Ini Penjelasan Guru Besar IPB soal New Normal
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

Ini Penjelasan Guru Besar IPB soal New Normal

Kamis, 28 Mei 2020 | 07:42 WIB
Oleh : Dion Bisara / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebuah video berisi penjelasan guru besar Institut Pertanian Bogor Hermanto Siregar viral di media sosial. Hermanto Siregar memberi penjelasan mengenai situasi normal baru atau new normalpascapandemi Covid-19.

Pemerintah mulai menggaungkan istilah new normal beberapa waktu terakhir, walaupun sebagian besar daerah di luar Jakarta belum menunjukkan tanda-tanda bahwa jumlah kasus baru harian telah menurun.Fakta tersebut juga ditekankan oleh Hermanto dalam videonya.

"Kita saat ini kira-kira masih di sini," kata Hermanto sambil menunjukkan sisi kurva yang menanjak.

"Jika dikatakan kita sudah normal, belum pas," ujarnya.

Hermanto menjelaskan bahwa Indonesia baru mencapai situasi new normal mana kala jumlah kasus Covid-19 baru secara harian tidak bertambah lagi. Hal tersebut digambarkan dengan kurva yang menurun lalu melandai.

"Kalau kurva ini sudah menurun artinya pertambahannya itu makin lama makin kecil, sehingga dia melandai. Kalau di sini dia sudah melandai, tetapi dia tidak sampai ke pada sumbu horizontal (seperti titik awal). Inilah yang kita sebut dengan new normal," kata Hermanto.

Dia mengingatkan masyarakat harus bersiap untuk hidup berdampingan dengan Covid-19 pada situasi normal yang baru.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kehidupan normal yang baru setelah pandemi ini berarti setiap orang selalu mengenakan masker, pemerintah menetapkan pembatasan interaksi sosial di tempat umum, dan masyarakat menerapkan gaya hidup bersih.

Sebelum beralih dari lockdown ataupun pembatasan sosial berskala besar (PSBB), WHO mengatakan sebuah negara perlu memenuhi beberapa syarat, antara lain penularan penyakit terkendali dan punya kapasitas yang cukup untuk mendeteksi, menguji, mengisolasi, serta menangani setiap kasus, dan melacak setiap kontak.

Selain itu WHO mensyaratkan agar pemeriksaan di perbatasan diperketat untuk mengurangi risiko kasus impor.

Sekolah, tempat kerja, dan ruang-ruang publik, juga harus merapkan langkah pencegahan dan semua lapisan masyarakat mengerti dan melaksanakan praktik hidup sehat di situasi normal yang baru.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mengenal Angka Reproduksi Kasus Covid-19

Angka reproduksi sebetulnya ada dua bagian, yaitu basic reproduction number (Ro), dan effective reproduction number (Re/Rt).

KESEHATAN | 27 Mei 2020

Mengenal Aloe Vera, Pelembab Alami Tinggi Antioksidan

Aloe vera juga memiliki banyak manfaat mengagumkan untuk perawatan kulit.

KESEHATAN | 27 Mei 2020

Kirab Petakan Kasus Covid-19 Berbasis NIK

Kirab merupakan ide pelabelan platform aplikasi bantujiwa.com yang secara langsung mengidentifikasi setiap penduduk Indonesia menjadi merah, kuning, atau hijau.

KESEHATAN | 27 Mei 2020

FKUI Kembangkan Sistem Penilaian Covid-19 Berbasis Individu

Ini dianggap sebagai salah satu solusi untuk membantu pemerintah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.

KESEHATAN | 27 Mei 2020

Ini Cara Siloam TB Simatupang Hilangkan Covid Phobia

Covid Phobia malah berisiko adanya keterlambatan diagnosa penyakit non-covid.

KESEHATAN | 27 Mei 2020

Tingkat Pemakaian RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Kurang 50%

Doni Monardo mengatakan data jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta sudah mengalami kemajuan positif.

KESEHATAN | 27 Mei 2020

Doni Monardo Tegaskan Kehadiran TNI/Polri Bukan untuk Timbulkan Ketakutan

Menurut Doni Monardo, pengerahan pasukan TNI/Polri sebanyak 340.000 orang di 1.800 titik dilakukan dengan pendekatan-pendekatan yang komunikatif.

KESEHATAN | 27 Mei 2020

Jatim Kembali Jadi Provinsi Terbanyak Tambahan Kasus Covid-19

Dengan tambahan 199 kasus baru, maka akumulasi kasus positif di Jatim sampai saat ini sebanyak 4.142.

KESEHATAN | 27 Mei 2020

Tips Menjaga Kebugaran Saat WFH

Prioritaskan berolahraga untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif.

KESEHATAN | 27 Mei 2020

Update Covid-19: Tambah 686, Kasus Positif Menjadi 23.851

Untuk pasien sembuh dari Covid-19 bertambah 180 menjadi 6.057 dan meinggal bertambah 55 menjadi 1.473

KESEHATAN | 27 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS