Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Gubernur Lemhannas: Kalau Bukan Kita yang Menghormati Konstitusi, Siapa Lagi?

Selasa, 15 Juni 2021 | 18:50 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR
Presiden kelima Indonesia Megawati Soekarnoputri (kiri), bersama Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo (kanan) sesaat sebelum peresmian patung Bung Karno di halaman depan kantor Lemhanas, Jakarta, Kamis, 20 Mei 2021.

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Lemhannas Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengajak seluruh anak bangsa untuk memperkuat karakter kebangsaan demi pengembangan pertahanan dan keamanan nasional. Menurut Agus, konstitusi dan turunan peraturan perundang-undangan adalah wujud kesepakatan bangsa.

“Oleh karena itu, siapa lagi yang menghargainya kalau bukan kita sendiri yang sudah menyepakati konstitusi dan lembaga itu,” kata Agus dalam webinar Pra-Kongres IV Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI), Selasa (15/6/2021).

Webinar itu bertema “Pertahanan Negara dan Keamanan Nasional: Strategi, Kebijakan dan Pembangunan yang Sesuai dengan Karakter Bangsa”. Menurut Agus, komitmen dan konsistensi untuk menegakkan konstitusi merupakan wujudan penanaman karakter bangsa.

Selain itu, diperlukan juga komitmen dan konsistensi untuk mendukung peran dan kewenangan konstitusional aparat pelaksana fungsi dalam sistem pertahanan dan keamanan nasional.

“Agar kita bisa mempercepat masa transisi demokrasi dengan menggelar penataan baru, meninggalkan yang lama agar transisi bisa segera,” ucap Agus.

Menurut Agus, tantangan secara umum saat ini adalah untuk mengambil nilai hakiki dari berbagai wujud tatanan yang kita warisi dari masa lalu.

“Kita harus cari bentuknya dalam nilai instrumental implementasi secara kontekstual kekinian,” kata Agus.

Sementara itu Juru Bicara Badan Intelijen Negara (BIN), Wawan H Purwanto menyatakan lembaga pemerintahan terkait komunikasi publik wajib bekerja keras dan bersama untuk lebih mengoptimalkan sosialisasi mengenai pentingnya pertahanan dan keamanan bangsa dan negara.

Menurut Wawan, evaluasi semua lini memang harus dilakukan. Berbagai peralatan juga harus di-upgrade sehingga bisa sesuai dengan tantangan kekinian.

“Misalnya soal satelit, kita jangan sampai bergantung deengan satelit negara lain. Ini penting sehingga semua pihak bisa memberikan kontribusinya,” kata Wawan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


POLITIK | 27 September 2021

POLITIK | 27 September 2021

POLITIK | 27 September 2021

POLITIK | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

POLITIK | 27 September 2021

POLITIK | 27 September 2021

POLITIK | 27 September 2021

POLITIK | 26 September 2021

POLITIK | 26 September 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Ditabrak Bus yang Melaju Kencang, Wanita Pengendara Motor Tewas di Bogor

#2
PS Pati Kalah Lawan Persis di Liga 2, Ini Kata Atta Halilintar

#3
Imbal Hasil SUN Diproyeksi Naik Dipengaruhi Sentimen Tapering The Fed

#4
BPN: Pemilik Lahan Garap Hanya Boleh Menggarap, Tidak Mendirikan Bangunan

#5
Lamongan Dipilih Jadi Pilot Project Penanganan Kemiskinan Ekstrem Nasional

#6
Dua Ormas Bentrok di Perbatasan Cianjur-Sukabumi, Satu Tewas

#7
Hasil Sementara Pemilu Jerman: Partai Merkel Kalah Tipis

#8
Ini Alasan Bupati Bogor Bersikukuh Bangun Jalur Puncak 2

#9
Luhut: Biar Semua Dibuktikan di Pengadilan

#10
Luhut Jalani Pemeriksaan Terkait Laporannya soal Pencemaran Nama Baik

TERKINI


BERITA GRAFIK | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

MEGAPOLITAN | 27 September 2021

EKONOMI | 27 September 2021

KESEHATAN | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 27 September 2021

NASIONAL | 27 September 2021

BERITA GRAFIK | 27 September 2021