Khawatir Pertumbuhan Minus, Jokowi Minta Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Beriringan
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Khawatir Pertumbuhan Minus, Jokowi Minta Penanganan Kesehatan dan Ekonomi Beriringan

Selasa, 30 Juni 2020 | 12:54 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / AB

Jakarta, Beritasatu.com – Dalam kunjungan kerjanya ke Posko Penanganan Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan kekhawatirannya terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II tahun 2020 akibat pandemi Covid-19. Ia khawatir pertumbuhan ekonomi nasional minus.

“Kuartal pertama kita tumbuh 2,97 persen, masih bisa tumbuh 2,97 persen, tetapi di kuartal kedua, kita sangat khawatir bahwa kita sudah berada di posisi minus pertumbuhan ekonomi,” kata Jokowi saat memberikan arahannya di Posko Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

Karena itu, Jokowi minta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah beserta pemerintah daerah lainnya dapat mengelola krisis dengan hati-hati. Dalam mengelola krisis, penanganan urusan kesehatan dan ekonomi harus berjalan beriringan, tidak bisa berat sebelah.

“Inilah yang harus hati-hati mengelola manajemen krisis ini agar urusan kesehatan dan ekonomi ini bisa berjalan beriringan,” ujar Jokowi.

Ia mengibaratkan mengelola krisis dengan mengendarai kendaraan bermotor. Gas dan rem harus diatur. Dengan melonggarkan gas tanpa kendali rem untuk membuat pertumbuhan ekonomi bagus, tetapi akhirnya mengakibatkan jumlah kasus Covid-19 menjadi naik.

“Jadi gas dan remnya itu betul-betul diatur. Jangan sampai melonggarkan tanpa sebuah kendali rem sehingga mungkin ekonominya bagus, tetapi Covidnya juga naik. Bukan itu yang kita inginkan,” terang Jokowi.

Yang diinginkannya adalah keseimbangan dalam manajemen krisis dalam menangani bidang kesehatan dan ekonomi. Dia berharap laju penambahan kasus positif Covid-19 dapat terkendali, tetapi pertumbuhan ekonomi juga tidak terganggu. “Covidnya terkendali, tapi ekonominya juga tidak mengganggu kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Namun, Jokowi mengakui untuk mengatur rem dan gas dalam manajemen krisis ini tidak mudah. Terbukti semua negara mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi.

“Ini bukan barang yang mudah. Semua negara mengalami dan kontraksi ekonomi terakhir yang saya terima misalnya dunia diperkirakan di tahun 2020 akan terkontraksi minus 6 persen sampai minus 7,6 persen,” papar Jokowi.

Bahkan, negara-negara besar di dunia pun mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi minus yang cukup besar. Hal ini menunjukkan pandemi Covid-19 telah membawa dampak global. Negara-negara di dunia telah masuk dalam sebuah kondisi resesi.

“Artinya apa, ini global. Dunia sudah masuk ke yang namanya resesi. Bahkan saya sampaikan tahun ini Singapura diprediksi minus 6,8 persen, Malaysia minus 8 persen, Amerika minus 9,7 persen, Inggris minus 15,4 persen, Jerman minus 11,2 persen, Prancis minus 17,2 persen, Jepang minus 8,3 persen,” ungkap Jokowi.

Oleh sebab itu, lanjut Jokowi, pemerintah pusat dan daerah harus bisa mengatur dan mengelola keseimbangan antara penanganan krisis kesehatan dan ekonomi.

“Kalau kita bisa mengatur, mengelola gas dan rem antara Covid, antara kesehatan dan ekonomi, inilah yang kita harapkan. Dan ini menjadi tanggung jawab kita semuanya, bukan hanya gubernur, bupati dan wali kota, tetapi jajaran Forkopimda, TNI, Polri dan seluruh Gugus Tugas agar betul-betul menjaga agar itu bisa berjalan dengan baik,” tutupnya.



Sumber:BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Siang Ini, Mata Uang Garuda Terkoreksi

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.165-Rp 14.302 per dolar AS.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Kempupera Laksanakan Padat Karya Kotaku di 364 Kelurahan

Kempupera di Tahun 2020 menyiapkan program Padat Karya Tunai.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Siang Ini Mayoritas Bursa Asia di Teritori Positif

Indeks Hang Seng di Hong Kong naik 215,8 (0,89 persen) mencapai 24.159.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Jeda Siang, IHSG Melonjak 40 Poin Capai 4.863

Sebanyak 193 saham naik, 180 saham melemah dan 172 saham stagnan.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Grup Gojek Berkomitmen Tingkatkan Skala Bisnis UMKM Kuliner

Grup Gojek kembangkan bisnis UMKM Kuliner.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Mitra Pelaksana Kurban Online Baznas Jalani Pelatihan

Baznas menggelar acara pelatihan untuk mitra pelaksana Kurban Online Baznas 2020.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Dirjen Perhubungan Darat Klarifikasi soal Pajak Sepeda

Penggunaan sepeda perlu diatur mengingat kegiatan itu semakin marak akibat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Akuisisi Perusahaan P2P, BCAP Integrasikan Layanan Keuangan Digital

"Dengan memasuki bidang pembiayaan retail, platform P2P lending ini dapat digunakan sebagai platform penyaluran pembiayaan kredit."

EKONOMI | 30 Juni 2020

Menteri Siti Dorong CSR untuk Selaraskan Hidup dengan Alam

CSR suatu perusahaan akan mengurangi dampak negatif new normal ke perusahaan dan masyarakat.

EKONOMI | 30 Juni 2020

Harga Logam Mulia Antam Melonjak Rp 7.000 Per Gram

Harga 250 gram sebesar Rp 214,765 juta.

EKONOMI | 30 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS