Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Presiden 2024, Arief Poyuono Masih Yakini Ramalan Jayabaya

Senin, 6 Desember 2021 | 14:56 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT
Arief Poyuono jadi salah satu narasumber dalam diskusi "Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah?", Minggu, 5 Desember 2021 sore.

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuono masih meyakini dan menggunakan ramalan dari Jongko Jayabaya sebagai patokan dalam membaca siapa sosok pengganti Presiden Joko Widodo atau Jokowi di 2024.

Arief mengaku masih meyakini Jongko Jayabaya sebuah ramalan dari Raja Kediri, Prabu Jayabaya (1135-1157 M). Di mana dalam Jangka Jayabaya tersebut memberikan petunjuk pemimpin memiliki nama dengan akhiran yang jika diakronimkan menjadi "Notonegoro" yang akan memimpin Indonesia.

Advertisement

"Kalau masih bingung, ya namanya Notonegoro bisa jadi presiden di akhirannya (namanya)," kata Arief dalam diskusi "Mungkinkah Capres Teratas Versi Survei Berubah?" yang diselenggarakan oleh Total Politik di Warung Upnormal Raden Saleh Jakarta Pusat, Minggu (5/12/2021) sore.

Menurut Arief, dalam ramalan Jayabaya atau biasa disebut Jongko Joyoboyo disebutkan pemimpin Indonesia adalah mereka yang mempunyai nama dengan akhiran Notonegoro. Dalam serat Jongko Jayabaya yang ditulis oleh Prabu Jayabaya tersebut, terdapat perhitungan atau ramalan mengenai pemimpin di Indonesia yang terkandung dalam kata ‘Notonegoro’.

“Noto” memiliki arti menata dan “Negoro” memiliki arti negara. Ramalan Jangka Jayabaya ini hidup dalam kosmologi politik Jawa seiring dengan kepercayaan Mesianistik atau Ratu Adil yang disebut masyarakat Jawa sebagai Satria Piningit.

Arief menyebut akhiran No merujuk pada Soekarno, To pada Soeharto, kemudian No yang kedua melekat pada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sementara BJ Habibie, Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Megawati Sukarnoputri tidak masuk dalam hitungan karena mereka tidak sampai lima tahun memimpin.

Sosok yang kemudian masuk ramalan kembali kepada No karena yang menjadi presiden setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jokowi yang punya nama kecil Mulyono.

"Jokowi saat lahir nama aslinya Mulyono. Namun ibunya lalu mengganti nama jadi Joko Widodo. Jadi Jokowi masuknya di No, Mulyono," kata Arief dalam keterangannya yang diterima Beritasatu.com, Senin (6/12/2021).

Berdasarkan urutan Notonegoro dari Jangka Jayabaya tersebut, setidaknya kata Arief ada tiga nama Ganjar Pranowo, Airlangga Hartarto, dan Gatot Numantyo. Dari tiga nama, ada dua yang masuk radar calon presiden potensial menurut survei.

"Hanya dua tokoh yang masuk Jongko Joyoboyo, Notonogoro sebagai penerus Jokowi. Yaitu Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto," ujar Arief.

Arief bahkan mengatakan baik Ganjar dan Airlangga juga telah memenuhi syarat berikutnya sebagai presiden yakni harus orang Jawa, lahir di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Jadi seperti itu. Saya bukan nggak percaya sama lembaga survei, saya sangat percaya lembaga survei. Tetapi saya juga mempercayai berkah kata-kaya leluhur orang Jawa, dan harus Jawa," kata Arief.

Oleh karenanya Arief yakin selain kedua nama itu akan sulit menjadi presiden karena disebutnya berada di luar Jongko Joyoboyo. Apabila bukan Ganjar atau Airlangga yang jadi presiden, maka kemungkinan Jokowi kembali akan menjadi presiden karena menggenapi Notonegoro dari Jangka Jayabaya.

"Kalau Ganjar atau Airlangga tidak bisa, Jokowi lagi tiga periode. Sekarang kan kita mau ada presiden tiga periode, masih ada pendukungnya, kemungkinan bisa terjadi. Kalau di amandemen, presiden boleh tiga periode" kata Arief.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA


POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 21 Januari 2022

POLITIK | 20 Januari 2022

BERITA TERPOPULER


#1
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Mabes Polri Kirim Tim Pengusut

#2
Update Covid-19: Waspada, Kasus Harian Kembali Tembus 2.000

#3
Kecelakaan Maut di Balikpapan, 5 Tewas di Tempat Belasan Luka Berat

#4
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Sopir Truk Langgar Larangan Melintas

#5
KPK Panggil 3 Lurah Terkait Kasus Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

#6
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Anggota DPR: Tindak Tegas Sopir dan Pemilik Truk

#7
Simpang Rapak Balikpapan Rawan Kecelakaan, Pemda Didesak Bangun Fly Over

#8
Pemerintah Apresiasi Gereja Gelar Vaksinasi Booster

#9
Kecelakaan Maut di Balikpapan, Polisi Tetapkan Sopir Truk Tersangka

#10
Update Kecelakaan Maut di Balikpapan: 4 Meninggal dan 1 Kritis

TERKINI


MEGAPOLITAN | 22 Januari 2022

BOLA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

OLAHRAGA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

BOLA | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

NASIONAL | 22 Januari 2022

KESEHATAN | 22 Januari 2022