Menghitung Pangsa Pasar Grab di Indonesia
INDEX

BISNIS-27 510.175 (-17.99)   |   COMPOSITE 5783.33 (-162.95)   |   DBX 1064.04 (-3.52)   |   I-GRADE 168.858 (-6.35)   |   IDX30 499.932 (-20.46)   |   IDX80 131.904 (-5.05)   |   IDXBUMN20 373.781 (-16.94)   |   IDXG30 136.463 (-5.07)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-17.47)   |   IDXQ30 146.101 (-5.82)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.69)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.52)   |   IDXV30 127.988 (-5.61)   |   INFOBANK15 983.467 (-30.4)   |   Investor33 429.105 (-15.66)   |   ISSI 169.797 (-5.07)   |   JII 620.069 (-24.81)   |   JII70 213.196 (-7.42)   |   KOMPAS100 1177.3 (-40.52)   |   LQ45 920.112 (-35.48)   |   MBX 1606.46 (-51.44)   |   MNC36 321.125 (-12.05)   |   PEFINDO25 316.867 (-8.18)   |   SMInfra18 295.49 (-12.78)   |   SRI-KEHATI 366.206 (-13.14)   |  

Menghitung Pangsa Pasar Grab di Indonesia

Selasa, 11 September 2018 | 08:05 WIB
Oleh : Heru Andriyanto / AB

Jakarta - Baru-baru ini Kodrat Wibowo, salah seorang komisioner Komisi Pengawas Persaingan usaha (KPPU), menyatakan bahwa pangsa pasar Grab pada April 2018 sebesar 20 persen. Namun, menurut riset yang dilakukan ABI Research, perusahaan riset global, Grab sudah menguasai pangsa pasar transportasi online pada semester I 2018 mengalahkan Go-Jek. Menurut ABI, pangsa pasar Grab sudah mencapai 62 persen sampai akhir Juni 2018.

Perbedaan yang cukup besar ini tentunya mengundang tanda tanya. Apalagi Grab juga melakukan ekspansi besar-besaran dari awalnya 12 kota menjadi 137 kota di Indonesia selama 2017-2018, serta mengakuisisi Uber pada Maret 2018. Dengan eksistensi di 137 kota, Grab menjadi penyedia layanan antaran penumpang (ride-hailing) dengan cakupan terluas di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Kodrat menyatakan bahwa disparitas yang terjadi hanya masalah perbedaan skop perhitungan.

"Saya kira ya ... akan hampir berimbang kalo yang dihitung hanya ride-hailing saja," kata Kodrat.

Menurut laporan ABI Research yang dirilis pada 4 September, Grab telah membangun dominasi pasar di Indonesia dihitung dari jumlah perjalanan, setelah melakukan ekspansi dan mengakuisisi Uber.

"Riset kami menunjukkan bahwa pada awal 2017, Grab hanya memiliki pangsa 30 persen di pasar transportasi online Indonesia, sementara rivalnya Go-Jek memimpin dengan pangsa pasar 58 persen. Pada akhir Juni 2018, Grab bisa membalikkan keadaan dan menguasai 62 persen pangsa pasar transportasi online sebagai hasil nyata dari investasi dan ekspansi yang agresif di Indonesia sepanjang 2017, dan makin terbantu oleh akuisisi bisnis Uber di kawasan itu pada 2018," kata Shiv Patel, analis penelitian di ABI Research.

Angka tersebut tidak jauh berbeda dari angka pangsa pasar yang diberikan oleh Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, yaitu 65 persen.

Kodrat mengaku sudah membaca kesimpulan riset ABI dan walaupun belum melihat metodologinya, dia cukup yakin bahwa pangsa pasar Grab bisa mencapai 60 persen setidaknya per Juli 2018.

Indonesia merupakan pasar transportasi online terbesar di Asia Tenggara dan keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.

Setelah memenangi pertarungan di transportasi online, Grab semakin aktif meluncurkan program-program untuk pelanggan. Yang terbaru adalah layanan antaran belanja dengan program GrabFresh yang membantu konsumen, sehingga tidak perlu pergi ke supermarket.

Selain itu, layanan GrabFood sudah tersedia di 30 kota. Bulan lalu, Grab meluncurkan Grab Ventures dengan investasi senilai Rp 3 triliun (US$ 250 juta) bagi para perusahaan rintisan atau startup di Tanah Air.

Grab Ventures juga mengumumkan Grab Ventures Velocity, program yang khusus bertujuan untuk mendukung startup-startup yang sedang berkembang lebih lanjut (scale-up).



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

66 Perusahaan Indonesia Hadir di China-ASEAN Expo

Pavilion Indonesia hadir lebih besar dengan luas 2.160 meter persegi dan 66 perusahaan.

EKONOMI | 11 September 2018

OJK Tegaskan Industri Keuangan Tak Terdampak Pelemahan Rupiah

Seluruh pihak di industri jasa keuangan dipastikan akan mendukung pemerintah.

EKONOMI | 10 September 2018

Indonesia Syariah Fair Fokuskan Penyaluran Modal Usaha Mikro

Indonesia Syariah Fair diharapkan menjadi arah baru keuangan syariah.

EKONOMI | 10 September 2018

Tamasia Perkuat Posisi di Bisnis Fintech Emas Syariah

Tamasia meraih sertifikasi ISO 27001 dan 9001 dari British Assessment Bureau.

EKONOMI | 10 September 2018

Jokowi Terkesan Tingginya Antusiasme Pengusaha Korea Berinvestasi di Indonesia

Presiden Jokowi juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Presiden Moon yang menyambutnya dengan penuh kehangatan dan persaudaraan.

EKONOMI | 10 September 2018

Harpropnas Edukasi Konsumen Belanja Properti Secara Online

Tren belanja produk properti melalui platform online diprediksi akan meningkat.

EKONOMI | 10 September 2018

BBM Satu Harga Jangkau Wamena dan Tolikara

Program BBM Satu Harga bertujuan agar BBM yang sama dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

EKONOMI | 10 September 2018

Garuda Akan Rombak Direksi

Agenda perubahan direksi itu berdasarkan proposal permohonan penambahan agenda dari Menteri BUMN.

EKONOMI | 10 September 2018

Pelemahan Rupiah Perlu Diwaspadai, Namun Tak Perlu Dikhawatirkan Berlebihan

Fundamental perekonomian Indonesia masih lebih baik dibandingkan Turki dan Argentina.

EKONOMI | 10 September 2018

Rupiah Melemah 37 Poin ke Rp 14.857

Rupiah berada di level Rp 14.857 per dolar AS atau terdepresiasi 37 poin (0,25 persen).

EKONOMI | 10 September 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS