Konsumen Tetap Beli Properti Saat Pandemi, Proyek LPKR Laris Manis
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Konsumen Tetap Beli Properti Saat Pandemi, Proyek LPKR Laris Manis

Senin, 26 Oktober 2020 | 14:17 WIB
Oleh : Anselmus Bata / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah pandemi Covid-19 pasar properti masih tumbuh positif. Survei konsumen yang dilakukan Indonesia Property Watch (IPW) pada awal September 2020 terhadap 285 responden berusia 35-55 tahun yang berdomisili di Jakarta, Jawa, dan luar Pulau Jawa, menunjukkan sebanyak 68,09% responden menyatakan masih berminat membeli properti meski dalam kondisi pandemi Covid-19.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan 51,06% masyarakat masih melirik properti rumah. Minat pembelian tanah kaveling pun relatif cukup tinggi sebesar 22,34%, apartemen sebesar 11,7%, SOHO/ruko/rukan sebesar 10,64%, dan selebihnya untuk gudang, vila, kondotel, dan lainnya.

"Saat ini tren pembelian properti didominasi oleh rumah untuk segmen menengah yang harganya mencapai kisaran Rp 1,5 miliar. Rentang harga itu paling banyak dicari konsumen," ujar Ali melalui keterangan tertulis yang diterima, redaksi, Senin (26/10/2020)

Salah satu proyek properti dengan harga di bawah satu miliar rupiah yang laris manis diburu konsumen adalah rumah tapak Lippo Karawaci Cendana Homes. Proyek anyar itu diserbu habis pembeli dalam waktu kurang lima jam. Cendana Homes mengedepankan konsep permukiman hijau.

Hal ini mengulang sukses dari peluncuran perdana tahap pertama rumah tapak milik Lippo sebanyak 324 unit yang juga terjual habis dalam beberapa jam saja.

Cendana Peak merupakan proyek kedua setelah peluncuran klaster Cendana Homes pada Juli lalu yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga tiga kali lipat.

Dijelaskan Ali, untuk segmen menengah ke atas, permintaan juga masih tumbuh. Ditandai dengan hadirnya berbagai proyek anyar yang diluncurkan pengembang.

Data IPW menyebutkan rentang harga yang diminati berkisar antara Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar sebesar 29,79%, diikuti Rp 300 juta sampai Rp 500 juta sebesar 28,72%, Rp 1 miliar sampai Rp 3 miliar sebesar 23,40%, di bawah Rp 300 juta sebesar 10,64%, dan sebesar 7,45% untuk properti berharga di atas Rp 3 miliar.

Ali menjelaskan karena pasar saat ini sangat volatile, bisa terjadi berbagai kemungkinan. Misalnya, konsumen yang dahulu ingin membeli properti seharga di atas Rp 1,5 miliar, sekarang diperkirakan memilih segmen harga yang lebih rendah pada kisaran Rp 500 juta sampai Rp 1,5 miliar.

Temuan lain, terdapat fenomena masyarakat masih menunda untuk membeli rumah kisaran harga di bawah Rp 300 juta atau rumah subsidi untuk sementara waktu. Ini terjadi karena faktor daya beli yang cenderung melemah.

IPW juga menyurvei tujuan pembelian properti saat ini. Sebanyak 42,55% responden membeli properti untuk disimpan dalam jangka panjang (investor jangka panjang) dan 22,34% membeli properti untuk segera dihuni (end user). Namun, ada juga yang membeli properti untuk segera dijual lagi jika harga naik nantinya (investor jangka pendek/spekulator), sebesar 18,09%. Selain itu motif membeli properti sebagai tabungan untuk anak-anak sekitar 10,64%.

Dilihat dari preferensi konsumen dalam memilih properti, 28,46% responden menyatakan lebih melihat harga unit yang ditawarkan, kemudian 16,21% melihat brand pengembang, diikuti kedekatan dengan fasilitas umum sebesar 15,42%.

Faktor luas tanah dan luas bangunan ternyata tidak terlalu memengaruhi pengambilan keputusan konsumen selama harga unit yang ditawarkan sesuai. Namun, terdapat temuan menarik, yakni konsumen menimbang banyak faktor, sehingga bisa saja menunda pembelian sambil melihat perkembangan pasar.

Responden yang akan merealisasikan pembelian properti dalam jangka waktu di bawah 6 bulan sebesar 11,7%, 6 bulan sampai 1 tahun sebesar 10,64%, dan selebihnya memilih untuk membeli properti lebih dari 1 tahun. Sisanya, responden belum berencana kapan akan memutuskan untuk membeli properti.

Faktor harga masih menjadi pertimbangan pengambilan keputusan membeli properti saat ini. Sebesar 34,45% responden memilih faktor harga yang lebih murah sebagai pertimbangan utama. Selain itu, cara pembayaran yang fleksibel dan promo menarik dari pengembang menjadi faktor penting berikutnya.

Ali menilai keberhasilan LPKR menjual rumah tapak karena strategi yang tepat, sehingga bisa mengalami permintaan yang tinggi. Apalagi, pasokan rumah tapak dari sisi suplai memang kurang.

Selain itu, lokasi Lippo Karawaci memang paling strategis karena bersentuhan langsung dengan akses tol Jakarta-Merak. Banyak kalangan yang tinggal di wilayah barat Jakarta akan tertarik untuk mendekat ke daerah kerjanya di Jakarta.

Berdasarkan riset yang dilakukan IPW, di kawasan Banten terjadi lonjakan permintaan hunian hingga dua kali lipat. Selama ini pasokan properti banyak berasal dari segmen atas dan segmen bawah, sedangkan segmen menengah kurang.

"Produk seperti yang diluncurkan Lippo itu yang ditunggu oleh segmen menengah. Dengan rentang harga Rp 600 juta hingga Rp 1,5 miliar, Lippo Karawaci sangat jeli melihat pasar," katanya.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

ExxonMobil Hadirkan Laboratorium Analisis Pelumas untuk Industri

EMLI menghadirkan laboratorium Mobil Servâ„  Lubricants Analysis (MSLA) di Indonesia.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Google dan Temasek Investasi US$ 350 Juta di Tokopedia

Google and Temasek Holdings setuju berinvestasi US$ 350 juta di Tokopedia.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Bank Mandiri Proyeksi 10% Debitur Restrukturisasi Tak Mampu Bangkit Lagi

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah merestrukturisasi kredit mencapai Rp 116,4 triliun dari 525.665 debitur.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Kurs Rupiah BI Dipatok Menguat 41 Poin

Kurs rupiah berada di level Rp 14.645 per dolar AS atau menguat 5 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.650.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Penyaluran Kredit Bank Mandiri Tumbuh 3,79%

Hingga September 2020, Bank Mandiri telah menyalurkan Rp 14,74 triliun atau 83,28% dari target penyaluran tahun ini.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Sesi I, IHSG Melesat 0,7%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,71% ke kisaran 5.148,6 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (26/10/2020).

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Pandemi Mengubah Standard Desain Rumah Sehat

Pandemi telah memaksa banyak orang menghabiskan lebih banyak waktu di rumah, sehingga menciptakan kebutuhan yang lebih mendesak atas rumah sehat.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Kempupera Anggarkan Rp 330 M Bangun 15 Rusun PON XX

Rusun tersebut rencananya akan digunakan untuk tempat tinggal para official serta atlet yang berlaga di ajang olahraga

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Harga Emas Antam Turun Tipis

Harga emas Comex hari ini untuk kontrak Desember 2020 turun 0,33% ke US$ 1.899 per troy ons pagi ini, menurut data Bloomberg.

EKONOMI | 26 Oktober 2020

Rupiah Menguat Tipis ke Rp 14.630

Kurs rupiah berada di level Rp 14.630 per dolar AS atau menguat 20 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya Rp 14.650.

EKONOMI | 26 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS