Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Hasil Survei Indikator, Mayoritas Publik Sepakat UUD 1945 Masih Sesuai untuk Indonesia

Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:30 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR
Burhanuddin Muhtadi.

Jakarta, Beritasatu.com - Hasil survei Indikator menemukan mayoritas masyarakat bersepakat UUD 1945 masih sesuai untuk Indonesia. Sebanyak 88 persen responden menyatakan UUD 1945 merupakan dasar negara yang paling sesuai untuk Indonesia. Hanya 6,8 persen yang menyatakan perlu diganti. 5,3 persen tidak tahu atau tidak menjawab.

“Mayoritas publik, merasa UUD 1945 merupakan dasar negara yang paling sesuai untuk Indonesia,” kata Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi dalam temuan survei Indikator sebagaimana dikutip Beritasatu.com, Kamis (14/10/2021).

Advertisement

Kebanyakan responden juga menilai bahwa UUD 1945 tidak boleh diubah sama sekali, karena mampu memenuhi perkembangan kebutuhan bangsa selamanya. Jumlahnya 49,1 persen. Sementara, sebesar 28,2 persen menyatakan beberapa pasal UUD 1945 boleh diubah untuk menyesuaikan dengan perkembangan kebutuhan bangsa. Lalu, 13,8 persen menyatakan seluruh pasal boleh diubah demi menyesuaikan dengan perkembangan.

Uniknya, survei juga menemukan 62,9 persen responden tak tahu bahwa UUD 1945 sudah diamendemen sebanyak empat kali. Di tataran responden elite, sebanyak 28,1 persen menyatakan sudah saatnya melakukan amendemen UUD 1945. Dibanding publik biasa, hanya 18,8 persen yang menyatakan hal senada.

Sebanyak 69 persen responden elite menyatakan tidak saatnya melakukan amendemen pada saat ini, berbanding 55 persen responden publik. “Mayoritas elite menilai belum saatnya dilakukan kembali perubahan terhadap UUD 1945. Di kalangan Publik mayoritas juga menilai belum saatnya, namun lebih rendah,” demikian hasil survei.

Temuan lainnya, kebanyakan elite dan publik menilai jika perlu dilakukan kembali amendemen, maka dilakukan terhadap pasal/aturan tertentu sesuai kebutuhan. Namun, cukup banyak juga yang menilai tidak bisa dilakukan terhadap satu pasal saja, karena saling terkait dengan pasal yang lain.

Mayoritas publik, atau 70,1 persen menilai amendemen UUD 1945 dapat dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), tetapi harus mendengar aspirasi warga terlebih dahulu. Ketika spesifik mengenai PPHN, 56,2 persen responden elite menyatakan PPHN diperlukan, berbanding 42,5 persen yang menyatakan tidak diperlukan.

Ketika ditanyakan cara mewujudkan PPHN, 22 persen responden elite, dan 34,5 persen responden publik menyatakan lewat amendemen UUD 1945. Sementara 37,2 persen responden elite dan 32 persen responden publik tetap menyatakan tidak perlu amendemen, tetapi cukup melalui undang-undang (UU) biasa saja.

Dan 31,9 persen responden elite menyatakan PPHN cukup melalui Ketetapan MPR, bersama dengan 23,7 persen responden publik. “Mayoritas atau 86,6 persen responden elite menilai perumusan pokok-pokok haluan negara harus mendengar aspirasi warga terlebih dahulu sebelum dibawa ke sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Di kalangan publik juga kebanyakan menilai sama, tetapi lebih rendah yakni 70,7 persen,” demikian rilis survei itu.

Survei publik dilaksanakan pada 2-7 September 2021, dengan jumlah sampel 1.220 orang. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan plus minus 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Sementara responden survei pemuka opini nasional dan daerah (provinsi) menjangkau 313 orang dari 16 wilayah di Indonesia. Mereka terdiri dari tokoh yang memiliki informasi lebih luas dibandingkan masyarakat umum.

Pemilihan responden tidak dilakukan secara random, tetapi secara purposif. Hasil survei ini lebih mencerminkan penilaian responden, dan bukan populasi seluruh pemuka opini di Indonesia. Wawancara dilakukan baik secara tatap muka dengan prokes yang ketat maupun melalui Zoom pada 1-30 September 2021.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


POLITIK | 27 November 2021

POLITIK | 27 November 2021

POLITIK | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
2 Wakil Thailand Raih Tiket Final Indonesia Terbuka

#2
Ini Video Mobil Salto Sean-Bamsoet di Meikarta Sprint Rally

#3
Kondisi Terkini Kabag Ops Ditlantas Korban Pemukulan PP

#4
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#5
Kementerian PUPR: Ini Cara Kerja Tol Nirsentuh MLFF

#6
Alami Insiden Saat Reli di Meikarta, Bamsoet Baik-baik Saja

#7
Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 November 2021

#8
Jojo Gagal Tumbangkan Juara Olimpiade

#9
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

#10
Mobil Ringsek, Bamsoet: Allah Masih Melindungi Saya dan Sean

TERKINI


BOLA | 27 November 2021

KESEHATAN | 27 November 2021

POLITIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

MEGAPOLITAN | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

DIGITAL | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021

BOLA | 27 November 2021

OLAHRAGA | 27 November 2021