Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Meksiko Tangkap Mantan Jaksa Kasus Hilangnya 43 Siswa

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 09:59 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES
Seorang warga memasang foto kerabat yang hilang di Mexico City, 15 Mei 2022.

Mexico City, Beritasatu.com - Meksiko pada hari Jumat (19/8/2022) menangkap seorang mantan jaksa yang memimpin penyelidikan kontroversial atas kasus hilangnya 43 siswa pada tahun 2014, salah satu tragedi hak asasi manusia (HAM) terburuk di negara itu.

Jesus Murillo Karam adalah pejabat berpangkat tertinggi yang ditahan sejauh ini sehubungan dengan kasus hilangnya 43 siswa tersebut, yang mengejutkan negara dan menimbulkan kecaman internasional.

ia dianggap sebagai perancang dari apa yang disebut versi "kebenaran sejarah" dari peristiwa yang baru diungkap pada tahun 2015 oleh pemerintah presiden saat itu Enrique Pena Nieto yang ditolak secara luas, termasuk oleh kerabat.

Pengungkapan kasus ini membawa nama Murillo Karam, mantan anggota Partai Revolusioner Institusional (PRI), ditangkap karena kejahatan penghilangan paksa, penyiksaan dan penyelewengan keadilan, kata kantor kejaksaan.

Sebagai seorang guru, ia telah memerintahkan para siswa naik ke bus-bus di negara bagian Guerrero selatan untuk ikut demonstrasi di Mexico City sebelum mereka hilang.

Penyelidik mengatakan mereka ditahan oleh polisi yang korup dan diserahkan ke kartel narkoba yang mengira mereka sebagai anggota geng saingan. Namun versi kebenaran sejarah tersebut masih diperdebatkan dengan hangat.

Menurut laporan resmi yang diungkap pada tahun 2015, anggota kartel membunuh para siswa dan membakar jenazah mereka di tempat pembuangan sampah.

Kesimpulan tersebut ditolak oleh para ahli independen dan kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, serta keluarga.
Pada hari Kamis (18/8/2022), sebuah komisi kebenaran yang menyelidiki kekejaman itu mencap kasus itu sebagai "kejahatan negara" yang melibatkan agen dari berbagai institusi.

Dikatakan bahwa pihak militer juga memikul setidaknya sebagian tanggung jawab, baik secara langsung atau melalui kelalaian.

"Tindakan, kelalaian atau partisipasi mereka memungkinkan penghilangan dan eksekusi para siswa, serta pembunuhan enam orang lainnya," kata ketua komisi, wakil menteri dalam negeri Alejandro Encinas.

Penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk menentukan sejauh mana anggota angkatan bersenjata berpartisipasi, katanya.

"Tindakan yang bersifat institusional tidak terbukti, tetapi ada tanggung jawab yang jelas dari anggota angkatan bersenjata”, Encinas menambahkan.

"Kebenaran sejarah" tidak mengaitkan tanggung jawab apa pun dengan personel militer.

Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador mengatakan pada hari Jumat bahwa setiap tentara dan pejabat yang terlibat dalam penghilangan itu harus diadili.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: AFP


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI