Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

DPR Sepakati Nusantara Jadi Nama IKN dengan Status Pemda Khusus

Senin, 17 Januari 2022 | 16:38 WIB
Oleh : Yusttinus Paat / FFS
Wakil Panitia Khusus RUU IKN Saan Mustopa.

Jakarta, Beritasatu.com - DPR telah menyepakati Nusantara sebagai nama ibu kota negara (IKN) baru sebagaimana usulan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Nama Nusantara ini disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa dalam rapat panitia kerja dengan DPR di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (17/1/2022).

"Jadi bisa kita sepakati ya Pasal 1 Nomor 2 (RUU IKN), jadi Ibu Kota Negara Nusantara yang selanjutnya disebut sebagai Ibu Kota Negara Nusantara," ujar Wakil Ketua Pansus RUU IKN Saan Mustopa dalam rapat tersebut.

Selain itu, DPR juga menyepakati status IKN baru adalah pemerintahan daerah yang bersifat khusus setingkat provinsi. Wilayahnya, kata Saan, menjadi tempat kedudukan ibu kota negara sebagaimana ditetapkan dengan RUU IKN.

"... Pemerintahan daerah khusus setingkat provinsi, itu kan sudah oke semua, nah mau saya ini kita sepakati dulu, kita ketok, nah pemerintah nanti memberikan penjelasan," kata Saan.

Sebelumnya, Suharso Monoarfa mengungkapkan nama Ibu Kota negara (IKN) baru pilihan Presiden Joko Widodo. Berdasarkan hasil komunikasi, kata Suharso, nama yang dipilih Jokowi adalah Nusantara.

"Beliau (Jokowi) mengatakan ibu kota negara ini namanya Nusantara," ujar Suharso di rapat panitia kerja dengan Pansus IKN di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senin (17/1/2022) .

Suharso menjelaskan alasan Jokowi memberikan nama Nusantara untuk IKN baru. Menurut dia, nama tersebut menggambarkan Indonesia dari dulu sampai sekarang.

"Alasannya adalah Nusantara sudah dikenal sejak dulu dan ikonik di internasional, mudah dan menggambarkan kenusantaraan kita semua, Republik Indonesia, dan saya kira kita semua setuju dengan istilah Nusantara itu," terang Suharso.

Lebih lanjut, Suharso mengatakan nama Nusantara untuk IKN baru tersebut sebenarnya sudah dimasukkan dalam surpres RUU IKN yang dikirim pemerintah kepada DPR pada 29 September 2021 lalu. Namun, nama tersebut, kata dia, ditahan dan baru dikonfirmasi lagi pada Jumat (14/1/2022).

"Dan ini saya baru mendapatkan konfirmasi langsung dan perintah langsung dari Bapak Presiden itu pada hari Jumat. Jadi ini sekarang hari Senin, pada hari Jumat lalu," kata Suharso.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI