Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Indonesia Rayakan Juara Piala Thomas Tanpa Bendera Merah Putih

Minggu, 17 Oktober 2021 | 23:14 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS
Bendera Indonesia diganti bendera PBSI saat upacara pemberian medali dan Piala Thomas di Ceres Arena, Denmark, Minggu, 17 Oktober 2021.

Aarhuis, Beritasatu.com - Indonesia memang sukses menyabet trofi Piala Thomas, namun bendera Merah Putih tak bisa dikibarkan di Ceres Arena, Aaruis, Denmark, Minggu (17/10/2021). Saat acara penghormatan juara, hanya bendera Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang dimunculkan.

Larangan pengibaran bendera Merah Putih ini terkait permasalahan dengan Badan Antioping Dunia atau World Anti Doping Agency (WADA) karena Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) tak bisa memenuhi test doping plan (TDP) tahun 2020 dan juga belum memenuhi TDP untuk tahun 2021.

Advertisement

Upacara penghormatan juga masih memperdengarkan lagu kebangsaan negara yang menjadi juara. Indonesia Raya pun bergema yang diikuti dengan Tim Piala Thomas Indonesia dengan penuh semangat.

Beruntung sanksi bahwa bendera Merah Putih dilarang dikibarkan tak menyurutkan semangat para pemain Indonesia. Semua wakil Indonesia yang turun di final tampil sangat bersemangat dan nyaris sempurna.

Anthony Sinisuka Ginting sukses menjalani partai pembuka babak final Piala Thomas 2020. Dia membawa Indonesia unggul 1-0 seusai mengalahkan Lu Guang Zu, 18-21, 21-14, 21-16 dalam durasi 77 menit.

Ginting sempat bermain tidak nyaman di gim pembuka. Pemain asal Cimahi itu sempat gugup. Untungnya, dia mampu mengatasinya.

Namun, di gim kedua dan ketiga, Ginting bermain lebih baik. Semua keunggulan yang dimilikinya muncul dalam partai ini. Dia sangat nyaman dan bisa menikmati permainan.

Pada partai kedua, ganda ganda Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tampil sempurna mereka mampu mengunci kemenangan dalam dua gim. Pasangan peringkat ketujuh ini menundukkan He Ji Ting/Zhou Hao Dong, 21-12, 21-19.

Sukses Indonesia meraih trofi Piala Thomas dipastikan setelah dalam partai ketiga. Jonatan Christie dipaksa harus bermain tiga gim sebelum menang atas Li Shi Feng, 21-14, 18-21, dan 21-14.

Selain di ajang Piala Thomas dan Uber 2020, sanksi soal tes doping ini juga bisa mengancam posisi Indonesia sebagai tuan rumah sejumlah turnamen internasional.

Pada Minggu, 10 Oktober lalu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memastikan bahwa Badan Anti-Doping Dunia (WADA) memahami kondisi olahraga di Indonesia. Hal ini dikatakannya menyusul teguran yang dilayangkan WADA kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) terkait implementasi program uji doping yang efektif.

Zainudin mengatakan, WADA merespons positif surat yang disampaikan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) atas teguran tersebut. Dia memastikan bahwa Indonesia tidak akan kehilangan hak-haknya di ajang olahraga internasional dan masih bisa menjadi tuan rumah kejuaraan internasional.

Menurut dia, WADA juga akan menunggu sample uji doping di PON Papua sehingga ambang batas minimal sample pengujian (TDP) Indonesia dapat terpenuhi.

“Saya kira tidak ya, setelah kami menyampaikan surat pada tanggal 8 Oktober kemarin kemudian WADA sudah merespons bahwa mereka memahami apa yang terjadi di Indonesia, situasi di Indonesia,”

“Mereka berharap dari PON ini sampel-sampel kita sesuai TDP kita tahun 2021," kata Zainudin dalam laman Kemenpora yang dikutip Minggu.

Zainudin menuturkan bahwa sampel tersebut akan diawasi melalui Agensi Anti-Doping Jepang (JADA) sebagai salah satu lembaga anti-doping yang sudah terakreditasi dan terstandardisasi secara internasional.

Pengiriman sampel akan dikirim ke laboratorium di Qatar karena Indonesia belum memiliki laboratorium yang terakreditasi dan terstandar internasional.

Zainudin pun meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir lagi terkait berbagai kemungkinan sanksi yang akan dijatuhkan. Ia menyakini bahwa ajang internasional yang telah dijadwalkan digelar di Indonesia, termasuk MotoGP Mandalika bakal tetap berjalan.

Sebelumnya, LADI mendapat teguran dari WADA karena tidak patuh dalam implementasi program uji doping yang efektif, yang membuat Indonesia terancam kehilangan hak-hak di olahraga internasional hingga statusnya dipulihkan kembali.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


OLAHRAGA | 3 Desember 2021

OLAHRAGA | 3 Desember 2021

OLAHRAGA | 3 Desember 2021

OLAHRAGA | 3 Desember 2021

OLAHRAGA | 3 Desember 2021

OLAHRAGA | 3 Desember 2021

OLAHRAGA | 3 Desember 2021

OLAHRAGA | 3 Desember 2021

OLAHRAGA | 3 Desember 2021

OLAHRAGA | 3 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Kemenkes Tegaskan Tak Batalkan Vaksin Covid-19 Lainnya

#2
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Dilaporkan ke Kejagung

#3
Tembus 800 Gol, Ronaldo Jadi Pesepakbola Tertajam di Bumi

#4
Lippo Karawaci Dukung Perpanjangan Insentif PPN Properti

#5
LG Beri Apresiasi untuk Jawara IBF 2021

#6
Kekayaan Wakil Ketua KPK Meningkat Rp 4,2 M dalam Setahun

#7
Menangi Laga Ketiga, Greysia/Apriyani ke Semifinal

#8
Jokowi Ungkap Pernah Minta Kapolri Copot Kapolda Ini

#9
Melchor dan Medco Kelola Hutan di Papua

#10
Satgas Waspada Investasi Hentikan Perdagangan VidyCoin

TERKINI


ARCHIVE | 4 Desember 2021

BOLA | 4 Desember 2021

MEGAPOLITAN | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

NASIONAL | 4 Desember 2021

NASIONAL | 3 Desember 2021

OLAHRAGA | 3 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 3 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 3 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 3 Desember 2021