5 Emiten Sabet "Top Performing Listed Companies"
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Investor Awards 2020

5 Emiten Sabet "Top Performing Listed Companies"

Selasa, 21 Juli 2020 | 16:15 WIB
Oleh : Lona Olavia / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak lima perusahaan publik (emiten) yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yakni, PT Bank Central Asia Tbk (BCA), PT Sarana Menara Nusantara Tbk, PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk, PT Kapuas Prima Coal Tbk, dan PT Batavia Prosperindo Trans Tbk, menyabet Investor Awards 2020 dengan predikat "Top Performing Listed Companies 2020". Keima emiten itu berhasil menjadi yang terbaik karena kinerja fundamental tahun 2018–2019 terbukti unggul di antara 691 emiten yang listing di BEI per 30 Mei 2020. Selain kinerja fundamental yang solid, likuiditas perdagangan saham lima emiten ini pun relatif tinggi.

Bertolak dari kondisi perekonomian yang penuh tantangan dalam beberapa tahun terakhir, dewan juri sepakat bahwa “Best Listed Companies” harus punya resiliensi atau kemampuan beradaptasi terhadap perubahan model bisnis, bertahan dalam tekanan krisis, serta jeli memanfaatkan peluang untuk bangkit.

Ketua Dewan Juri Investor Awards 2020, Roy Sembel mengatakan emiten yang meraih predikat "Best Listed Companies 2020" harus memiliki kemampuan bertahan melewati krisis. Setelah melewati krisis, emiten tersebut juga harus adaptif terhadap tuntutan perubahan bisnis modern dan cermat membaca peluang bisnis untuk masa depan bisnis yang lebih baik.

“Peraih Investor Awards 2020 harus terbukti survive dari terpaan krisis karena Covid-19, juga menunjukkan dia bisa revive dan berkembang. Itu harus ditunjukkan dengan langkah-langkah bisnis yang konkret,” ujarnya dalam Investor Awards 2020 “Best Listed Companies 2020” yang disiarkan secara langsung di BeritaSatu News Channel, Selasa (21/7/2020).

Investor Awards 2020 juga diberikan kepada 20 emiten berdasarkan sektor usaha yang digeluti. Pada sektor pertanian, tahun ini kembali diraih PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, sektor pertambangan diberikan pada PT Cita Mineral Investindo Tbk, sektor industri dasar diraih PT Mark Dynamic Indonesia Tbk, dan sektor aneka industri diraih PT Panca Budi Idaman Tbk.

Sementara itu, PT Trisula Texitile Industri Tbk menjadi yang terbaik untuk sektor tekstil dan garmen, lalu terbaik industri logam dan kabel diraih PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk, sedangkan emiten terbaik sektor infrastruktur dimenangkan PT Pelita Samudera Shipping Tbk.

Sektor konstruksi dan bangunan diraih PT Superkrane Mitra Utama Tbk, sektor kehutanan, pulp dan kertas dimenangkan PT Alkindo Naratama Tbk, dan sektor makanan minuman diraih PT Buyung Poetra Sembada Tbk. Wakil dari industri rokok, farmasi keperluan rumah tangga yang berhasil menjadi pemenang PT Kalbe Farma Tbk, sektor perdagangan dan jasa kembali diraih PT Ace Hardware Indonesia Tbk, dan terbaik bidang usaha restoran, hotel dan pariwisata diraih PT Fast Food Indonesia Tbk.

Sektor elektronika tahun ini berhasil diraih PT Metrodata Elektronics Tbk, dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk menjadi yang terbaik untuk sektor perbankan, PT Yulie Sekuritas Indonesia Tbk keluar sebagai pemenang untuk sektor sekuritas dan reksa dana, sedangkan kelompok perusahaan asuransi PT Victoria Insurance Tbk. Selanjutnya PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk menjadi emiten terbaik sektor multifinance dan PT Sinarmas Multiartha Tbk menjadi emiten terbaik untuk sektor investasi.

“Khusus sektor industri properti, tahun ini tidak ada pemenang karena return saham emiten di sektor ini umumnya turun sangat dalam,” ucap Roy Sembel yang juga guru besar bidang keuangan dan investasi di IPMI International Business School.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dewan juri juga menilai komitmen emiten pada pengembangan kualitas sumber daya manusia, sisi environment, maupun corporate social responsibility (CSR) sebagai bagian integral perusahaan, komitmen penerapan good corporate governance (GCG), maupun strategi bisnis ke depan. Pada tahun ini penetapan emiten terbaik mengacu pada nilai kapitalisasi di atas Rp 10 triliun dan di bawah Rp 10 triliun. Selain proses penilaian dari sisi kinerja fundamental dan teknikal, penetapan emiten terbaik dipadukan dengan hasil penilaian dari responden melalui angket serta wawancara dewan juri dengan manajemen emiten.

Berdasarkan kesepakatan dewan juri, pemeringkatan mengacu pada sembilan persyaratan seleksi awal untuk menyaring emiten yang dinilai layak diikutkan dalam pemeringkatan, antara lain tidak membukukan rugi bersih dan rugi operasional tahun 2019 dan memiliki ekuitas tidak kurang dari Rp 100 miliar. Saham emiten bersangkutan juga harus tergolong aktif (selama periode 1 Juni 2019 sampai 31 Mei 2020 tidak boleh tidak ditransaksikan selama 10 pekan atau lebih).

Setelah melalui tahapan seleksi awal terhadap 691, hanya 338 emiten atau 48,91% yang lolos seleksi awal dan masuk dalam pemeringkatan. Kali ini, ada 353 emiten terganjal seleksi awal karena masalah data dan belum memublikasikan laporan keuangan hingga 31 Mei 2020, meningkat dari tahun lalu 70 emiten.

Setelah melewati tahapan seleksi awal, proses pemeringkatan kemudian dilakukan terhadap 338 emiten. Pemeringkatan mengacu pada delapan kriteria, meliputi imbal hasil saham selama satu tahun (1 Juni 2019 sampai 31 Mei 2020), likuiditas saham dan volatilitas saham juga untuk periode yang sama, pertumbuhan penjualan tiga tahun, net operating margin, return on equity (ROE), asset turn over (ATO), dan pertumbuhan laba operasi tiga tahun.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Investasi Juga Perlu Berorientasi ke Dampak Sosial dan Lingkungan

"Kata kuncinya adalah investasi kita mesti inklusif... menyangkut triple bottom line yang berorientasi people, planet, dan prosperity," kata Ahmad Erani.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Bursa Eropa Menguat Menyusul Disepakatinya Stimulus 750 Miliar Euro

Bursa Eropa dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (21/7/2020), setelah berhasil menyepakati megastimulus senilai US$ 750 miliar euro.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Bursa Asia Ditutup Menguat Ditopang Sentimen Vaksin dan Stimulus UE

Indeks Nikkei 225 Tokyo naik 0,73 persen, Indeks Komposit Shanghai naik 0,2 persen, Hang Seng Hong Kong naik 2,31 persen, S&P/ASX 200 naik 2,58 persen.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Triniti Land Luncurkan Hunian Bagi Kalangan Kreator

Triniti Land memperkenalkan konsep baru hunian yakni adaptable space yang mampu menyesuaikan kebutuhan pengguna.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.700-an

Kurs rupiah berada di level Rp 14.741 per dolar AS atau terapresiasi 44 poin (0,3 persen) dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.785.

EKONOMI | 21 Juli 2020

IHSG Ditutup Melonjak 1,3% ke Kisaran 5.114,7

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,26 persen ke kisaran 5.114,71 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (21/7/2020).

EKONOMI | 21 Juli 2020

BKPM: Investasi Padat Karya Berkurang

Koefisien penyerapan tenaga kerja berkurang dari 400.000 orang tiap pertumbuhan 1 persen, menjadi 150.000 tiap pertumbuhan 1 persen.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Survei Indikator: Mayoritas Ingin PSBB Dihentikan

Pada survei Juli, 60,6 persen responden ternyata memilih PSBB sudah cukup dan bisa dihentikan agar ekonomi bisa berjalan.

EKONOMI | 21 Juli 2020

Dianggarkan Rp 28,5 Triliun, Gaji ke-13 untuk PNS Dibayarkan Agustus

Menkeu Sri Mulyani berharap gaji ke-13 ini dapat memberikan stimulus pada perekonomian melengkapi paket stimulus yang telah digulirkan pemerintah.

EKONOMI | 21 Juli 2020

143 Perusahaan Asing Berpotensi Relokasi Investasi ke Indonesia

Rinciannya, 57 perusahaan berasal dari Amerika Serikat (AS), Taiwan 39, Korea Selatan 25, Jepang 21, dan Hong Kong satu.

EKONOMI | 21 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS