Permainan Anak-anak Konvensional Sulit Kalahkan Permainan Digital

Permainan Anak-anak Konvensional Sulit Kalahkan Permainan Digital
GummyBox, kotak berisi alat-alat kreativitas yang diklaim membantu merangsang kemampuan keterampilan tangan anak sekaligus edukatif. ( Foto: Beritasatu.com/Kharina Triananda )
Kharina Triananda Kamis, 29 Oktober 2015 | 21:24 WIB

Jakarta - Saat ini, mayoritas orangtua lebih memilih memberikan permainan digital atau perangkat elektronik kepada anak-anaknya. Demikian pula anak-anak, cenderung memilih permainan elektronik ketimbang permainan tradisional. Di tengah-tengah hal tersebut, pendiri merek alat main GummyBox, Audrey Irawan, justru menciptakan permainan konvensional.

"Kalau berkompetisi dengan aplikasi digital sepertinya sulit, karena mereka lebih mudah didapat di mana pun. Tetapi, kami mau memberikan pilihan lain dari cara bermain untuk anak-anak, bukan menggantikan game digital," ungkap Audrey pada jumpa pers peluncuran GummyBox di Jakarta, Kamis (29/10).

Jenis permainan yang ditawarkan Audrey, GummyBox, merupakan tipe konvensional yang didesain untuk mengasah keterampilan tangan dan kreativitas.

Hal senada juga diungkapkan presenter Nadia Mulya. Menurutnya, permainan konvensional yang mengasah kreativitas seperti yang dihadirkan GummyBox merupakan penyeimbang untuk anak-anak agar tetap bermain permainan konvensional yang edukatif.

"Walau sejak anak-anak saya masih kecil, saya berusaha membatasi mereka bermain gadget, tetapi saat sekarang, yang besar sudah kelas empat SD, ia pun banyak menggunakan komputer tabletnya untuk tugas sekolah, akhirnya juga bermain game," kata Nadia.

Sedangkan GummyBox, mendorong anak-anak untuk mengerjakan proyek keterampilan dari satu kotak dengan satu tema. Permainan ini dipesan dan akan kotaknya dikirim ke pelanggan per bulan.

"Anak-anak sekarang kadang lebih dimanja. Mau boneka atau mainan apa pun biasanya tinggal dibeliin saja oleh orangtuanya. Tetapi, kalau GummyBox ini, dia akan mengapresiasinya lebih," kata Nadia.

Hal itu dikarenakan, lanjut Nadia, untuk bisa bermain tema baru dari Gummybox mereka harus menunggu sebulan sekali. Selain itu, juga ada proses yang membuat anak-anak lebih menghargai mainannya karena mereka yang membuatnya sendiri.

Sumber: BeritaSatu.com
CLOSE