Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Zona Rendah Emisi Lebih Cocok Mengurai Kemacetan di Jakarta

Jumat, 21 November 2014 | 00:28 WIB
Oleh : YUD
Kegiatan HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor) di Kawasan Sudirman-Thamrin

Jakarta - Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) menyatakan penerapan zona rendah emisi atau "low zone emission" diyakini bisa menekan penggunaan bahan bakar minyak hingga 30 persen.

Ketua KPBB Ahmad Safrudin di Jakarta, Kamis (20/11), mengatakan zona rendah emisi lebih cocok diterapkan di Jakarta, guna mengurai kemacetan, ketimbang harus melarang sepeda motor melintas di jalan protokol ibukota.

Advertisement

"Zona rendah emisi bisa ditetapkan di kawasan yang selama ini menjadi kawasan '3 in 1'. Jadi hanya kendaraan yang lulus uji emisi dan dengan emisi karbondioksida (CO2) di bawah 120 gram per kilometer yang boleh melintas di area tersebut. Dengan cara ini baru bisa berpengaruh terhadap efisiensi BBM hingga 30 persen," katanya.

Menurut dia, larangan sepeda motor melintas di jalan protokol ibukota, yang dimulai dengan ujicoba di Jalan MH Thamrin dan Medan Merdeka Barat, tidak akan berjalan efektif mengurai kemacetan dan mendorong pengendara beralih ke angkutan umum. Pasalnya, masih ada jalur alternatif yang sejajar dengan dua jalan utama itu, yakni Jalan Fachruddin hingga Jalan Tanah Abang Timur.

"Truk dan 'pick up' angkutan barang yang pada zaman orde baru dilarang masuk kota antara pukul 06.00 - 20.00 WIB saja dilanggar dan memperparah kemacetan, jadi tidak akan efektif," katanya.

Ahmad mengatakan larangan sepeda motor melintas itu hanya akan berdampak mengurangi kesemrawutan karena tidak adanya sepeda motor.

"Tetapi tetap tidak menyelesaikan masalah kemacetan dan pemborosan BBM. Lengangnya jalan akibat tidak ada sepeda motor dengan cepat akan diisi oleh kendaraan pribadi," katanya.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan memberlakukan uji coba pembatasan kendaraan roda dua di jalan protokol Jakarta pada minggu kedua Desember mendatang.

Pembatasan kendaraan diberlakukan setiap hari. Tujuannya adalah agar pengguna sepeda motor beralih ke angkutan umum massal yang akan disediakan pemprov, yakni bus tingkat.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Antara


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


OTOMOTIF | 27 November 2021

OTOMOTIF | 26 November 2021

OTOMOTIF | 25 November 2021

OTOMOTIF | 24 November 2021

OTOMOTIF | 23 November 2021

OTOMOTIF | 21 November 2021

OTOMOTIF | 20 November 2021

OTOMOTIF | 20 November 2021

OTOMOTIF | 20 November 2021

OTOMOTIF | 19 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

OTOMOTIF | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021