Dampak Covid-19, Kadin Minta Pemerintah Beri Stimulus hingga Rp 1.600 T
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Dampak Covid-19, Kadin Minta Pemerintah Beri Stimulus hingga Rp 1.600 T

Jumat, 10 April 2020 | 12:33 WIB
Oleh : AB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Perkasa Roeslani meminta pemerintah menambah jumlah stimulus dari saat ini Rp 405 triliun menjadi Rp 1.600 triliun untuk memitigasi dan menangani dampak virus corona(Covid-19). Rosan menilai stimulus yang telah dikeluarkan pemerintah belum ideal, terutama jika dikaitkan dengan jumlah 93 juta masyarakat miskin dan rentan miskin, serta pengusaha kecil dan pekerja informal, yang belum tersentuh bantuan.

"Kami melihat bahwa kebutuhannya sebesar Rp 1.500 triliun sampai Rp 1.600 triliun. Untuk social safety net(jaring pengaman sosial) saja Rp 600 triliun, karena pekerja kita lebih banyak di sektor informal daripada sektor formal, termasuk masyarakat miskin dan rentan miskin ada 93 juta orang," kata Rosan kepada Antara di Jakarta, Jumat (10/4/2020).

Dari stimulus Rp 1.600 triliun, kata Rosan, untuk program jaring pengaman sosial sebesar Rp 600 triliun, dana kesehatan Rp 400 triliun, serta dana finansial perbankan Rp 500 triliun sampai Rp 600 triliun untuk memberikan keringanan kepada pelaku usaha kecil dan menengah.

"Ini bisa memberi napas kepada perusahaan dan mencegah PHK yang lebih besar. Walaupun ada perusahaan yang sudah dibantu, tetapi karena berhenti total, seperti perhotelan, tidak mengakibatkan mereka menjadi kredit macet," katanya.

Menurut Rosan, idealnya negara memberikan stimulus sebesar 10 persen dari total PDB. Contohnya, Amerika Serikat mengalokasikan stimulus sebesar 10,5 persen dari total PDB untuk meredam dampak Covid-19. Australia dan Singapura lebih tinggi, yaitu 10,9 persen dari total PDB. Bahkan negara tetangga Malaysia mengeluarkan stimulus hingga Rp 938 triliun, meskipun PDB mereka tidak lebih besar dari Indonesia.

"Kalau kita lihat negara-negara lain rata-rata memang 10 persen dari PDB, sedangkan kita baru sekitar 5 persen," kata Rosan.





Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Sebagian Besar Pasar Modal Libur, Bursa Asia Mixed

Bursa Asia dibuka mixed pada perdagangan hari ini. Mayoritas pasar modal ditutup karena libur Paskah.

EKONOMI | 10 April 2020

Hadapi Covid-19: The Fed Siapkan US$ 2,3 T, UE Rogoh Kocek 500 M Euro

The Fed mengumumkan kebijakan senilai US$ 2,3 triliun untuk UKM dan pemerintahan lokal

EKONOMI | 10 April 2020

IMF: Pandemik Corona Bisa Picu Resesi Terburuk sejak Depresi Besar

Resesi akibat wabah virus corona bisa menjadi yang terburuk sejak Depresi Besar pada 1929-1930.

EKONOMI | 10 April 2020

Atasi Oversupply, OPEC+ Setuju Kurangi Produksi 10 Juta BPH

OPEC setuju untuk memangkas produksi sebesar 10 juta barel per hari. Harga minyak tetap turun karena deal OPEC di bawah ekspektasi.

EKONOMI | 10 April 2020

Wall Street Menguat, S&P 500 Naik 14% dalam Sepekan

Bursa Amerika Serikat atau Wall Street menguat signifikan setelah the Federal Reserve mengumumkan detail kebijakan untuk menghadapi dampak Covid-19.

EKONOMI | 10 April 2020

Pertamina EP Asset 4 Berhasil Stabilisasi CPP Gas Gundih

Saat ini, operasi di CPP Gundih dan sumur gas sudah dilakukan shutdown untuk proses stabilisasi.

EKONOMI | 9 April 2020

Usaha Jasa Pengendalian Hama Ikut Terdampak Covid-19

Covid-19 mengurangi produk pemberantasan hama.

EKONOMI | 9 April 2020

Pandemi Covid-19, UMKM Kuliner Andalkan Layanan Pesan Antar

Ketika virus corona melanda, para pelaku UMKM kuliner kini mengandalkan teknologi layanan pesan antar seperti GrabFood.

EKONOMI | 9 April 2020

Citilink Optimalkan Penerbangan Kargo dan Carter

Citilink terus mengembangkan layanan penerbangan tidak berjadwal (carter) dan kargo sebagai upaya diversifikasi lini layanan bisnis.

EKONOMI | 9 April 2020

Intiland Kembangkan Konsep Rumah Tumbuh di Talaga Bestari

Intiland luncurkan dua tipe rumah baru di perumahan Talaga Bastari.

EKONOMI | 9 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS