Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Menko PMK: Selain Covid-19, Malaria Patut Diwaspadai Saat PON

Jumat, 17 September 2021 | 21:12 WIB
Oleh : BW
Stadion Lukas Enembe di Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua. Stadion Lukas Enembe yang memiliki kapasitas lebih dari 40 ribu penonton ini akan menjadi tempat upacara pembukaan dan penutupan PON XX Papua 2021. .

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, malaria sebagai penyakit yang perlu diwaspadai selain Covid-19 selama penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

"Jangan cuma Covid-19 saja, tetapi Papua ini saya lihat juga masih rentan untuk penyakit-penyakit lain terutama malaria. Jadi tolong ini juga agar diperhatikan kesiapan layanan kesehatannya,” kata Muhadjir Effendy dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (17/9/2021).

Muhadjir mengatakan, pemerintah dan panitia penyelenggara mengeklaim segala persiapan mulai dari sarana prasarana hingga perlengkapan pertandingan selesai sesuai target dan tinggal memasuki tahap penyempurnaan.

“Insyaallah, selesai untuk sarana prasarana. Segala masukan nanti akan kita detailkan dan kita upayakan untuk coba diakomodasi,” ujarnya saat memimpin rapat persiapan penyelenggaraan PON XX Papua secara daring.

Muhadjir mengingatkan panitia penyelenggara maupun Dinas Kesehatan Papua untuk memperhatikan kesiapan layanan kesehatan. Bukan hanya dalam hal pencegahan dan penanganan Covid-19, tetapi juga penyakit lain seperti malaria.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, malaria merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh parasit plasmodium melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. Tingkat keparahan malaria bervariasi berdasarkan spesies plasmodium.

Gigitan
Penyakit ini dapat menular dari satu manusia ke manusia lain melalui gigitan nyamuk anopheles yang terinfeksi parasit hingga menyebabkan gejala ringan sampai parah, tergantung jenis parasit dan kondisi tubuh penderita.

Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, situasi kasus malaria di Indonesia mengalami penurunan sejak 2010 sampai 2020.

Pada 2010 kasus positif malaria di Indonesia mencapai lebih dari 465.000, sementara pada 2020 kasus positif menurun menjadi sekitar 235.000.

"Namun, penurunan ini cenderung stagnan pada tahun 2014 sampai 2019. Akan tetapi, secara keseluruhan terjadi penurunan kasus malaria di hampir seluruh provinsi di Indonesia dari tahun 2015-2020," katanya.

Maxi mengatakan, Papua masuk dalam kelompok provinsi yang belum mencapai target eleminasi malaria pada 2020 bersama Maluku dan Papua Barat.

Berdasarkan capaian endemisitas per provinsi pada 2020, kata Maxi, terdapat tiga provinsi yang telah mencapai 100 persen eliminasi malaria, antara lain DKI Jakarta, Jawa Timur, dan Bali.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


OLAHRAGA | 26 Oktober 2021

OLAHRAGA | 25 Oktober 2021

OLAHRAGA | 25 Oktober 2021

OLAHRAGA | 25 Oktober 2021

OLAHRAGA | 25 Oktober 2021

OLAHRAGA | 25 Oktober 2021

OLAHRAGA | 24 Oktober 2021

OLAHRAGA | 24 Oktober 2021

OLAHRAGA | 24 Oktober 2021

OLAHRAGA | 24 Oktober 2021

BERITA TERPOPULER


#1
LRT Jabodebek Tabrakan, Tidak Ada Korban Jiwa

#2
Tabrakan Bus Transjakarta, Polisi: 30 Orang Luka, 3 Meninggal Dunia

#3
Didorong Jadi Jubir Presiden Jokowi, Ini Respons Fahri Hamzah

#4
Jokowi: Turunkan Harga Tes PCR Jadi Rp 300.000

#5
Jokowi Lantik Fadjroel Rachman, Rosan Roeslani, dan 15 Duta Besar di Istana Negara

#6
MU Dibantai Liverpool, Ronaldo Luapkan Kekecewaan

#7
Update Tabrakan Transjakarta, 37 Luka dan 2 Orang Meninggal

#8
Kabar Taliban Penggal Pemain Voli Afghanistan Dibantah Keluarga

#9
Sri Mulyani Waspadai 4 Isu Global yang Berpotensi Ganggu Perekonomian

#10
Tabrakan Bus Transjakarta, 3 Tewas

TERKINI


EKONOMI | 26 Oktober 2021

NASIONAL | 26 Oktober 2021

OLAHRAGA | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021

EKONOMI | 26 Oktober 2021