Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Baleg DPR: UU Cipta Kerja Masih Berlaku sampai 2 Tahun

Sabtu, 27 November 2021 | 23:41 WIB
Oleh : FFS
Politikus Partai Golkar, Christina Aryani.

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR Christina Aryani menegaskan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau UU Cipta Kerja tetap berlaku sampai batas waktu mengubah UU itu berakhir dalam waktu dua tahun ke depan sebagaimana putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

"Supaya publik jangan salah persepsi, seolah-olah putusan MK ini menyatakan bahwa aturan pelaksanaan UU Cipta Kerja tidak berlaku. Ini yang perlu diluruskan," kata Christina sebagaimana dikutip dari siaran tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (27/11/2021).

Advertisement

Ia menyampaikan keterangan itu demi meluruskan persepsi sejumlah pihak yang menyebut bahwa UU Cipta Kerja tidak lagi berlaku setelah majelis hakim MK memutuskan beleid itu sementara inkonstitusional sampai adanya revisi dalam waktu dua tahun.

Christina kembali menegaskan putusan MK, yang menyebut UU Cipta Kerja inkonstitusional, tidak tepat jika dipahami sebagai pembatalan undang-undang.

"Putusan MK tidak membatalkan UU Cipta Kerja dan (majelis hakim MK) menyatakannya tetap berlaku sampai dilakukan perbaikan pembentukannya sesuai dengan tenggat waktu revisi selama dua tahun," katanya.

Dengan demikian, tegasnya, persepsinya harus jelas dulu sehingga jangan sampai keliru. Christina juga mendorong pemerintah segera berkomunikasi dengan DPR untuk membahas revisi UU Cipta Kerja.

“Ini tentu harus segera dilakukan,” katanya.

Anggota Baleg DPR lainnya, Firman Soebagyo menyampaikan revisi UU yang diperintahkan oleh MK merupakan peristiwa yang cukup umum terjadi.

“Persoalannya sederhana, yang dianggap inkonstitusional itu yang omnibus law, sekarang bagaimana membuat (itu jadi) konstitusional, (yaitu) UU Nomor 12/2011 direvisi. Itu saja,” kata Firman.

Ia berpendapat jika UU Cipta Kerja telah diperbaiki, maka persoalannya pun selesai.

“Tinggal penyempurnaan dari redaksional, tidak mengubah pasal. Hanya redaksional sama prosedurnya,” sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Firman meyakini pembentukan UU Cipta Kerja telah dilakukan sesuai prosedur karena telah melewati tahapan penyusunan naskah akademik, pandangan undang-undang dan ada surat presiden (surpres).

Menurut Firman, UU Cipta Kerja punya peranan penting buat perekonomian. Ia pun khawatir putusan MK dapat membuat para investor ragu-ragu menanamkan modalnya di Indonesia.

Walaupun demikian, Firman menyampaikan ia menghormati putusan Mahkamah Konstitusi.

Majelis hakim MK memutuskan UU Cipta Kerja bertentangan dengan UUD 1945. Dengan demikian, majelis hakim menerangkan UU Cipta Kerja tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat secara bersyarat.

Walaupun demikian, Ketua MK Anwar Usman saat membacakan putusan menyampaikan UU Cipta Kerja masih tetap berlaku sampai pemerintah dan DPR membuat perbaikan dalam waktu paling lama dua tahun.

Jika pemerintah dan DPR tidak membuat perbaikan itu, maka UU Cipta Kerja akan inkonstitusional secara tetap atau permanen.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 20 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#2
Pemerintah Apresiasi Gereja Gelar Vaksinasi Booster

#3
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Polisi Tetapkan Sopir Truk Tersangka

#4
Update Kecelakaan Maut di Balikpapan: 4 Meninggal dan 1 Kritis

#5
87 Jemaah Umrah Positif Covid-19, 10 Probable Omicron

#6
Warga Bekasi Minta Pemkot Perbaiki Drainase di Jalan Kemakmuran

#7
Cuaca Ekstrem Berpotensi Landa 21 Wilayah

#8
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Banyak Pihak yang Dinilai Bertanggung Jawab

#9
Piala Asia Wanita: Indonesia Dibantai Australia 0-18

#10
Menkes: Waspada Penularan Omicron

TERKINI


MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

OLAHRAGA | 22 Januari 2022

KESEHATAN | 22 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

BOLA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

OLAHRAGA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

BOLA | 22 Januari 2022