Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Jadi Tersangka

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:11 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / DAS
Putri Candrawathi, istri mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo mendatangi Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Minggu 7 Agustus 2022.

Jakarta, Beritasatu.com- Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Menetapkan saudari PC sebagai tersangka," Kata Ketua Tim Khusus (Timsus) yang juga Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum), Komjen Pol Agung Budi Maryoto saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Jumat (19/8/2022).

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo sudah selesai dilaksanakan.

Menurut Dedi, pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi telah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi pada Senin (15/8/2022), Selasa (16/8/2022), dan Rabu (17/8/2022).

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu juga menekankan, Timsus fokus dalam pembuktian kasus pembunuhan berencana (Pasal 340), terkait kasus di luar itu, seperti gugatan mantan penasihat hukum Bharada E, dugaan laporan palsu terkait pelecehan terhadap Putri Candrawathi, termasuk dugaan suap Ferdy Sambo terhadap LPSK.

Karena kata Dedi, Pasal 340 tentang pembunuhan berencana tersebut memiliki ancaman hukum berat yakni hukuman mati atau seumur hidup.

"Timsus saat ini fokus untuk pembuktian pasal yang sudah diterapkan adalah Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56, fokus di situ. Pembuktian secara materiil baik secara formil," ujar Dedi.

Seperti diberitakan, Putri Candrawathi melaporkan pelecehan terhadap dirinya ke ke Polres Jakarta Selatan dengan nomor LP/B/1630/VII/2022/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/PMJ pada 9 Juli 2022. Terlapor pelaku pelecehan adalah almarhum Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Pelecehan terhadap Putri inilah yang disebut sebagai awal terjadinya penembakan terhadap Brigadir Yosua di rumah dinas Irjen Fredy Sambo di Duren Tiga, Pancoran, Jaksel, 8 Juli 2022 lalu. Brigadir Yosua panik karena Putri berteriak. Ia menembak Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E yang menanyakan tengah terjadi apa gerangan.

Terjadi tembak menembak dan Brigadir Yosua mati tertembak.

Belakangan Tim Khusus (Timsus) Mabes Polri yang dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemukan berbagai fakta yang tidak sesuai dengan versi awal penembakan Brigadir Yosua. Sesuai penyidikan dan temuan Timsus, ternyata Bharada E mengaku tidak ada tebak menembak.

Bharada E menembak Brigadir Yosua atas perintah atasannya, Irjen Ferdy Sambo. Ferdy yang mantan Kadiv Propam Polri dinyatakan sebagai tersangka. ia mengaku merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Polisi menetapkan dua orang lainnya yakni asisten Ferdy Sambo lainnya Bripka Ricky Rizal, dan asistn rumah tangga Kuat Ma'ruf. Keempatnya telah ditahan.

Menurut Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, perkembangan penyidikan ini menjadikan laporan dugaan pelecehan seksual dikategorikan sebagai upaya menghalang-halangi penyidikan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua.

Dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jumat (12/8/2022) malam, Andi Rian Djajadi mengatakan, laporan dugaan percobaan pembunuhan terhadap Bharada E yang dilakukan oleh Brigadir J, juga dikategorikan sebagai upaya menghalang-halangi penyidikan.

Polri menghentikan kedua laporan yang sudah masuk tahap penyidikan tersebut.

"Kita anggap dua laporan polisi ini menjadi satu bagian yang masuk dalam kategori obstruction of justice. Ini bagian dari upaya untuk menghalangi-halangi pengungkapan dari kasus 340," kata Brigjen Andi Rian Djajadi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI