Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved

Fadia Sempat Ditawari untuk Mundur dari Final Singapore Open

Minggu, 17 Juli 2022 | 16:39 WIB
Oleh : Bernadus Wijayaka / BW
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti

Jakarta, Beritasatu.com – Di balik garangnya tampil di final turnamen bulutangkis Singapore Open 2022, ada cerita menarik dari ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti. Pasangan Apriyani Rahayu itu ternyata mengalami cedera di tumit kirinya. Pelatihnya, Eng Hiang, sempat menawarinya untuk mundur dari final turnamen bulutangkis Singapore Open 2022.

Namun, Fadia punya tekad untuk terus bermain di final dan menjuarai turnamen Super 500 tersebut.

“Senang dengan keberhasilan hari ini. Tadi pagi sempat ditanya Koh Didi (pelatih Eng Hian), mau mundur atau tetap main? Saya jawab tetap main, meski tumit kiri saya masih sakit. Saya ngotot dan memaksakan diri tetap main,” kata Fadia di Singapura, Minggu (17/7/2022).

Menurut Fadia, keinginannya untuk menjadi juara begitu besar, dan hal itu mampu mengalahkan rasa sakit. “Saat main, saya seperti tidak ingat kalau kaki saya sakit. Karena ingin menang sangat besar, rasa sakit itu seperti hilang,” katanya.

Kunci kemenangannya, adalah dari awal mereka sudah fokus satu demi satu angka, dan terus menekan. “Lawan pun terpaksa mengikuti pola permainan kita. Selain itu, kami juga bisa membaca pola permainan yang dikembangkan kawan,” kata Fadia.

Kemenangan tersebut dia persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia yang terus mendukungnya. “Juga untuk pelatih, PBSI, orang tua dan keluarga. Terima kasih atas dukungannya, sehingga kami bisa juara,” ujarnya.

Apriyani Rahayu pun mengucapkan hal serupa. Menurutnya, dari awal, dia dan Fadia memiliki tekad yang sama, yaitu setiap tampil ingin jadi juara. “Tekad dan visi yang sama ini akhirnya membawa kami juara,” katanya.

Dari awal mulai berpasangan, dia terus berkomunikasi untuk menyamakan pola piker dengan Fadia. “Selalu saya samakan pola berpikir saya dan Fadia, sehingga pada akhirnya bisa terwujud di lapangan dengan tampil sebagai juara,” katanya.

Menurut Eng Hian, Apriyani/Fadia bermain sangat bagus. Dari awal, memang Apriyani/Fadia mengambil inisiatif menyerang.

“Mereka memegang kendali permainan terus. Dampaknya, lawan selalu tertekan dan hanya mengikuti pola permainan yang dikembangkan Apri/Fadia. Lawan tak berkembang permainannya,” katanya.

“Ke depan, mereka tetap harus lebih dipersiapkan lagi. Apalagi begitu banyak kejuaraan-kejuaraan besar menanti. Sebagai pasangan yang tengah naik performanya, tentu bakal lebih diwaspadai dan dimonitor lawan-lawan,” tambahnya.

Apriyani/Fadia di final menaklukkan pasangan Tiongkok, Zha Shu Xian/Zheng Yu dengan skor 21-14, 21-17.

Kemenangan ini mengulang keberhasilan Apriyani/Fadia yang juga mengalahkan Zhang Shu Xian/Zheng Yu di final Malaysia Open 2022 pekan lalu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA TERKAIT



BERITA LAINNYA












BERITA TERPOPULER


#1

#2

#3

#4

#5

#6

#7

#8

#9

#10

TERKINI