Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Tak Lagi Lawan Raffi Ahmad, Bamsoet Tantang Irene Sukandar Lawan Grand Master

Senin, 12 April 2021 | 17:09 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR
Irene Sukandar.

Jakarta, Beritasatu.com - Grand Master Internasional Wanita (GMIW) asal Indonesia, Irene Kharisma Sukandar akan kembali bertanding catur. Namun, kali ini bukan melawan Raffi Ahmad maupun Dadang Subur alias Dewa Kipas, tetapi para Grand Master (GM) catur lainnya.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Bambang Soesatyo mengundang Irene mengikuti Turnamen Catur Nasional Indonesia Master. Pria yang akrab disapa Bamsoet menjelaskan kegiatan itu diadakan MPR bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi).

Turnamen catur tersebut dilaksanakan pada 12-13 Juni 2021 di Gedung Nusantara V, Komplek Majelis, Senayan, Jakarta. Kegiatan ini akan memperebutkan Piala Bergilir Ketua MPR dan Piala Tetap Menteri Pemuda dan Olahraga.

Bamsoet menyampaikan hal itu usai bertemu pengurus PB Percasi dan para GM catur Indonesia di Jakarta, Senin (12/4/21).

Rencananya, turnamen itu akan diikuti 20 peserta dari GM dan Master Internasional. Miaslnya, GM Susanto Megaranto, GM Cerdas Barus, GM Novendra Priasmoro, GMIW Medina Warda Aulia, Master Internasional Yoseph T Taher, Master Internasional Sean W Cuhendi, Master Internasional F Firmansyah, Master Internasional Muhammad L Ali, Master Internasional Danny Juswanto.

Selain itu ada pula Master Internasional Azarya J Setyaki, Master Internasional Anjas Novita, Master Internasional M. Ervan, Master Internasional Andrean S, Master Internasional M. Agus K, Master Internasional Catur Adi S, Master Internasional Hamdani R, Master Internasional Dede Liu, Master Internasional Tirta CP, dan Master Internasional Awam Wahono.

Menurut Bamsoet, turnamen tersebut bisa dijadikan ajang pemanasan bagi para GM dan Master Internasional yang akan mengikuti Kejuaraan Catur Dunia pada Juli 2021 di Rusia. Selain itu juga SEA Games 2021 yang akan dilaksanakan pada November-Desember 2021 di Hanoi, Vietnam.

“Keberadaan turnamen serta proses regenerasi merupakan kunci utama dalam melahirkan atlet berprestasi. Mengingat atlet tidak lahir dalam semalam, melainkan butuh pembinaan jangka panjang,” kata Bamsoet.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


OLAHRAGA | 12 April 2021

OLAHRAGA | 12 April 2021

OLAHRAGA | 12 April 2021

OLAHRAGA | 11 April 2021

OLAHRAGA | 11 April 2021

OLAHRAGA | 11 April 2021

OLAHRAGA | 10 April 2021

OLAHRAGA | 9 April 2021

OLAHRAGA | 9 April 2021

OLAHRAGA | 9 April 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Studi Oracle: Jakarta Menuju Smart City

#2
Menakutkan, Delegasi India di KTT G7 Ternyata Positif Covid-19

#3
Sekolah di Masa Pandemi, Nadiem: Pemerintah Tak Mau Lagi Korbankan Kesehatan Mental Anak

#4
Tinggi Muka Air Danau Toba Meningkat Selama Operasi TMC

#5
Sempat Berupaya Kabur, Pasien Covid-19 Meninggal di RSUD Sintang

#6
Lawan Kekuatan Tiongkok, AS Usulkan Koordinasi G-7

#7
Doni Monardo: Masyarakat Abai Prokes karena Masih Tak Percaya Ada Penyakit Covid-19

#8
Tundukkan Real Madrid, Chelsea Pastikan Final Sesama Inggris di Liga Champions

#9
Data Jumlah Harian Penerima Vaksinasi Covid-19 5 Mei 2021

#10
Polisi Tilang Pengemudi Mobil Berpelat Nomor “Kekaisaran Sunda Nusantara”

TERKINI


EKONOMI | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

DIGITAL | 6 Mei 2021

GAYA HIDUP | 6 Mei 2021

POLITIK | 6 Mei 2021

NASIONAL | 6 Mei 2021

NASIONAL | 6 Mei 2021

EKONOMI | 6 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 6 Mei 2021

MEGAPOLITAN | 6 Mei 2021