Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Jadi Anggota Banser, Erick Thohir Komitmen Jihad untuk NKRI

Selasa, 30 November 2021 | 15:06 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD
Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Rahmat Hidayat Pulungan.

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan siap mewakafkan pikiran, energi dan kemampuan untuk NKRI. Hal itu ditegaskan Erick usai resmi bergabung dan menjadi Anggota Kehormatan Barisan Serba Guna Nahdlatul Ulama atau Banser NU, Minggu (28/11/2021).

Erick mengatakan bahwa selama ini GP Ansor dan Banser telah berkomitmen jihad untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Badan Otonom dari Nahdlatul Ulama (NU) itu juga dia nilai menjunjung tinggi keberagaman dan perbedaan yang menjadi kekuatan bagi Indonesia.

Advertisement

“Kadang-kadang kita sering bertanya siapa kita, kalau kita lihat dari masing-masing individu pun bertanya demikian, bahwa dengan keberagaman kita, perbedaan kita itulah kekuatan kita, bahkan itu masuk ke darah kita darah orang tua kita, darah nenek kita atau pun darah anak kita. Kita harus pastikan bahwa NKRI adalah harga mati," kata Erick.

Menurut Erick, selama ini Banser telah berkomitmen jihad untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU) itu juga dia nilai menjunjung tinggi keberagaman dan perbedaan yang menjadi kekuatan bagi Indonesia.

"Banser berkomitmen jihad untuk NKRI, menjunjung tinggi keberagaman dan perbedaan yang menjadi kekuatan bagi Indonesia. Insyaallah, saya akan mewakafkan pikiran saya, energi saya, kemampuan saya untuk kebenaran dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Rahmat Hidayat Pulungan mengkonfirmasi atas bergabungnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi keluarga besar Nahdlatul Ulama dalam wadah GP Ansor.

Menurut Rahmat, Banser merupakan lembaga semi-otonom dari Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang merupakan organisasi yang bergerak di bidang kepemudaan keagamaan memiliki konsen melawan gerakan-gerakan radikalisme dan intoleransi. Mengembangkan Islam yang ramah dan mempunyai spirit Pancasila dan Kebangsaan.

Komitmen jihad untuk NKRI yang disampaikan Erick Thohir menurut Rahmat merupakan satu nafas dengan perjuangan GP Ansor dan Banser, baik persoalan radikalisme dan terorisme, maupun soal ekonomi, kemiskinan dan kesejahteraan.

“Kalau ada persoalan radikalisme, ada persoalan terorisme di lingkungan BUMN, sementara Ansor Banser konsen untuk melawan gerakan-gerakan separatisme terorisme dan kekerasan. Kalau nanti diminta Ansor Banser menjadi bagian untuk mengembangkan Islam yang ramah, Islam yang punya spirit Pancasila dan kebangsaan,” ujar Rahmat

Rahmat yakin dengan melihat sosok Erick Thohir yang juga memiliki latar belakang pengusaha sukses, ia dapat mengatasi persoalan kemiskinan dan kesejahteraan.

Melalui berbagai program yang ada di BUMN seperti dukungan pendanaan pada sektor bisnis berbasis digital terhadap perusahaan rintisan atau starup Indonesia, serta pemberdayaan masyarakat salahsatunya lewat program PNM Mekaar.

“Ansor dan Banser itu gudangnya SDM unggul di lingkungan NU. Tempat kumpulnya anak-anak muda NU yang progresif, profesional dan berkualitas. Kekuatan Erick sebagai Menteri BUMN dan pengusaha nasional pasti punya dampak besar untuk percepatan gerakan Ansor dan Banser tentu untuk Indonesia juga akhirnya,” tegasnya.

Rahmat menambahkan, Banser adalah organisasi yang banyak berbuat untuk kebaikan orang banyak, sehingga sosok Erick Thohir memiliki potensi besar untuk menyalurkan energinya supaya mengurai permasalahan-permasalahan Kemanusiaan dan Kebangsaan melalui Banser.

“Pak Erick ini kan potensinya besar ya, Pak Erick ini kan aset lah ya buat kita generasi muda di Indonesia, kemudian kalau dia memberikan energinya untuk masalah-masalah Kemanusiaan Kebangsaan melalui Ansor Banser gak ada masalah.” Ungkapnya.

Menurutnya, kinerja Erick Thohir selama dua tahun menjadi Menteri BUMN memiliki kinerja yang bagus dan terukur dalam melakukan transformasi di BUMN.

Rahmat berpesan, agar mantan Bos Inter Milan itu tetap menjaga dan terus meningkatkan kinerjanya, sebab ketika sudah menjadi anggota kehormatan Banser harus juga menjaga nama baik keluarga besar Banser dan Ansor.

“Menurut saya Pak Erick Thohir itu menjadi punya tanggung jawab moral hari ini, karena dia sudah menjadi anggota kehormatan Banser, jadi kalau dia berbuat salah jadi beban moral, dia harus menjaga nama baik Banser dan Ansor,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA


POLITIK | 18 Januari 2022

POLITIK | 18 Januari 2022

POLITIK | 18 Januari 2022

NASIONAL | 18 Januari 2022

POLITIK | 18 Januari 2022

POLITIK | 18 Januari 2022

POLITIK | 18 Januari 2022

POLITIK | 18 Januari 2022

POLITIK | 18 Januari 2022

POLITIK | 18 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Sosok Bendahara DPC Demokrat yang Tampung Suap Bupati Penajam Paser Utara

#2
IKN Sah Jadi Undang-Undang

#3
Ini Tanggapan Ahli Psikologi Forensik atas Vonis Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie

#4
Gandeng Ghozali, Tokocrypto Siap Tumbuhkan Konten Kreator Lokal

#5
Fraksi PKS Tolak RUU IKN, Ini Alasannya

#6
KPK Ingatkan para Saksi Kasus Korupsi Bekasi untuk Kooperatif

#7
Nusantara Jadi Nama Ibu Kota Baru, DPD Minta Pemerintah Berikan Penjelasan

#8
Emirsyah Satar Dinilai Diperlakukan Tak Adil Soal Dugaan Korupsi Garuda

#9
Masyarakat Tidak Bisa Pilih Merek Vaksin Booster

#10
Studi: Dosis Keempat Vaksin Pfizer Gagal Tangkal Omicron

TERKINI


NASIONAL | 18 Januari 2022

BOLA | 18 Januari 2022

EKONOMI | 18 Januari 2022

DUNIA | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

POLITIK | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

MEGAPOLITAN | 18 Januari 2022

POLITIK | 18 Januari 2022

DUNIA | 18 Januari 2022