Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Kasus Sanksi Antidoping, KOI Temui Komite Olimpiade Asia dan IOC untuk Cari Kejelasan

Jumat, 22 Oktober 2021 | 02:45 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / DAS
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari

Jakarta, Beritasatu.com- Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) atau NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, terbang ke Eropa mencari kejelasan tentang sanksi yang dijatuhkan World Anti-Doping Agency atau WADA kepada Indonesia. KOI melakukan pertemuan dengan Association of National Olympic Committees (ANOC) maupun International Olympic Committee (IOC).

Seperti diberitakan, Raja Sapta Oktohari atau yang akrab dipanggil Okto adalah Ketua Tim Kerja Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA.

Advertisement

Indonesia dijatuhi sanksi karena Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) dinilai tidak mematuhi aturan WADA. Sanksi WADA berupa tidak dikibarkannya bendera Merah Putih saat Tim Bulutangkis Putra Indonesia berhasil meraih Piala Thomas di Denmark.

"Saya sekarang sedang berada di Eropa masih transit sebelum ke Crete, Yunani. Kemarin sudah ketemu dengan Haider dari OCA dan ANOC yang intinya akan membentuk komunikasi dengan semua pihak terutama WADA. Karena banyak yang berkepentingan dengan kita mengingat kita akan menjadi tuan rumah beberapa event besar seperti kejuaraan dunia panjat tebing, World Beach Games dan lainnya," kata Okto, pangilan akrab Raja sapta Oktohari ketika dihubungi Beritasatu.com, Kamis (21/10/2021).

Haider yang dimaksud adalah Haider AHE Farman, Direktur Olympic Council of Asia (OCA) dan Direktur Teknik ANOC.

Setelah pertemuan dengan ANOC, lanjut Okto, pihaknya akan ke kantor IOC untuk melaporkan bahwa pemerintah Indonesia sangat serius menyikapi situasi ini.

Pemerintah Indonesia telah menunjuk ketua NOC guna menyelesaikan masalah sanksi WADA ini dengan membentuk satgas akselerasi dan investigasi terhadap LADI.

Terkait dengan informasi yang ada akan diperdalam semua dilengkapi dengan bukti-bukti dan dirangkum dalam laporan tim agar menjadi referensi dalam keputusan bersama nantinya.

"Saya tidak mau terkontaminasi dengan berbagai informasi yang berkembang di dalam negeri. Sebagai representasi yang ditunjuk pemerintah saya harus mendapatkan informasi jelas dari WADA," urai Okto.

Kejelasan informasi dari WADA ini, kata Okto, sangat penting dalam rangka untuk membebaskan sanksi terhadap LADI.

"Kita harus dapat informasi yang akurat tentang penyebab sanksi tersebut dan kita juga harus mencari solusi terbaik agar LADI bisa lepas dari sanksi tersebut. Ke depan, kita harus menjadikan LADI sebagai lembaga profesional yang mendapat pengakuan resmi WADA," ujar Okto.

"Merah Putih wajib berkibar kembali di setiap ajang single event dan multievent internasional. Dan, saya akan berjuang keras untuk itu," tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


OLAHRAGA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

OLAHRAGA | 4 Desember 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Panglima TNI Ungkap Fakta 1.826 Prajurit Terinfeksi HIV/AIDS

#2
Semeru Erupsi, Sebagian Lumajang Seperti Malam

#3
Setelah Negara Tetangga, Omicron Tiba di Indonesia?

#4
Lagi, Prajurit TNI Gugur Ditembak KKB di Yahukimo, Papua

#5
The Minions Hadapi Juara Olimpiade di Semifinal 

#6
Jokowi Sentil Polisi Sowan ke Ormas, Ini Kata Sekjen PDIP

#7
Greysia/Apriyani Tantang Ganda yang Tak Pernah Kalah di Bali

#8
Polisi: Penembakan di Tol Tak Terkait Ketua DPRD DKI

#9
Masihkah Bullish Aset Kripto Berlanjut Tahun Depan?

#10
Naik, Jumlah Pasien yang Dirawat di Wisma Atlet Kemayoran

TERKINI


DUNIA | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

EKONOMI | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021

DUNIA | 4 Desember 2021

BERITA GRAFIK | 4 Desember 2021