SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Taekwondo Indonesia Kenalkan Sistem Digital Pembinaan dan Keanggotaan

Kamis, 7 Juli 2022 | 09:32 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / JAS
Menpora Zainudin Amali bersama Ketua Umum PBTI, HM Thamrin Marzuki meluncurkan Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS) di Ritz Charlton, Jakarta, Rabu, 6 Juli 2022.

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) secara resmi meluncurkan aplikasi Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS). Ini digunakan sebagai database keanggotaan dan melihat sejauh mana populasi dan perkembangan pembinaan taekwondo Indonesia.

Prosesi peluncuran aplikasi TIIS tersebut, dihadiri seluruh pengurus provinsi Taekwondo Indonesia.

Advertisement

Ketua Umum PBTI, HM Thamrin Marzuki mengatakan, aplikasi TIIS merupakan langkah strategis yang dilakukan oleh PBTI. Aplikasi TIIS tersebut, digunakan untuk antara lain, sebagai basis data keanggotaan taekwondo, dan melihat sejauh mana populasi dan perkembangan olahraga ini Indonesia.

"TIIS menjadi sarana informasi bagi atlet, pelatih maupun wasit, untuk mengetahui data kuantitatif serta analisis sumber daya Taekwondo Indonesia," kata Thamrin di Jakarta, Rabu (6/7/2022).

Peluncuran aplikasi TIIS ini juga diapresiasi oleh pemerintah Indonesia, melalui Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali.

Menpora Amali menyebut, upaya yang dilakukan oleh pengurus Taekwondo Indonesia merupakan langkah strategis untuk pembinaan olahraga prestasi.

Menurut Amali, dengan adanya aplikasi tersebut dapat memudahkan pemantauan dalam pembinaan para atlet di daerah maupun yang berkecimpung dalam pemusatan latihan nasional (Pelatnas).

"Pemerintah sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Teakwondo Indonesia. Tadi kita sudah saksikan tentang peluncuran TIIS, saya kira ini satu cara kita untuk merubah paradigma tentang pembinanaan olahrga kita, khususnya olahraga prestasi," kata Amali.

Menpora juga turut mengimbau cabang olahraga olimpiade yang masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) untuk mengikuti jejak Taekwondo Indonesia.

Ia juga mengingatkan, tak selamanya cabang olahraga (cabor) yang berada di dalam DBON akan bertahan selamanya.

"Untuk cabor olimpade yang di DBON itu harus menunjukan prestasi, ini cara yang bagus, sehingga kita akan wajibkan mereka untuk menggunakan ini supaya kita bisa pantau. Karena saya sudah katakan dari awal akan ada sistem promosi dan degradasi," kata Amali.

"Tidak selamanya cabor yang ada sebagai cabor unggulan akan berada di dalam DBON, tidak. Oleh karena itu kita bantu dengan apa yang dilakukan oleh Taekwondo ini, kita akan minta, dan kita akan tunjukan untuk lakukan, cara yang baik. Jadi mau enggak mau, harus melakukan itu," lanjutnya.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman juga mengatakan hal serupa dengan Menpora Amali.

Menurutnya, langkah yang dilakukan PBTI dapat memudahkan KONI pusat untuk memantau prestasi oleh para atlet.

Marciano pun berharap, banyak olahraga lainnya dapat menyusul langkah yang sudah dimulai oleh Taekwondo Indonesia dalam upaya digitalisasi sistem olahraga.

"Saya rasa terobosan yang dilakukan PBTI itu akan memudahkan KONI pusat dalam memantau prestasi mereka," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI