Ayah Sering Ganti Popok Anak, Ini Dampak Psikologisnya

Ayah Sering Ganti Popok Anak, Ini Dampak Psikologisnya
Ayah mengganti popok. ( Foto: She Knows )
Mutia Nugraheni / MUT Selasa, 1 April 2014 | 17:13 WIB

Ikatan emosional dengan anak penting untuk dibangun para orangtua sejak anak masih bayi. Penelitian menemukan, anak yang memiliki ikatan kuat dengan ibunya, memiliki imunitas dan intelegensia yang tinggi.

Dampak yang sangat positif, bukan? Lalu bagaimana ikatan emosinal dengan ayah. Efeknya juga tak kalah dahsyat. Menurut studi yang dipublikasi dalam Journal of Child Psychology and Psychiatry, anak yang dekat dengan ayahnya cenderung tak terlalu memiliki masalah dalam hal perilaku.

Peneliti dari Oxford University mencoba menganalisis 200 keluarga. Mereka menemukan anak yang sejak dilahirkan hingga berusia tiga bulan juga diurusi sang ayah, mulai dari mengganti popok, memandikan hingga mengajak bermain, cenderung lebih sedikit mengalami kecemasan dan sikap emosional seperti mengamuk ketika berusia satu tahun.

Kecenderungan ini terutama terlihat pada anak laki-laki. Pada anak perempuan efek ini juga muncul namun tak sebesar pada anak laki-laki. Dari wawancara yang dilakukan pada para ayah, mereka mengaku sering memandikan, mengganti popok atau memakaikan baju pada anak-anaknya selama beberapa kali dalam satu minggu. Membacakan cerita juga kadang dilakukan.

Dalam hal mengganti popok, ternyata menurut peneliti tercipta ikatan tersendiri. Pekerjaan ini bisa dibilang mudah dan membuat ayah menatap mata sang bayi secara dalam. Bisa juga disertai candaan, seperti menggelitik perut dan kaki. Ikatan emosi pun terbentuk scara lebih dalam.

"Mungkin hasil rekatan popoknya berantakan, namun ayah memiliki cara sendiri untuk membuat ikatan emosional dengan anak, jadi biarkanlah para ayah membangun ikatan tersebut dengan caranya, yang memang sangat berbeda dengan cara para ibu," kata peneliti.

Sumber: Shine