Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Sebelum Jadi Tersangka, Putri Candrawathi Sudah 3 Kali Diperiksa

Jumat, 19 Agustus 2022 | 14:41 WIB
Oleh : Stefani Wijaya / FFS
Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan istri.

Jakarta, Beritasatu.com - Istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyatakan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Putri Candrawathi sudah tiga kali diperiksa penyidik.

"Sebenarnya yang bersangkutan sudah kita lakukan pemeriksaan tiga tiga kali," kata Andi Rian saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Jumat (19/8/2022).

Bahkan, kata Andi Rian, pihaknya telah menjadwalkan memeriksa Putri pada Kamis (18/8/2022) kemarin. Namun, pemeriksaan itu urung dilakukan karena Putri Candrawathi menyampaikan keterangan sedang sakit.

"Muncul surat sakit dari dokter yang bersangkutan, dan meminta istirahat selama tujuh hari," katanya.

Meski demikian, penyidik tetap melakukan gelar perkara dan menetapkan Putri Candrawathi sebagai tersangka berdasarkan dua alat bukti. Kedua alat bukti itu, yakni keterangan saksi dan bukti elektronik berupa CCTV, baik yang ada di lokasi Saguling maupun yang ada di dekat TKP.

"Inilah yang menjadi circumstantial evidence atau barang bukti tidak langsung yang menjadi petunjuk tidak langsung bahwa PC ada di lokasi sejak di Saguling dan Duren Tiga dan melakukan kegiatan-kegiatan yang menjadi bagian dari perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir Yosua," tegasnya.

Diberitakan, istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

"Menetapkan saudari PC sebagai tersangka," Kata Ketua Tim Khusus (Timsus) yang juga Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum), Komjen Pol Agung Budi Maryoto saat jumpa pers di Bareskrim Polri, Jumat (19/8/2022).

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebutkan, pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo sudah selesai dilaksanakan.

Menurut Dedi, pemeriksaan terhadap Putri Candrawathi telah dilakukan pemeriksaan sebagai saksi pada minggu ini, yaitu Senin (15/8/2022), Selasa (16/8/2022), dan Rabu (17/8/2022).

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu juga menekankan, Timsus fokus dalam pembuktian kasus pembunuhan berencana atau Pasal 340, terkait kasus di luar itu, seperti gugatan mantan penasihat hukum Bharada E, dugaan laporan palsu terkait pelecehan terhadap Putri Candrawathi, termasuk dugaan suap Ferdy Sambo terhadap LPSK.

Karena kata Dedi, Pasal 340 tentang pembunuhan berencana tersebut memiliki ancaman hukum berat yakni hukuman mati atau seumur hidup.

"Timsus saat ini fokus untuk pembuktian pasal yang sudah diterapkan adalah Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56, fokus di situ. Pembuktian secara materiil baik secara formil," ujar Dedi.

Diketahui, Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J, yakni Irjen Pol Ferdy Sambo, Bharada E atau Richard Eleizer, Bripka Ricky Rizal, dan satu tersangka sipil bernama Kuat Ma’ruf atau KM.

Keempatnya diduga melakukan pembunuhan berencana. Bharada E menembak Brigadir J atas perintah Irjen Pol Ferdy Sambo, sedangkan tersangka Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf ikut melihat dan membiarkan peristiwa tersebut terjadi. Keempatnya disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI










SPORT | 25 September 2022