemenag melakukan terobosan dan inovasi melalui aplikasi Pintar atau pusat informasi pelatihan dan pembelajaran. Aplikasi ini berupa MOOC mengenai pelatihan-pelatihan yang menunjang kompetensi pegawai Kemenag.

“Melalui aplikasi Pintar, bapak ibu akan bisa lebih leluasa mengikuti program pelatihan yang ada di Pusdiklat,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI