Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jadi Pro Player Wanita di Esports, Zahra Aisha Cetak Prestasi

Jumat, 24 Desember 2021 | 07:17 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH
Zahra Aisha (kanan) bersama tim All Ladies.

Jakarta, Beritasatu.com - Saat ini esports menjadi trah tertinggi cabang kompetisi olahraga di dunia gaming. Meskipun cabor ini identik dengan laki-laki, kini sudah mulai bermunculan gamer wanita yang kerap mengidentifikasi dirinya sebagai casual, bahkan sebagai pro gamers yang kemampuannya bisa diadu head to head dengan para gamer lelaki.

Zahra Aisha misalnya. Wanita berhijab ini memilih permainan Call of Duty: Mobile (CoDM) yang notabene merupakan gim berkonsep team shooter sebagai wadah untuk mengekspresikan hobinya bermain gim hingga ke ranah profesional. Takdir mengantarkan Rara untuk menyukai dunia games sekaligus mencetak prestasi di dunia olahraga elektronik ini.

Perjumpaan dengan teman-temannya selama mengarungi dunia gaming membuat Rara berkesimpulan bahwa gim bisa menciptakan dampak yang baik di masyarakat. Bukan sekedar menghasilkan stereotip buruk di mata masyarakat.

“Yang membuat aku tertarik berkecimpung di dunia gim ini adalah impact dari gim itu sendiri. Gim itu bukan tempat negatif, menghabiskan waktu tapi, di game bisa menciptakan banyak prestasi dan koneksi. Aku juga melihat prospek gim sebagai karier yang menjanjikan, baik itu sebagai pro player, youtuber, maupun streamer," kata Rara dalam keterangannya, Kamis (23/12/2021).

Menjadi seorang wanita di dunia yang erat kaitannya dengan stereotip maskulinitas tidaklah mudah. Kerap kali para lady gamers rentan untuk diremehkan kemampuannya ataupun berujung diskriminasi baik itu saat bermain maupun bertanding.

“Kalau cowok highlight turnamennya sudah terjadwal, ruang dan wadahnya juga luas, dan prize pool juga lebih besar. Sementara yang cewek, turnamennya paling 3 bulan sekali, ruang dan wadahnya terbatas, dan hadiahnya sangat timpang dari tim cowok,” kata Rara.

Kurangnya inklusivitas dalam dunia gaming tersebut tidak membuat Rara surut nyali. Sebelum bergabung dengan tim all ladies, Rara sempat mencoba untuk bergabung dan bertanding dengan tim esports pria. Awalnya ia merasa insecure dengan kemampuannya sendiri,

“Pertama kali gabung dengan tim cowok, saya merasa deg-degan, takut menjadi beban, takut tidak aku punya potensi di sini. Saat itulah aku mulai tergerak dan sadar bahwa ini adalah hal yang baik dan aku sangat termotivasi bisa terus berkarier di dunia esport,” pungkas Rara.

Kesenangannya terhadap CoDM pun terus bertumbuh seiring berjalannya waktu. Rara yang kerap menggunakan alias "chriimus" di dalam gim ini pun terus meningkatkan rangking karakternya di setiap season kompetitif CoDM. Kemampuan Rara pun tidak luput dari perhatian berbagai tim profesional di dunia esports CoDM.

Rara pun banyak malang melintang direkrut oleh berbagai tim yang mempercayai kemampuannya, bertemu teman, dan terus mengasah kemampuannya. Rara sempat ditarik ke tim Kayze Avere Fede, sebelum akhirnya berlabuh di tim Dunia Games Avere Fede, dimana kemampuan leadership dan kemampuannya membuat Rara didapuk sebagai in-game team leader dan berhasil membawa timnya mencicipi juara 2 di Princess Series season 2 dan meraih juara 1 di turnamen tingkat nasional CoDM Queen Series season 3.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI