Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Pengamat: Kisruh Partai Demokrat Bakal Berdampak Penurunan Suara

Minggu, 28 Februari 2021 | 13:07 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, menilai kisruh atau konflik Partai Demokrat bakal memengaruhi perolehan suara partai pada pemilu yang akan datang. Jika kisruhnya berkepanjangan dan dalam, maka, kata dia, terbuka kemungkinan suara Demokrat anjlok di Pemilu mendatang.

“Intinya, kalau berbicara perpecahan, kalau berkepanjangan dan dalam, maka biasanya dampaknya penurunan konsolidasi kerja-kerja politik dan akhirnya suaranya turun,” ujar Qodari dalam rekaman suara yang diterima Beritasatu.com, Minggu (28/2/2021).

Advertisement

Qodari mengatakan, partai apapun, baik itu koalisi maupun oposisi, jika terjadi konflik, maka akan merugikan partai itu sendiri dan konstituen yang memberikan suara kepada partai tersebut. Pasalnya, energi partai akan tertarik ke internal sehingga kerja-kerja politik ke luar termasuk untuk melayani konstituen akan menurun.

“Saya kira contoh yang paling signifikan dalam perpolitikan pasca reformsi adalah PKB (Partai Kebangkitan Bangsa). Kalau tidak salah tahun 2005 dan tahun 2009. Tahun 2005 PKB masih dapat 10% tetapi kemudian Tahun 2009, turun 5% karena waktu itu ada konflik antara Muhaimin Iskandar dengan Gus Gur, tokoh PKB,” ungkap Qodari.

Karena itu, Qodari berharap kisruh Partai Demokrat segera ditangani secara serius sehingga gejolak-gejolak yang ada, tidak berkepanjangan dan mendalam. Meskipun, isu kudeta atau kongres luar biasa (KLB) masih kabur, namun, Qodari mencermati bahwa isu tersebut berlangsung lama dan kian hari makin bertambah muncul wajah-wajah baru yang menyuarakan KLB.

“Ini ternyata berlangsung cukup lama, ternyata ini api yang besar dan saya melihat, pemainnya makin hari makin tambah. Kemudian ada wajah-wajah baru yang muncul ikut menyuarakan KLB. Ini mengindikasikan persoalannya serius. Apalagi kemudian SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) mengatakan dirinya turun gunung. Itu menunjukkan apinya terlalu besar untuk dipadamkan oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sehingga SBY turun gunung,” pungkas Qodari.



Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


POLITIK | 28 Februari 2021

POLITIK | 28 Februari 2021

POLITIK | 27 Februari 2021

POLITIK | 27 Februari 2021

POLITIK | 27 Februari 2021

POLITIK | 27 Februari 2021

POLITIK | 27 Februari 2021

POLITIK | 27 Februari 2021

POLITIK | 26 Februari 2021

POLITIK | 26 Februari 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Satgas Covid-19 Kota Bekasi Menandai Rumah Warga Jalani Isolasi Mandiri

#2
Ini Perbedaan Tempat Tidur Isolasi dan Intensif bagi Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

#3
Israel Kembali Gempur Gaza Balas Balon Api dari Palestina

#4
3 Dosen UNS Meninggal Akibat Covid-19, Jamal Wiwoho: Mereka Dosen Terbaik

#5
Fuad Alkhar Meninggal karena Positif Covid-19

#6
90% Nakes Kudus yang Dilindungi Vaksin Sembuh dari Covid-19

#7
Kasus Wanaartha, Saksi Ahli: Barang Bukti Milik Pemegang Polis

#8
Watubun: Tak Benar PDIP Bolehkan Ganjar Maju Pilpres dari Parpol Lain

#9
Keberadaan Covid-19 Varian Delta Ancam Keselamatan Manusia

#10
Kemkes: Pasien Terinfeksi Varian Baru Tidak Memiliki Gejala Khusus

TERKINI


BOLA | 19 Juni 2021

NASIONAL | 19 Juni 2021

KESEHATAN | 19 Juni 2021

BOLA | 19 Juni 2021

NASIONAL | 19 Juni 2021

HIBURAN | 18 Juni 2021

MEGAPOLITAN | 18 Juni 2021

BOLA | 18 Juni 2021

NASIONAL | 18 Juni 2021

BOLA | 18 Juni 2021