Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Kemenpora Ingin Samakan Persepsi soal Sistem Bubble dan Diskresi Olahraga

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:00 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JAS
Peserta Indonesia Masters harus menjalani tes PCR setiap hari.

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ingin menyamakan persepsi sistem gelembung (bubble) dan diskresi atau dispensasi karantina pelaku olahraga dari luar negeri bersama pihak terkait seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atau Satgas Penanganan Covid-19 dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Plt Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Jonni Mardizal mengatakan persamaan persepsi itu penting dilakukan dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo dan para pimpinan lainnya, agar tidak ada kesalahpahaman. Kegiatan event olahraga harus tetap berjalan tanpa harus melanggar undang-undang atau peraturan kekarantinaan.

"Makanya kita para pengambil kebijakan perlu duduk bersama untuk menyamakan persepsi karena kami juga tak mau langgar undang-undang dan aturan yang berlaku untuk event olahraga," katanya ketika dihubungi Beritasatu.com, Jumat (21/1/2022).

Kemenpora juga, lanjut Jonni, tidak ingin pelaku olahraga terkontaminasi atau terpapar virus Covid-19 termasuk varian Omicron. Maka dari itu sistem bubble adalah jawabannya.

Jadi saat para pelaku olahraga seperti atlet, pelatih dan ofisial dari luar negeri mendarat di Indonesia, mereka melakukan tes swab PCR, lalu langsung menuju hotel yang telah ditetapkan untuk sistem gelembung, bisa juga ke tempat latihan sebagai persiapan untuk pertandingan.

Jadi pelaku olahraga berada di dalam suatu wilayah khusus dan tidak boleh keluar dari wilayah tersebut, namun mereka tetap bisa berlatih olahraga. Mereka tetap karantina, tetapi dengan sistem bubble atau karantina bubble.

Konsep karantina wilayah ini sudah pernah dilakukan saat penyelenggaraan event Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali pada November-Desember 2021 dan dinilai berhasil.

"Sistem bubble di Indonesia ini sebenarnya sama dengan yang dilakukan negara lain, seperti di Singapura, Dubai, Tajikistan, dan negara lainnya. Beberapa federasi olahraga Indonesia atau cabor-cabor kita sudah melakukan sistem bubble saat berlaga di luar negeri dan itu aman dari Covid-19," ungkap Jonni.

Maka dari itu, pihaknya juga bingung dengan sikap keberatan dari Dorna Sports akan sistem bubble Indonesia. Dari informasi yang didapatkan, pihak mereka (Dorna Sports) salah tanggap terkait karantina.

"Masa karantina umum selama 7 hari ini kan berbeda dengan sistem bubble untuk pelaku olahraga. Sistem bubble ini sama sekali tidak mengganggu aktivitas latihan terpusat dan tetap terkontrol. Makanya kita pemerintah perlu duduk bersama menyamakan persepsi," urai dia.

Jonni menegaskan, Kemenpora mendukung langkah BNPB atau Satgas Penanganan Covid-19 dan Kemenkes dalam menyelesaikan kasus COvid-19 di Indonesia. Namun di satu sisi, event kejuaraan olahraga harus tetap berjalan tanpa bertentangan dengan aturan yang ada.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI