RSPI Sulianti Saroso Tangani Pasien Pertama yang Diduga Tertular Virus Korona
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

RSPI Sulianti Saroso Tangani Pasien Pertama yang Diduga Tertular Virus Korona

Jumat, 24 Januari 2020 | 10:51 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso di Jakarta Utara sebagai salah satu rumah sakit rujukan pemerintah pusat menangani pasien yang diduga tertular virus korona.

"Kami ada suspect satu orang. Kondisi masih stabil belum memburuk dan belum dinyatakan sebagai pengidap virus korona. Dia WNI, baru masuk Rabu kemarin," ujar Direktur Medik dan Keperawatan RSPI, Dyani Kusumawardhani, Jumat (24/1/2020) pagi kepada awak media.

Phaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang membutuhkan waktu dua hingga tiga hari.

RSPI Sulianti Saroso, lanjutnya, telah ditunjuk sebagai pusat rujukan dan kajian penyakit infeksi, karena memiliki dokter spesialis dan subspesialis infeksi serta ruangan isolasi ketat ditunjang laboratorium dan radiologi yang mumpuni untuk menunjang diagnosis pasien.

"Kami memiliki 11 tempat tidur ruang isolasi sekaligus intensive care. Ruangan isolasi tersebut memiliki tekanan negatif, artinya antara satu ruang dengan ruang isolasi lainnya tidak ada aliran udara keluar, sehingga memutus semaksimal mungkin kuman dari kamar pasien keluar. Petugas yang masuk menggunakan alat pelindung diri untuk menghindari penularan kepada petugas," katanya.

Pada kesempatan itu, Dyani meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap virus korona, karena sampai saat ini belum ada obatnya.

"Untuk mencegah penularan virus korona, masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh, mencuci tangan dengan bersih, dan menutup hidung dan mulut ketika batuk dan bersin," katanya.

Sementara itu, dokter spesialis paru, Pompini Agustina Sitompul mengatakan gejala klinis dari virus korona adalah demam, batuk, sesak napas, serta memiliki riwayat perjalanan dari daerah endemis Tiongkok.

"14 hari sejak perjalanan itu masih masa inkubasi dari virus tersebut harus diperiksa intensif. Korona virus ini adalah virus yang menyebabkan gejala ringan, seperti influenza, pusing, pilek, batuk dan kemudian menjadi berat atau kronis layaknya SARS dan MERS. Tingkat mortality rate-nya untuk virus korona masih dalam investigasi WHO," ujar Pompini.

Kementerian Kesehatan dan sejumlah rumah sakit rujukan nasional infeksi masih melakukan investigasi apakah penularan virus korona dari hewan liar, seperti kelelawar atau musang ke manusia

"Sumber dan cara penularan ini belum definitif dan masih diselidiki. Namun kita sebagai rumah sakit rujukan harus tetap mengutamakan kewaspadaan. Gejala tertular virus korona adalah suhu di atas 38 derajat celsius," tutur Pompini.

Pasien yang diduga tertular virus korona akan ditempatkan di ruangan isolasi agar virus tersebut tidak menyebar ke mana-mana.

"Kita melakukan kontrol agar tidak terjadi penularan. Prinsip kewaspadaan dengan pencegahan pengendalian infeksi. Adasuspect dan kita mengambil bahan dari hidung, tenggorokan, dan dahak. Jalan napas dari bawah diperiksa. Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan suspect pertama virus korona," katanya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


BERITA LAINNYA

Antisipasi Virus Korona, RSUP Adam Malik Bentuk Tim Khusus

Anggota tim dari berbagai bidang disiplin ilmu kedokteran, tetapi yang terbanyak dari spesialis penyakit dalam.

KESEHATAN | 24 Januari 2020

6 Cara Cerdas Mengajak Anak Gemar Berolahraga

Jumlah anak-anak yang malas melakukan aktivitas fisik diperkirakan terus meningkat.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Menkes Minta Masyarakat Tak Khawatir Isu Korona

Menkes Terawan melakukan sidak ke Gedung BRI tanpa menggunakan masker.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Penumpang dan Awak Pesawat Harus Lewat Pemeriksaan Suhu Badan

Jika ditengarai ada penumpang dengan suhu tubuh di atas 38 derajat maka orang tersebut akan menjalani wawancara.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Pemerintah Waspadai Masuknya Virus Corona ke Indonesia

Pemerintah telah menggelar rapat lintas sektor, belum lama ini, mengantisipasi kemungkinan virus menyebar di Indonesia.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Beredar Isu Korona di Gedung BRI, Wartawan Tetap Meliput

Banyak dari wartawan yang sedang meliput paparan kinerja 2019 BRI masih memakai masker yang telah dibagikan.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Huawei Belum Bisa Pastikan Karyawannya Terjangkit Virus Korona

Saat ini, kami belum dapat menyatakan apakah karyawan tersebut terjangkit virus korona atau tidak.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

KKP Bandara Kualanamu Antisipasi Virus Korona

KKP tempatkan mesin thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang yang tiba di Bandara Kualanamu.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Kenali Komplikasi Jantung Koroner

RS MMC membuka layanan cardiovascular centre one stop service.

KESEHATAN | 23 Januari 2020

Kemkes Antisipasi Virus Korona dari Tiongkok

Kemkes telah meningkatkan kewaspadaan di tiap pintu masuk negara, baik udara, darat maupun laut, terutama di 19 bandara.

KESEHATAN | 22 Januari 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS