Oktober, BBM Satu Harga Capai 170 Titik
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Energi untuk Keadilan

Oktober, BBM Satu Harga Capai 170 Titik

Rabu, 18 September 2019 | 11:23 WIB
Oleh : Rangga Prakoso / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah capaian signifikan telah ditorehkan pemerintah dalam mewujudkan energi berkeadilan, di antaranya ketersediaan listrik untuk masyarakat yang ditunjukkan oleh rasio elektrifikasi yang akan mencapai 99,2 persen hingga akhir tahun dan program BBM Satu Harga akan mencapai 170 titik pada Oktober nanti.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan energi berkeadilan memiliki makna ketersediaan dan keterjangkauan bagi masyarakat. Dia mengungkapkan, di awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, masyarakat di berbagai daerah mengeluhkan mengenai ketersediaan listrik.

"Rasio elektrifikasi sampai Agustus 98,9% sudah menikmati layanan penerangan. Artinya selama hampir lima tahun ini sudah tumbuh dari 14 persen. Kira-kira sampai akhir tahun 99,2 persen," kata Jonan dalam wawancara dengan Beritasatu News Channel, di Jakarta, Selasa (17/9).

Jonan menyebutkan tahun depan tingkat rasio elektrifikasi ditargetkan mencapai 100 persen. Dia menegaskan kondisi geografis bukan menjadi rintangan untuk mencapai target tersebut. Daerah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) pun wajib mendapat penerangan. Bahkan, biaya sambungan listrik pun diberikan gratis bagi keluarga tidak mampu.

"Setiap anak bangsa harus menikmati penerangan," ujarnya.

Selain, pemerataan ketersediaannya, mantan menteri perhubungan itu menuturkan tarif listrik pun semakin terjangkau bagi masyarakat dengan tidak adanya kenaikan tarif listrik selama tiga tahun terakhir. Hal itu bisa terwujud melalui kebijakan yang mengatur harga energi primer. Pemerintah mengendalikan harga batu bara dan gas untuk pembangkit listrik sehingga tak berdampak kepada PLN ketika harga komoditas melambung.

"Listrik enggak naik kecuali pelanggan listrik yang dicabut subsidinya," ujarnya.

Baca juga: Jonan Tegaskan Tarif Listrik Tak Naik di 2020

Selain listrik, lanjut Jonan, Presiden Jokowi melihat adanya disparitas harga BBM antara di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Berdasarkan testimoni masyarakat di seluruh pelosok negeri, terungkap bahwa harga BBM bervariasi mulai dari Rp 20.000 per liter hingga Rp 100.000 per liter. Karena itu, kemudian digagas program BBM Satu Harga, terutama jenis solar dan premium.

Dia menjelaskan melalui program tersebut dibangun stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kecamatan yang belum memiliki pompa bensin resmi. Harga solar dan premium di SPBU tersebut dibanderol sama dengan di Pulau Jawa. Tercatat, hingga Agustus lalu sebanyak 163 titik sudah menikmati BBM Satu Harga, sedangkan target yang ditetapkan sebanyak 170 titik pada Oktober tahun ini.

"Kira-kira masih ada 1.000 kecamatan (yang belum ada SPBU resmi, Red). Ini akan diteruskan sampai 500 titik. Sisanya ditawarkan komersial," ujarnya.

Sebagian besar program BBM Satu Harga, lanjutnya, dilaksanakan PT Pertamina (Persero). Namun, dia menegaskan penugasan itu tidak membebani keuangan Pertamina. Pasalnya, konsumsi BBM-nya relatif kecil sekitar 0,8% dari rata-rata konsumsi harian. Dia pun meminta program ini didukung oleh pemerintah daerah.

"Tolong bupati didukung. Kalau enggak cocok lokasinya, carikan lokasi lain. Bukan dihambat," ujarnya.

Harga BBM, lanjut Jonan, merujuk pada pergerakan harga minyak dunia. Dia menegaskan tak ada yang mampu mengendalikan fluktuasi harga minyak. Sebagai contoh, saat ini harga minyak menjadi US$ 67-68/barel setelah serangan ke fasilitas minyak mentah Saudi Aramco.

“Harga minyak merangkak naik dari semula berada di level US$ 60 per barel,” katanya.

Dia mengungkapkan menguatnya harga minyak bakal berpengaruh pada harga BBM nonsubsidi. Pasalnya, jenis bahan bakar tersebut tidak diatur oleh pemerintah. Sementara untuk penyesuaian harga solar bersubsidi dan premium harus mendapat persetujuan presiden. Namun, Jonan menegaskan bahwa pergerakan harga minyak dunia belum berpengaruh signifikan ke harga jual BBM. "Memang belum relatif, belum terasa dampaknya," ujarnya.

Neraca Migas
Pada kesempatan itu, Jonan menuturkan bahwa Jepang dan Tiongkok merupakan negara importir minyak dan gas bumi. Namun, kedua negara tersebut tak mengalami defisit neraca perdagangan. Pasalnya, ekspor hasil industri lebih besar dari nilai impor migas.

Dia mengajak masyarakat untuk menyamakan perspektif mengenai migas. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) disebutkan energi sebagai modal pembangunan bukan sebagai komoditas.

"Bukannya saya membela diri. Yang penting barang yang diimpor menghasilkan produktivitas tinggi," tuturnya.

Baca juga: Agustus, Neraca Dagang RI Surplus US$ 85,1 Juta

Dia menegaskan bahwa pemerintah terus berusaha menekan impor migas. Upaya yang dilakukan dengan mandatori pencampuran bahan bakar nabati (BBN) ke solar atau yang dikenal dengan biodiesel. Saat ini sebanyak 20% BBN sudah dicampur ke solar (biodiesel 20% atau B20). Artinya, impor solar bisa ditekan sekitar 6 juta kiloliter. Sementara di awal 2020 program mandatori itu berlanjut ke B30 alias sebanyak 30% BBN dicampur ke solar. Penambahan jumlah BBN itu berdampak hingga 9 juta kiloliter impor solar yang bisa ditekan.

Upaya lain yang dilakukan dengan mengubah 100% BBN menjadi solar atau yang dikenal dengan greenfuel. Namun, dia menyebut harga greenfuel bakal lebih tinggi dibandingkan solar bersubsidi. Dia mengestimasi besaran harga greenfuel per liternya mencapai Rp 15.000. Dengan besaran harga tersebut, maka tidak semua masyarakat bisa mengakses greenfuel. Karena itu, langkah yang lebih terjangkau masyarakat dengan program mandatori BBN.

"Ini mungkin dicampur pelan-pelan. Dicampur 10% jadi B40 lalu B50. BBM tidak boleh hanya fokus pada harga murah atau tidak, tetapi juga dampak lingkungan," ujarnya.

Kendaraan Listrik
Upaya lain untuk menekan impor migas sekaligus polusi udara, lanjut Jonan, dengan program kendaraan berbasis tenaga listrik. Dia menyebut PLN menyediakan stasiun pengisian listrik sehingga masyarakat tak perlu khawatir dalam pengisian daya kendaraan. Nantinya stasiun pengisian daya tersebut bisa terintegrasi dengan SPBU di seluruh Indonesia. Bisa juga dibangun di tempat strategis, seperti di pusat perbelanjaan, hotel, maupun di kantor kelurahan dan kecamatan.

Baca juga: Dua Merek Sepeda Motor Listrik Sudah Masuk Pasar

Hanya saja, dia menegaskan belum semua kendaraan listrik terjangkau bagi masyarakat. Untuk sepeda motor listrik yang harganya sekitar Rp 15 jutaan masih bisa dibeli masyarakat, sementara mobil listrik harganya masih miliaran rupiah. Karena itu, dia meminta pajak mobil listrik dikurangi sehingga bisa dibeli masyarakat. "Sebagian bea masuk diturunkan jauh sehingga kendaraan listrik bisa terjangkau," ujarnya.



Sumber:Investor Daily


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Apersi Sambut Positif Penambahan Kuota FLPP

Pemerintah memutuskan menambah kuota subsidi Rp 8,6 triliun atau setara dengan 80.000 unit rumah.

EKONOMI | 18 September 2019

MUI Apresiasi Revisi Permendag Halal Daging Impor

Revisi Permendag dilakukan dengan melihat sosial dan budaya masyarakat Indonesia yang menginginkan daging halal.

EKONOMI | 18 September 2019

Realme Jadi Brand Populer Shopee 9.9 Super Shopping Day

Pencapaian ini terbukti dengan transaksi Realme meningkat 11 kali lipat dibandingkan hari biasa.

EKONOMI | 18 September 2019

Mayoritas Bursa Asia Menguat Pagi Ini

Indeks Shanghai composite naik 5,38 (0,18 persen) menjadi 2.983.

EKONOMI | 18 September 2019

Awal Perdagangan, IHSG di Teritori Positif

Pukul 09.10 WIB, IHSG naik 9,5 poin (0,16 persen) menjadi 6.246.

EKONOMI | 18 September 2019

Harga Minyak Turun 6% Setelah Saudi Pulihkan Pasokan

Minyak mentah berjangka Brent pengiriman November jatuh US$ 4,47 atau 6,5 persen, menjadi US$ 64,55 per barel.

EKONOMI | 18 September 2019

Pertamina EP Bantu Tanggulangi Karhutla

Di Provinsi Riau, Pertamina EP Asset 1 Lirik Field melaksanakan pemasangan jembatan sementara sebagai akses jalur pemadam kebakaran di Desa Seko Lubuk Tigo.

EKONOMI | 18 September 2019

Harga Emas Menguat 2 Hari Berturut-Turut

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember naik US$ 1,9 atau 0,13 persen, menjadi US4 1.513,4 per ounce.

EKONOMI | 18 September 2019

Wall Street Menguat di Tengah Harapan Penurunan Bunga the Fed

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 33,9 poin (0,13 persen) mencapai 27.111.

EKONOMI | 18 September 2019

Kuota FLPP Habis, Apersi Banten Siap Manfaatkan Skema BP2BT

Skema BP2BT bisa jadi solusi pembiayaan rumah subsidi terkait telah habisnya kuota FLPP.

EKONOMI | 18 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS