Pemerintah Siapkan Stimulus Tambahan bagi Pekerja untuk Dorong Konsumsi Masyarakat
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Pemerintah Siapkan Stimulus Tambahan bagi Pekerja untuk Dorong Konsumsi Masyarakat

Kamis, 6 Agustus 2020 | 09:45 WIB
Oleh : Anselmus Bata / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan manusia juga ekonomi dunia, semua negara terdampak termasuk Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengumumkan angka output perekonomian atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia periode kuartal II 2020 negatif. PDB Indonesia periode April-Juni 2020 terkontraksi atau minus 5,32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Terdapat dua hal yang menjadi fokus dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi, dengan memberikan stimulus ekonomi yang manfaatnya nyata dirasakan masyarakat. Misalnya untuk masyarakat miskin berupa program bantuan sosial, dan dukungan kepada UMKM berupa subsidi bunga dan kredit.

Selanjutnya juga dilakukan percepatan penyerapan tenaga kerja melalui proyek-proyek padat karya. Upaya percepatan pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan upaya kesehatan dan membangun rasa aman di tengah pandemi ini. Rasa aman dapat mendorong masyarakat tingkat menengah ke atas untuk mulai berani membelanjakan uang atau tabungannya pada sektor-sektor produktif maupun investasi, dengan begitu diharapkan akan menggerakkan perekonomian di Indonesia.

“Program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah cukup banyak dan saling berkesinambungan, seperti bantuan sosial tunai, bantuan pangan nontunai, program keluarga harapan hingga penyaluran kredit di sektor UMKM, dibutuhkan waktu, data yang akurat serta koordinasi dengan banyak pihak untuk melakukan realisasi bantuan tersebut secara tepat. Percepatan realisasi program pemulihan ekonomi ini berjalan beriringan dengan prioritas utama pemerintah untuk kesehatan dan mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam pandemi ini agar kesehatan pulih, dan ekonomi pun bangkit,” jelas Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (6/8/2020).

Erick Thohir turut mengonfirmasi pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa stimulus selanjutnya dari pemerintah adalah bantuan gaji tambahan kepada pekerja dengan pendapatan tertentu dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT).

“Pemerintah telah memiliki program bantuan untuk rakyat miskin dan pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja melalui program Kartu Prakerja. Tujuan pemerintah menggelontorkan bantuan gaji tambahan ini adalah untuk mendorong konsumsi masyarakat. Hal ini penting untuk menggerakkan perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi,” jelas Erick Thohir.

“Program stimulus ini sedang difinalisasi agar bisa dijalankan oleh Kementerian Ketenagakerjaan bulan September 2020. Fokus bantuan pemerintah kali ini adalah 13,8 juta pekerja non-PNS dan BUMN yang aktif terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran di bawah Rp 150.000 per bulan atau setara dengan gaji di bawah Rp 5 juta per bulan. Bantuan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan akan langsung diberikan per dua bulan ke rekening masing-masing pekerja sehingga tidak akan terjadi penyalahgunaan,” pungkasnya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PDB Kuartal II Anjlok Akibat Respons Kebijakan Tidak Memadai

Krisis ini pada dasarnya adalah masalah yang cukup berat sekaligus peluang yang luar biasa bagi yang berdaya pikir dalam dan panjang ke depan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Rupiah Menguat Sejalan Mata Uang Asia Pagi Ini

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.465-Rp 14.542 per dolar AS.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Aksi Beli Saham Warnai IHSG di Awal Perdagangan

Pukul 09.15 WIB, indeks harga saham gabungan naik 38,3 poin (0,74 persen) menjadi 5.163.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Ekonomi Indonesia Terkontraksi, Konsumsi Harus Lebih Digerakkan

Untuk program-program yang sifatnya bantuan sosial berupa sembako, ini bisa dialihkan ke dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Schneider Electric Luncurkan Solusi Hijau di Industri Makanan Minuman

EcoStruxure for Food and Beverage mengintegrasikan industrial internet of things (Iot) dan teknologi otomasi di seluruh aspek rantai.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Bursa Asia Mixed karena Ketegangan AS-Tiongkok

Di Jepang, Nikkei 225 turun 0,26 persen pada awal perdagangan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

IHSG Diproyeksi Naik, Ini Daftar Saham Pilihan

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.077 - 5.161.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Emas Tembus Rekor Baru Setelah Lampaui US$ 2.000 Per Ounce

Emas telah naik 34 persen pada tahun ini dan merupakan salah satu aset berkinerja terbaik 2020.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

S&P 500 Naik Hari Keempat Ditopang Harapan Vaksin Covid-19

Kenaikan S&P 500 sebagian besar dipimpin saham teknologi utama seperti Facebook, Amazon , Netflix, Apple, Alphabet, dan Microsoft.

EKONOMI | 6 Agustus 2020

Bursa Eropa Ditutup Menguat Didukung Kinerja Emiten

Saham sektor sumber daya dasar, dan perjalanan naik lebih 3 persen memimpin kenaikan.

EKONOMI | 6 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS