Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Raih 7 Medali dalam Satu Olimpiade, Perenang Emma McKeon Torehkan Sejarah

Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:27 WIB
Oleh : JAS
Perenang Australia, Emma McKeon.

Tokyo, Beritasatu.com - Perenang Australia, Emma McKeon, menorehkan sejarah dengan menjadi perenang pertama yang mampu mempersembahkan tujuh medali dalam satu Olimpiade.

Tepat pada hari terakhir kompetisi renang Olimpiade Tokyo 2020 hari ini, Minggu (1/8/2021) sejarah tercipta di kolam renang Tokyo Aquatics Centre. Perenang Australia Emma McKeon menyabet dua medali emas dari nomor sprint 50 meter gaya bebas putri dan estafet 4 x 100 meter gaya ganti putri.

McKeon bukan saja menutup hari terakhir itu dengan dua medali dari nomor bergengsi renang tersebut, namun juga menciptakan sejarah baru sebagai perenang pertama yang meraih tujuh medali dalam satu Olimpiade yang sama.

Sepanjang sejarah Olimpiade, tak ada perenang putri yang membuat pencapaian seperti McKeon, bahkan Katie Ledecky dari Amerika Serikat yang disebut sebagian kalangan sebagai salah satu perenang putri terbesar sepanjang masa.

Memang tidak semua medali emas, tetapi tujuh medali itu adalah sejarah baru.

Sejak Olimpiade modern pertama digelar pada 1896 sampai Tokyo 2020, hanya ada satu atlet putri yang mengumpulkan medali dari satu Olimpiade sebanyak yang dikoleksi McKeon.

Atlet pertama yang melakukan itu adalah pesenam Uni Soviet Maria Gorokhovskaya yang merebut lima medali perak dan dua medali emas.

Jika medali emas Gorokhovskaya menjadi ukuran siapa yang terhebat di antara kedua atlet berbeda generasi ini, maka sudah pasti Emma McKeon lebih baik, karena dia merebut empat medali emas dan tiga perunggu.

Empat medali emas McKeon dalam satu Olimpiade itu sama dengan jumlah medali emas yang disabet legenda renang Amerika Serikat Katie Ledecky pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Kedua perenang putri yang juga bersaing dalam kolam renang sama di Tokyo Aquatics Centre itu juga sama-sama mencetak tiga rekor baru ketika merebut empat medali emas dalam satu Olimpiade itu.

Kalau Ledecky menciptakan dua rekor dunia dan satu rekor Olimpiade di Rio 2016, maka McKeon memecahkan satu rekor dunia dan dua rekor Olimpiade di Tokyo 2020.

Catatan Ledecky sedikit lebih baik karena di antaranya melakukannya dari tiga nomor perseorangan, sedangkan MeKeon hanya memperoleh dua medali emas dari nomor perseorangan, yakni 50 m dan 100 m gaya bebas.

DNA Renang
Empat medali emas yang disabet McKeon di Tokyo 2020 itu adalah estafet 4 x 100 m gaya bebas putri yang memecahkan rekor dunia, 4 x 100 m gaya ganti putri yang membuat rekor baru Olimpiade, nomor sprint 50 m gaya bebas putri, dan 100 m gaya bebas putri yang juga memecahkan rekor Olimpiade.

Tiga medali lainnya berupa medali perunggu disabet McKeon dari 100 m gaya kupu-kupu, estafet 4 x 100 gaya bebas, dan estafet 4 x 200 m campuran yang merupakan nomor baru renang Olimpiade.

McKeon pun kini masuk klub elite yang terdiri dari Michael Phelps, Mark Spitz, dan Matt Biondi yang ketiganya perenang putra, sebagai perenang yang meraih paling sedikit tujuh medali. Phelps lebih gila lagi karena merebut delapan medali emas pada Olimpiade Beijing 2008.

Sehari sebelum McKeon mencetak catatan hebat dalam Olimpiade itu, perhatian dunia lebih tertuju kepada perenang putra Amerika Serikat Caeleb Dressel.

Padahal yang tak kalah menarik perhatian adalah justru perenang putri berusia 27 tahun dari kota Brisbane itu.

Menatap hari terakhir lomba di mana dia turun dalam dua nomor, yakni 50 m gaya bebas dan estafet 4 x 100 m gaya ganti, McKeon sudah menggenggam lima medali yang dua di antaranya medali emas.

Bahkan Dressel terpukau oleh pencapaian McKeon itu sebelum dia sendiri sama dengan McKeon merebut dua medali emas pada hari terakhir lomba yang salah satunya dihiasi dengan rekor dunia pada nomor estafet 4 x 100 m gaya ganti putra.

"Itu menakjubkan," kata Dressel menunjuk jumlah medali yang sudah diperoleh McKeon setelah itu. Dressel sendiri membuat pencapaian menakjubkan merebut lima medali emas Olimpiade Tokyo atau paling banyak yang bisa direbut seorang perenang di Tokyo 2020 ini.

Sebelum menceburkan badannya ke kolam renang untuk membuat kayuhan-kayuhan terakhir dalam cabang renang Olimpiade yang tertunda satu tahun oleh pandemi virus corona itu, McKeon sudah yakin bisa menjadi yang terbaik dalam dua nomor final hari ini.

"Saya sungguh percaya kepada diri sendiri dan itu sudah terbangun selama dua tahun terakhir ini," kata McKeon yang memiliki DNA renang dari orang tua yang juga perenang bahkan ayahnya pernah mempersembahkan empat medali Pekan Olahraga Persemakmuran (Commonwealth Games) kepada Australia.

“Tetapi untuk benar-benar melakukan semua itu, kadang kala memang hal yang sama sekali berbeda. Jika semua itu tercapai, maka saya akan serasa terbang di awan.”

Mengangkat Standard
McKeon yang sarjana nutrisi kesehatan masyarakat dari Griffith University di Australia itu adalah salah satu pemimpin tim renang putri Australia yang berangkat ke Tokyo dengan menyandang predikat tim renang putri terbaik di dunia.

Terbukti kemudian, selama sembilan hari berlomba tim putri Australia adalah tim yang paling berhasil menaklukkan air kolam Tokyo Aquatics Centre.

Sebelum dua emas terakhir mereka, tim putri Australia sudah memenangi tujuh medali emas di mana Ariarne Titmus dan Kaylee McKeown masing-masing mengoleksi dua emas. Koleksi emas kedua perenang itu kemudian disalip McKeon pada hari terakhir lomba.

Sampai terakhir lomba 1 Agustus ini, Australia total memperoleh 20 medali dari kolam renang yang sembilan di antaranya medali emas.

Hebatnya, dari sembilan medali emas itu, delapan di antaranya dipersembahkan oleh perenang putri. Dan dari total 20 medali itu, 13 medali di antaranya dari jerih payah perenang putri.

“Saya kira standar semua orang sudah terangkat,” kata McKeon. “Terutama dalam beberapa tahun terakhir ini kami punya begitu banyak orang yang saling memacu diri. Adu cepat satu sama lain membuat kami bisa menaikkan standar dan saling mendorong. Itu membantu sekali.”

McKeon memenangi total empat medali dalam Olimpiade Rio 2016. Dua emas pada hari terakhir membuat dia menyamai dua legenda renang Australia, Ian Thorpe dan Leisel Jones, sebagai atlet terbanyak mempersembahkan medali kepada negaranya.

Sehari sebelum final 50m gaya bebas putri dan estafet 100 m gaya ganti, McKeon memecahkan rekor baru Olimpiade dengan 24,00 detik pada nomor sprint 50 m gaya bebas.

Saat itu McKeon ditanya wartawan, apakah dia bisa memenangi dua nomor final yang hanya terpaut satu jam.

McKeon menjawab, “Saya tahu saya bisa menangani hal itu dan fakta itu estafet, malah membuat Anda bersemangat.”

Kenyataannya pagi hari tadi, Mckeon memang sesemangat ucapan dia sehari sebelumnya itu, hingga dua medali emas pun tak lari ke mana selain mengalungi lehernya untuk membuatnya total memperoleh tujuh medali dari satu Olimpiade selama sembilan hari berlomba.

Dan medali keenam dan ketujuhnya di Tokyo 2020 itu membuat McKeon mencetak sejarah baru Olimpiade. Dia yang terbaik.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


OLAHRAGA | 24 September 2021

OLAHRAGA | 24 September 2021

OLAHRAGA | 24 September 2021

OLAHRAGA | 24 September 2021

OLAHRAGA | 24 September 2021

OLAHRAGA | 24 September 2021

OLAHRAGA | 24 September 2021

OLAHRAGA | 24 September 2021

OLAHRAGA | 23 September 2021

OLAHRAGA | 23 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ini Aturan Kedatangan dan Kepulangan Peserta PON Papua

#2
BPN Bogor: SHGB Sentul City Asli

#3
Kemendikbudristek-DPR Bersepakat Tunda Pengumuman Hasil Seleksi P3K Guru

#4
Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang, Polri: Kasusnya Sangat Kompleks

#5
Ilmuwan Tiongkok Klaim Covid-19 Muncul di AS Jauh Sebelum Wuhan

#6
Satgas Minta Hentikan PTM di Sekolah yang Ditemukan Kasus Covid-19

#7
Pakar Inggris: Covid-19 Jadi Flu Biasa Tahun Depan

#8
Sempat Promosikan Air Berkat, Dukun Kondang Sri Lanka Meninggal Akibat Covid

#9
PLN Cari Mitra Usaha untuk Bangun Lebih dari 100 SPKLU

#10
Jessica Widjaja Jadi Pembicara Kerja Sama Asosiasi Parlemen Eropa dan W20 G20

TERKINI


HIBURAN | 24 September 2021

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

MEGAPOLITAN | 24 September 2021

NASIONAL | 24 September 2021

NASIONAL | 24 September 2021

KESEHATAN | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

DUNIA | 24 September 2021

EKONOMI | 24 September 2021

KESEHATAN | 24 September 2021