Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Insiden di Piala Thomas, LADI Menolak Disalahkan Sepenuhnya

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:15 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH
Badan Anti Dopng Dunia (WADA).

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) menolak disalahkan sepenuhnya atas tidak berkibarnya bendera merah putih di ajang Piala Thomas. Hal itu dikarenakan kepengurusan 2021-2025 baru menjabat sejak Juli 2021, sementara kasus regulasi antidoping dari World Anti Doping Agency (WADA) atau Badan Antidoping Dunia diklaim terjadi sejak awal tahun 2021.

Wakil Ketua LADI, dr Rheza Maulana menyatakan sanksi yang diberikan Badan Antidoping Dunia (WADA) kepada LADI bukan karena keteledoran pengurus LADI yang baru maupun kelambanan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Indonesia dinilai tidak patuh pada penegakan standar antidoping karena tidak mengikuti Test Doping Plan (TDP) yang dibuat pada tahun 2020.

Advertisement

"Bukan keduanya. Kami pun baru menjabat sejak Juli 2021, sedangkan permasalahan hal yang disampaikan WADA tersebut sejak Januari 2021 dan mulai ramai sejak Oktober ini. Waktu 3 bulan pergantian pengurus tersebut tidak cukup untuk negosiasi dan membenahi apa yang sebelum terlambat dilakukan," kata dr Rheza ketika dihubungi Beritasatu.com, Senin (18/10/2021).

Ia mengaku, pihak Kemenpora dalam hal ini sangat mendukung perbaikan internal LADI, karena pergantian pengurus sesuai arahan WADA yakni tidak boleh ada pengurus yang menjabat di kepengurusan keolahragaan atau federasi agar tidak terjadi konflik kepentingan.

"Jadi baik Kemenpora maupun LADI melakukan pembenahan internal sama-sama yang berupaya optimal menyelesaikan masalah ini. Namun masalahnya memang tidak cukup hanya 3 bulan menyelesaikannya masalah ini di awal kepengurusan kami," ungkap dia.

dr Rheza mengaku LADI sudah mengirim test doping plan (TDP) susulan tahun 2021 dan 2022 dan koreksinya kepada WADA yang akhirnya sudah disetujui. Untuk tahun 2022 sudah disetujui tinggal dilaksanakan saja. Untuk 2021 juga sudah disetujui dan tinggal implementasi sampai nanti tercapai jumlah sampelnya sehingga nantinya pada November-Desember sudah selesai.

Ia menjelaskan bilamana sanksi terhadap Indonesia berakhir atau ditiadakan dengan memenuhi semua poin-poin yang diminta WADA, yakni dalam hal ini tinggal TDP tahun 2021, Indonesia akan mendapatkan analisa dan langkah koreksinya yang diterima WADA, maka Indonesia tidak perlu lagi dibawah pengawasan Japan Anti Doping Agency (JADA).

Aturan WADA mengenai sanksi ini memang tercantum dalam internasional, dimana disaat terkena sanksi, sebuah negara tersebut tidak dapat menyelenggarakan event internasional maupun tidak dapat mengibarkan benderanya ketika menjadi juara dalam event.

"Kami memastikan penyelenggaraan Indonesia Open dan MotoGP 2022 nanti tidak terlalu berpengaruh karena kedua event ini sudah berproses sebelum ada kasus ini. Selain itu juga kita usahakan dalam waktu dekat ini LADI dapat memenuhi permintaan yang diminta WADA sehingga dapat keluar dari sanksi dan nantinya Moto GP dan Indonesia Open bisa berjalan normal secara normal," tutup dr Rheza Maulana.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


OLAHRAGA | 28 November 2021

OLAHRAGA | 28 November 2021

OLAHRAGA | 28 November 2021

OLAHRAGA | 28 November 2021

OLAHRAGA | 28 November 2021

OLAHRAGA | 28 November 2021

OLAHRAGA | 28 November 2021

OLAHRAGA | 28 November 2021

OLAHRAGA | 28 November 2021

OLAHRAGA | 28 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
2.450 Orang Terjaring Razia Vaksinasi Covid-19 di Bogor

#2
Jadwal Final Indonesia Terbuka, 2 Wakil Tuan Rumah Tampil

#3
Sembunyi di Roda Pesawat, Pria Guatemala Tiba di Miami

#4
Antisipasi Omicron, Luhut: Masa Karantina 7 Hari

#5
Cegah Omicron, Indonesia Larang Pendatang dari 8 Negara

#6
Marcus/Kevin Sabet Juara Indonesia Terbuka 3 Kali Beruntun

#7
Tuan Rumah Rebut 1 Gelar, Ini Daftar Juara Indonesia Terbuka

#8
Kronologi Satgas Nemangkawi Bekuk Pentolan KKB

#9
Tetap Waspada, Begini Situasi Kasus Covid-19 di Jakarta

#10
Erick Thohir Terima Baret Anggota Kehormatan GP Ansor

TERKINI


EKONOMI | 29 November 2021

MEGAPOLITAN | 29 November 2021

MEGAPOLITAN | 29 November 2021

DUNIA | 29 November 2021

BOLA | 29 November 2021

BOLA | 29 November 2021

BOLA | 29 November 2021

BOLA | 29 November 2021

BOLA | 28 November 2021

OLAHRAGA | 28 November 2021