Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Perbakin Berharap Adanya Diskresi Karantina PesertaISSF Grand Prix Rifle

Jumat, 21 Januari 2022 | 22:54 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / CAH
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari bersama atlet menembak Vidya Rafika Rahmatan Toyyiba saat raih emas di SEA Games Filipina 2019.

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia (PB Perbakin) berharap adanya diskresi karantina bagi pelaku olahraga. Hal ini mengingat Perbakin akan menjadi tuan rumah ISSF Grand Prix Rifle/Pistol di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta.

Perbakin masih berjuang agar seluruh atlet, pelatih, ofisial, dan delegasi dari luar negeri yang datang bisa mendapat diskresi karantina.

Sekjen PB Perbakin Hendry Oka bersyukur, NOC Indonesia (KOI) berkenan menampung aspirasi federasi olahraga nasional untuk mengusulkan adanya diskresi karantina bagi pelaku olahraga. Oka berharap bantuan dan dukungan Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari akan memudahkan langkah Perbakin menggelar event internasional.

“Perjuangan NOC Indonesia di bawah pimpinan Pak Okto sangat besar. Effort mereka memajukan olahraga sangat maksimal, mulai dari menyelesaikan sanksi WADA terhadap LADI. Dunia olahraga butuh diplomasi tingkat tinggi seperti yang dilakukan Pak Okto, terutama terkait kebutuhan diskresi karantina bagi pelaku olahraga dapat terealisasi. Kami percaya beliau dapat menyuarakan aspirasi ini,” kata Oka, dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Jumat (21/1/2022).

Bagi Perbakin, dikatakan Oka, diskresi karantina sangat diperlukan. Apalagi kami berencana menggelar Grand Prix yang menjadi tolak ukur ISSF (federasi Menembak internasional) agar Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebab, event ini menjadi acuan mereka untuk melihat kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah World Cup.

“Izinkan kami mendapat kabar bahagia yang sempurna. Jika diskresi karantina untuk pelaku olahraga bisa direaliasikan segera, terutama di Grand Prix, kegembiraan kami terasa lengkap. Sebab, kita juga akan mendapat kabar gembira kalau bendera Merah Putih bisa dikibarkan lagi pada bulan depan,” lanjut Eka.

Sebelumnya Ketua KOI Raja Sapta Oktohari dalam paparan di depan Menpora, menyampaikan kebijakan karantina panjang bagi pelaku olahraga sangat memengaruhi kebugaran atlet. Terlebih, atlet pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berlatih dengan Biaya APBN.

Dalam kesempatan itu, Okto mengusulkan diberlakukan sistem bubble agar para pelaku olahraga yang datang dari luar negeri, baik WNI yang baru pulang menjalani tryout dari luar negeri atau atlet, official dan delegasi WNA bisa memakai sistem tersebut.

“Sebenarnya sistem bubble tidak terlalu sulit. Sudah terbukti di Olimpiade Tokyo berhasil diterapkan. Untuk Grand Prix, kami rencananya akan tinggal di hotel yang berada di samping lapangan tembak. Kami akan beri jalur akses jalan dan memastikan area itu steril sehingga sistem bubble ini bisa berjalan baik," pungkas dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI