Iuran Naik 100% Atasi Defisit Jangka Panjang
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

BPJS Kesehatan

Iuran Naik 100% Atasi Defisit Jangka Panjang

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 23:26 WIB
Oleh : Anselmus Bata / AB

Paringin, Kalsel - Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menyatakan usulan kenaikan iuran hingga 100 persen bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) seperti yang diusulkan Menteri Keuangan Sri Mulyani merupakan upaya untuk mengatasi defisit lembaga tersebut untuk jangka panjang. Usulan tersebut dibuat berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap seluruh aspek penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan yang dijalankan BPJS Kesehatan. Tahun ini, defisit BPJS Kesehatan diproyeksikan mencapai Rp 32,8 triliun.

Hal tersebut disampaikan Fachmi kepada wartawan di Paringin, ibu kota Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), Sabtu (31/8/2019).

Seperti diberitakan, Sri Mulyani mengusulkan kenaikan iuran untuk peserta JKN-KIS yang bukan penerima bantuan iuran (PBI) untuk kelas II dan kelas I. Iuran peserta kelas II diusulkan naik menjadi Rp 110.000 dari sebelumnya Rp 51.000 dan kelas I menjadi Rp 160.000 dari sebelumnya Rp 80.000. Untuk peserta kelas III yang kini membayar Rp 25.500 diusulkan naik menjadi Rp 42.000, sama seperti besaran iuran yang dibayar pemerintah bagi PBI.

Menurut Fachmi, usulan yang disampaikan Sri Mulyani dibuat berdasarkan bukti yang kuat dan dilakukan dengan sangat hati-hati. "Setelah BPKP melakukan audit, memang iuran saat ini belum sesuai hitungan aktuaria. Semua varian telah dihitung BPKP dan memang underprice. Skenario tersebut dibuat untuk jangka panjang atau lebih dari lima tahun," katanya.

Meski demikan, lanjut Fachmi, pihaknya akan mengikuti apa pun keputusan pemerintah terkait iuran peserta JKN-KIS. "Apa pun keputusan pemerintah, kami siap laksanakan," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Tulus Abadi dari YLKI mengaku khawatir akan terjadi lebih banyak tunggakan iuran peserta non-PBI apabila pemerintah menaikkan iuran JKN-KIS seperti yang diusulkan Sri Mulyani. Saat ini saja, jumlah tunggakan dari peserta mencapai 54 persen.

Menurutnya, kenaikan iuran yang paling memungkinkan seperti yang diusulkan Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN). Lembaga pengawas BPJS tersebut mengusulkan iuran untuk peserta kelas III Rp 42.000, kelas II Rp 80.000, dan kelas I Rp 120.000.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Majukan Industri Alat Kesehatan, Indonesia Kerja Sama Korea

Saat ini industri alkes Indonesia masih terbatas pada teknologi rendah dan medium.

KESEHATAN | 31 Agustus 2019

RS Jantung Diargam Layani Pasien BPJS Kesehatan

RS Jantung Diagram juga melayani pasien pengguna BPJS Kesehatan.

KESEHATAN | 29 Agustus 2019

Pengusaha Alat Kesehatan Terancam Gulung Tikar

Banyaknya kelemahan dalam kebijakan dan tata kelola, berdampak masif bagi bisnis alat kesehatan.

KESEHATAN | 29 Agustus 2019

Waspada Kekurangan Protein di Masa Tumbuh Kembang Anak

Anak membutuhkan konsumsi nutrisi seimbang termasuk protein dalam masa tumbuh kembang.

KESEHATAN | 28 Agustus 2019

Menkes Sebut Ubah Perilaku Sehat Masyarakat Butuh Waktu

Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, untuk mengubah perilaku hidup sehat masyarakat membutuhkan proses dan tidak bisa dalam waktu yang singkat.

KESEHATAN | 27 Agustus 2019

Menkeu Usulkan Iuran BPJS Kesehatan Naik Dua Kali Lipat

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan iuran BPJS Kesehatan untuk peserta mandiri kelas satu naik dua kali lipat dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000.

KESEHATAN | 27 Agustus 2019

Butuh 10 Tahun untuk Proses Bajakah Menjadi Obat Kanker

Siswanto mengatakan, penelitian awal yang dilakukan para pelajar ini baru sebatas kuantitatif, belum berdasarkan metodologi yang betul.

KESEHATAN | 27 Agustus 2019

Kemkes Dukung Penelitian Lanjutan Bajakah Sebagai Obat Kanker

Masih perlu dibuktikan secara kajian ilmiah melalui uji praklinis (pada hewan) dan uji klinis (pada manusia)

KESEHATAN | 27 Agustus 2019

Siloam Bekasi Timur Berbagi Kasih ke Panti Asuhan Rumah Shalom

Acara berbagi kasih ini sekaligus merayakan HUT ke-2 Rumah Sakit Siloam Bekasi.

KESEHATAN | 26 Agustus 2019

"Jangan Ada Lagi Antrean Panjang Pasien"

"Sakit atau tidak sakit, premi BPJS Kesehatan harus tetap dibayar."

KESEHATAN | 25 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS