Jokowi Dapat Bisikan Salah soal Penyerapan Anggaran Kesehatan?
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Jokowi Dapat Bisikan Salah soal Penyerapan Anggaran Kesehatan?

Rabu, 1 Juli 2020 | 00:38 WIB
Oleh : Anselmus Bata / AB

Jakarta, Beritasatu.com - Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikutip dari akun resmi YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (28/6/2020) telah menimbulkan polemik belakangan ini. Dalam rapat yang digelar Kamis (18/6/2020)--tetapi video rapat tersebut baru diunggah 10 hari kemudian--, Presiden Jokowi menyatakan dari anggaran bidang kesehatan sebesar Rp 75 triliun, baru dikeluarkan 1,53 persen.

Pernyataan mengenai pencairan anggaran kesehatan kemudian diulang saat memberikan arahan dalam rapat terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19, Senin (29/6/2020) di Istana Merdeka, Jakarta.

"Saya minta agar pembayaran disbursement untuk pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan Covid-19 ini dipercepat pencairannya," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (29/6/2020), anggaran bidang kesehatan telah dinaikkan menjadi Rp 87,55 triliun dan telah terserap 4,68 persen.

Untuk ketiga kalinya--meski tak langsung tertuju pada anggaran bidang kesehatan--, Jokowi mengulang pernyataannya tentang penyerapan anggaran dalam penanganan Covid-19. Pernyataan itu dilontarkannya saat memberi arahan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2020).

"Saya kemarin sudah saya perintahkan juga, minggu kemarin, di seluruh kementerian dan lembaga juga agar mengeluarkan belanja-belanja yang ada dan saya pantau setiap hari. Saya sekarang tahu setiap hari kementerian ini sudah keluar berapa persen, lembaga ini sudah keluar berapa persen. Kalau masih rendah, saya telepon, langsung saya tegur langsung menterinya atau kepala lembaganya. Karena memang, jangan kita biarkan uang yang beredar ini semakin kering atau semakin sedikit, kita harus terus belanja-belanja itu kita dorong agar ada peredaran uang yang ada di masyarakat semakin banyak," kata Jokowi.

Namun, berdasarkan data yang diterima Beritasatu.com, persentase penyerapan anggaran bidang kesehatan tidak serendah yang disampaikan Presiden Jokowi maupun Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sumber yang menyampaikan data tersebut menyatakan anggaran penanganan Covid-19 bidang kesehatan sebenarnya telah dinaikkan dari Rp 75 triliun menjadi Rp 87,55 triliun. Dari total anggaran tersebut, Kementerian Kesehatan sebetulnya mengajukan anggaran Rp 54,56 triliun, tetapi yang disetujui Kementerian Keuangan hanya Rp 25,73 triliun.

Dari total anggaran tersebut, yang sudah masuk daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) Kementerian Kesehatan hanya Rp 1,96 triliun dengan realisasi sebesar 17,6 persen. Perinciannya Rp 331,29 miliar untuk insentif tenaga kesehatan pusat dan Rp 14,1 miliar untuk santunan kematian tenaga kesehatan.

Anggaran selebihnya Rp 23,77 triliun masih dalam proses revisi DIPA oleh Kementerian Keuangan. Anggaran sebesar itu belum masuk ke DIPA Kementerian Kesehatan, sehingga belum bisa dibelanjakan.

"Dari anggaran Rp 25,73 triliun yang dikelola Kementerian Kesehatan, sebenarnya yang bisa dibelanjakan hanya Rp 1,96 triliun. Selebihnya, Rp 23,77 triliun masih dalam proses revisi DIPA di Kementerian Keuangan. Dari anggaran Rp 1,96 triliun, yang sudah dibelanjakan 17,6 persen untuk insentif dan santunan. Jadi, bukan baru 1,53 persen," katanya.

Selain Kementerian Kesehatan, masih ada dua institusi yang bertanggung jawab terhadap realisasi anggaran bidang kesehatan dalam penanganan Covid-19. Selisih anggaran penanganan Covid-19 sebesar Rp 61,82 triliun dikelola oleh Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara Kementerian Keuangan dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Anggaran bidang kesehatan itu tidak hanya dikelola Kementerian Kesehatan. Kementerian Keuangan dan BNPB malah mengelola anggaran yang lebih besar. Kenapa hanya Kementerian Kesehatan yang menjadi sasaran tembak?" tanyanya.

Sumber itu menduga ada pihak-pihak yang ingin menggeser posisi Terawan Agus Putranto dari jabatan menteri kesehatan. Mereka sengaja memberi informasi yang salah kepada presiden untuk membangun opini publik bahwa hanya Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang bertanggung jawab atas minimnya penyerapan anggaran bidang kesehatan dalam penanganan Covid-19.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sebagian Besar Kasus Covid-19 di Indonesia Muncul di Bulan Juni

Sepanjang Juni tercatat ada 29.914 kasus baru, melonjak tajam sebesar 82,94% dibandingkan bulan Mei.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Siloam Hospitals Sukses Melakukan Inovasi Faskes New Normal

Rumah sakit swasta yang berhasilkan melakukan reformasi dengan inovasi faskes adalah Siloam Hospitals.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Industri Rumah Sakit Hadapi Tantangan di Masa Pandemi Covid-19

Pada masa pandemi, kunjungan ke instutsi kesehatan, seperti klinik dan rumah sakit turun drastis berdasarkan survei MarkPlus.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

WHO: Waspada, Hal Terburuk Pandemi Covid -19 Belum Datang

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan Covid-19 itu akan menginfeksi lebih banyak orang jika pemerintah tidak mulai menerapkan kebijakan yang tepat.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Gugus Tugas Ingatkan Protokol Kesehatan Saat Imunisasi Anak

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 saat melakukan imunisasi anak.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Indonesia Segera Produksi Vaksin Covid-19

Pemerintah Indonesia melalui PT Bio Farma (Persero) dalam waktu dekat akan memproduksi vaksin Covid-19.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Nayz Luncurkan Bubur Bayi Organik Tematik Kemasan 50 Gram

Produk sehat yang diluncurkan Nayz yakni bubur organik tematik kemasan baru 50 gram, dengan beberapa nama produk Yummy, Lebrania, BB Labos, dan Elhappy Tummy.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Selasa, 7 Provinsi Tanpa Penambahan Kasus Positif Covid-19

Selama 24 jam sampai Selasa (30/6/2020) terdapat tujuh provinsi yang tidak memiliki penambahan kasus positif Covid-19.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Update Covid-19: Tambah 1.293, Kasus Positif Jadi 56.385

Pada Selasa (30/6/2020), terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 1.293. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 56.385.

KESEHATAN | 30 Juni 2020

Hadapi Covid-19, Menkes Anjurkan Obat Tradisional Indonesia

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan masyarakat tak perlu ragu untuk menggunakan obat modern asli Indonesia (OMAI), bahkan dianjurkan.

KESEHATAN | 30 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS