Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved

Nurul Arifin Sebut 3 Persoalan Besar Harus Diselesaikan di Pemilu 2024

Kamis, 21 Oktober 2021 | 22:21 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / JEM
Nurul Arifin.

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Golkar Nurul Arifin memprediksi ada tiga problematik atau persoalan besar yang harus segera diselesaikan terkait kepastian hukum pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) serentak 2024.

Advertisement

“Problem pertama adalah soal keserentakan dari pemilu dan pilkada itu sendiri,” kata Nurul Arifin dalam webinar bertajuk “Sengkarut Jadwal Pemilu 2024: Ada Apa? yang digelar secara daring oleh Pemuda Katolik, Kamis (21/10/2021).

Problem kedua, lanjut Nurul, terkait hak politik peserta pemilu, terutama menyangkut legal standing dari peserta pemilu untuk mengajukan pasangan calon di pilkada. Problem ketiga, menyangkut beratnya beban teknis penyelenggaraan pemilu di lapangan.

“Oleh karena itu, ketiga problematik ini harus kita lihat dari hasil evaluasi Pemilu 2019 untuk perbaikan Pemilu 2024,” ujar Nurul Arifin.

Hasil evaluasi tersebut, Nurul mengungkapkan ada beban berat bagi penyelenggaraan pemilu yang harus menyelenggarakan pemilihan dengan 7 jenis pemilu pada tahun yang sama (2024), yakni pemilihan presiden, pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, pemilihan gubernur, dan pemilihan wali kota/bupati.

“Pengalaman di Pemilu 2019 harus diperhitungkan, ketika faktor kelelahan dan sakit bawaan membuat 894 petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dan 5.157 petugas KPPS sakit,” terang Nurul Arifin.

Karena itu, lanjut Nurul, jika 2024 nanti pemilu dipastikan digelar serentak, ada baiknya dalam rekrutmen badan ad hoc, seperti PPK, PPSM Pantarlih, KPPS, KPU menambahkan syarat minimal usia di bawah 50 tahun seperti yang telah dilakukan saat Pilkada 2020 lalu.

“Atau bisa saja, jika memungkinkan, kan anggarannya saya lihat besar sekali yang diajukan untuk 2024, maka bukan tidak mungkin jika petugas di pilkada dibedakan dengan pileg dan pilpres,” jelas Nurul Arifin.

Untuk itu, Nurul Arifin meminta generasi muda, termasuk pemuda Katolik, untuk melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan Pemilu 2024. Salah satunya, mereka aktif di lembaga penyelenggaraan dan pengawasan pemilu agar mengetahui proses jalannya demokrasi.

Kemudian berpartisipasi aktif di organisasi masyarakat sipil yang independen di luar lembaga penyelenggaraan pemilu untuk mengontrol jalannya demokrasi yang berkualitas.

“Terlibat sebagai warga negara untuk berpartisipasi dalam sosialisasi dan pengawasan penyelenggaraan pemilu,” ungkap Nurul Arifin.

Para generasi muda, diharapkannya mampu menjaga stabilitas sosial politik dengan tidak terpengaruh polarisasi politik dan menjaga perdamaian di lingkungan. Karena, partisipasi dan keterlibatan pemuda dalam pengawalan demokrasi di Indonesia, bisa menjadi modal untuk membentuk ekosistem demokrasi yang sehat.

Dengan modal besar tersebut, kata Nurul, pemuda tentu akan menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas, berintegritas dan bermartabat. Tidak hanya itu, pemuda harus tampil sebagai penjaga demokrasi, menghormati hak dan kewajiban orang lain, menghargai perbedaan pilihan dan tidak terjebak dalam pragmatism politik.

“Saya berharap, pemuda-pemuda Katolik dan umat Katolik dapat menjaga netralitas, yang tidak kemudian mengkristal,” tutur Nurul Arifin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


POLITIK | 27 November 2021

POLITIK | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

POLITIK | 26 November 2021

BERITA TERPOPULER


#1
Christiansen/Boje, Mimpi Buruk 3 Ganda Campuran Indonesia

#2
Mudik Natal dan Tahun Baru Ditiadakan

#3
Bamsoet: FEO Berharap Bertemu Jokowi atas Permohonan Anies

#4
Salah Strategi, Fajar/Rian Kalah

#5
Ini Besaran APBD DKI dari Tahun ke Tahun di Era Anies

#6
Terlambat Batasi Perjalanan, Omicron Terdeteksi di 4 Negara

#7
Respons PDIP soal Bamsoet dan Sahroni Jadi Panitia Formula E

#8
PD: Kami yang Pertama Tolak UU Cipta kerja

#9
Ini Jadwal 3 Wakil Indonesia di Semifinal Indonesia Terbuka

#10
Varian Omicron, Ratusan Penumpang Afsel Tertahan di Schiphol

TERKINI


EKONOMI | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BOLA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

BERITA GRAFIK | 27 November 2021

DUNIA | 27 November 2021

NASIONAL | 27 November 2021