Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Pengembangan Mobil Listrik di Indonesia Butuh Akselerasi

Rabu, 24 November 2021 | 12:35 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP
Mobil listrik Mitsubishi MiEV dipamerkan di ajang Indonesia Electric Motor Show (IEMS), Balai Kartini, Jakarta, 4 September 2019.

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia perlu melakukan akselerasi ekosistem kendaraan listrik mengingat cepatnya pengembangan yang dilakukan negara lain di ASEAN. Salah satu negara di Asia Tenggara yang cukup agresif adalah Vietnam yang telah memproduksi mobil nasional (mobnas) bertenaga listrik VinFast dengan investasi US$ 5,4 miliar dan siap dipasarkan di Indonesia.

Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan, pemerintah perlu mewaspadai progres pengembangan mobil listrik oleh negara lain di Asia Tenggara. “Saat ini tidak ada yang perlu ragu lagi dalam mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia, karena pemerintah sudah jelas membuat roadmap industri ini. Kalau tidak agresif Indonesia bisa tertinggal. Padahal kita memiliki pasokan bahan baku baterai mobil listrik yang melimpah," kata Bebin dalam keterangan tertulisnya Rabu (24/11/2021).

Advertisement

Menurutnya, mobil listrik merupakan kendaraan masa depan. Hal ini menjadi peluang baru bagi industri otomotif Indonesia. "Pemerintah juga harus aktif mengajak pihak swasta dalam mengembangkan kendaraan listrik ditanah air, sehingga ekosistem saling terhubung,” ujarnya.

Aksi yang dibutuhkan saat adalah mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik mulai hulu hingga hilir. Termasuk di dalamnya menyediakan industri komponen penunjang, terutama baterai. Dia menambahkan, pemerintah juga perlu menyusun skenario untuk mengimbangi penetrasi pasar oleh Vietnam. Salah satunya membuka bisnis penyewaan baterai untuk menunjang eksistensi lalu lintas mobil listrik.

“Saat ini sejumlah negara sudah mulai serius untuk menanamkan investasi di sektor kendaraan listrik, seperti Korea melalui Hyundai. Dia sangat aktif dan justru menjadi perintis memproduksi mobil listrik di tanah air. Dan saya melihat itu menjadi trigger,” katanya.

Trigger itu, katanya, buat pemain-pemain lama yang sudah malang melintang dalam industri otomotif di Indonesia seperti merek-merek dari negeri Sakura. “Korea sudah lompat ke listrik tetapi Jepang justru ingin mengembangkan mobil hybrid yang bagus. Saya pikir pada tahun depan akan semakin banyak lagi pemain mobil listrik yang bakal masuk Indonesia, karena kita jelas punya daya tarik yang sudah mendunia,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


OTOMOTIF | 27 Januari 2022

OTOMOTIF | 26 Januari 2022

OTOMOTIF | 26 Januari 2022

OTOMOTIF | 25 Januari 2022

OTOMOTIF | 25 Januari 2022

OTOMOTIF | 25 Januari 2022

OTOMOTIF | 25 Januari 2022

OTOMOTIF | 24 Januari 2022

OTOMOTIF | 24 Januari 2022

OTOMOTIF | 23 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Polda Jabar Tangkap Ketua Umum GMBI

#2
Catat! Robot Trading DNA Pro Dinyatakan Ilegal

#3
Jelang Penutupan, Ini Daftar Transfer Pemain Liga Inggris

#4
Hikmahanto: Singapura Tak Ikhlas Serahkan Kendali Udara ke Indonesia

#5
Tuan Rumah Piala Dunia Qatar Masukkan Indonesia dalam Daftar Negara Aman

#6
Pengemis Elite di Sampit, Punya Mobil dan Motor Baru

#7
Kawal MotoGP 2022, TNI AL Turunkan Lima Kapal Perang

#8
Kemenkes Terbitkan Sertifikat Vaksin Standar WHO, Ini Cara Mengaksesnya

#9
PP PBSI Panggil 88 Atlet Masuk Pelatnas Cipayung

#10
Sehari Ditemukan 400 Kasus Baru Positif Covid-19 di Depok

TERKINI


NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

EKONOMI | 29 Januari 2022

OLAHRAGA | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022

DUNIA | 29 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 29 Januari 2022

NASIONAL | 29 Januari 2022