Buya Syafii: Ahok Tidak Menghina Alquran
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.99)   |   COMPOSITE 5091.82 (22.89)   |   DBX 966.643 (3.58)   |   I-GRADE 139.941 (0.66)   |   IDX30 428.154 (0.86)   |   IDX80 113.358 (0.34)   |   IDXBUMN20 291.199 (2.12)   |   IDXG30 119.599 (-0.14)   |   IDXHIDIV20 379.423 (0.73)   |   IDXQ30 124.629 (0.3)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.35)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.25)   |   IDXV30 107.251 (0.22)   |   INFOBANK15 832.7 (1.81)   |   Investor33 373.408 (1.17)   |   ISSI 150.953 (0.5)   |   JII 549.986 (1.96)   |   JII70 187.543 (0.76)   |   KOMPAS100 1019.5 (3.89)   |   LQ45 788.563 (1.9)   |   MBX 1407.83 (6.5)   |   MNC36 279.661 (1.05)   |   PEFINDO25 277.129 (3.48)   |   SMInfra18 242.149 (-0.21)   |   SRI-KEHATI 316.134 (1.05)   |  

Buya Syafii: Ahok Tidak Menghina Alquran

Senin, 7 November 2016 | 08:08 WIB
Oleh : Hotman Siregar / AB

Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Ma'arif atau biasa disapa Buya Syafii mengatakan Gubernur DKI (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak melakukan penghinaan terhadap AlQuran terkait penyataannya saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu.

Buya Syafii mengaku telah membaca secara utuh pernyataan Ahok Kepulauan Seribu. Namun, aa mengaku tidak sempat mengikuti pendapat dan pernyataan sikap MUI yang telah dibacakan dengan penuh emosi saat diundang salah satu‎ televisi nasional dan baru belakangan baru membaca pernyataan sikap MUI melalui internet.

"Dalam fatwa itu jelas dituduhkan bahwa Ahok telah menghina Alquran dan menghina ulama, sehingga harus diproses secara hukum," ujarnya.

Akan tetapi, menurut Buya Syafii, akal sehatnya mengatakan bahwa Ahok bukan orang jahat yang kemudian ditanggapi beragam oleh berbagai kalangan. Setelah itu, Buya Syafi'i mendapat hujatan cukup banyak dan yang membela pun demikian.

"Semua berdasarkan fatwa MUI yang tidak teliti itu. Semestinya MUI sebagai lembaga menjaga martabatnya melalui fatwa-fatwa yang benar-benar dipertimbangkan secara jernih, cerdas, dan bertanggung jawab," katanya.

Ia meminta masyarakat memperhatikan dengan saksama pernyataan Ahok saat berkunjung ke Pulau Seribu beberapa waktu lalu.

"Jika diperhatikan saksama, tidak ada ucapan Ahok yang menghina. Jadi jangan percaya sama orang. 'Kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu ga bisa pilih saya, karena dibohongin pakai Surat Al-Maidah 51 macem-macem itu. Itu hak bapak ibu ya.' Perhatikan, apa terdapat penghinaan Alquran? Hanya otak sakit saja yang berkesimpulan begitu," katanya.

Apalagi, lanjut Buya Syafii, jika sampai menista langit, jauh dari itu. Kasus yang dikesankan juga menghina ulama, menurutnya, tak perlu dibahas, karena dalam sejarah Muslim, sering muncul ulama jahat dan juga penjilat penguasa dengan fatwa murahannya.

Menurutnya, pokok masalah di sini adalah pernyataan Ahok di depan publik agar jangan percaya pada orang karena di-bohongin pakai surat Al-Maidah 51. Ahok sama sekali tidak mengatakan surat Al-Maidah 51 itu bohong.

"Yang dikritik Ahok adalah mereka yang menggunakan ayat itu untuk membohongi masyarakat agar tidak memilih dirinya," tegas Buya.

Lebih jauh dikatakan, pendapat gegabah MUI ternyata telah berbuntut panjang. Salah satunya adalah demo 4 November.

"Apakah kita mau mengorbankan kepentingan bangsa dan negara itu akibat fatwa yang tidak cermat itu? Atau apakah seorang Ahok begitu ditakuti di negeri ini, sehingga harus dilawan dengan demo besar-besaran? Jangan jadi manusia dan bangsa kerdil," katanya.





Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Alasan Keamanan, Ahok Diperiksa di Mabes Polri

Kepolisian memindahkan pemeriksaan Ahok ke Mabes Polri karena alasan keamanan.

NASIONAL | 7 November 2016

Hina Presiden, Ahmad Dhani Diminta Bertanggung Jawab

Ahmad Dhani dituduh melanggar Pasal 207 KUHP karena dianggap dengan sengaja menghina Kepala Negara di muka umum.

MEGAPOLITAN | 7 November 2016

Buni Yani: Saya Menjadi Sedih

Buni menegaskan bahwa dia tidak punya motivasi politik ketika mengunggah cuplikan video yang telah dipotong itu.

MEGAPOLITAN | 7 November 2016

Ribuan Jamaah Umrah First Travel Ikuti Manasik dan Dzikir Akbar

Kegiatan seperti ini akan rutin digelar untuk menjalin silaturahmi kepada para jamaah.

MEGAPOLITAN | 6 November 2016

Polisi Amankan Tawuran di Jalan KH Mas Mansyur

Belum diketahui pemicu atau penyebab tawuran tersebut.

MEGAPOLITAN | 6 November 2016

KPU DKI: Paslon Berhak Kampanye di Mana Saja

Jika ada warga yang melakukan tindakan penolakan mengarah sampai mengancam jiwa seseorang, maka pelaku bisa dimasukkan dalam pelanggaran hukum pidana.

MEGAPOLITAN | 6 November 2016

Tawuran Antar Warga Pecah di Jalan Mas Mansyur Tanah Abang

Belum diketahui penyebab terjadinya tawuran tersebut.

MEGAPOLITAN | 6 November 2016

Politikus PDIP Puji Keputusan Polri Gelar Perkara Ahok Secara Terbuka

Proses hukum yang digelar secara terbuka ini tidak boleh ada intervensi dan tekanan dari pihak mana pun.

MEGAPOLITAN | 6 November 2016

Atasi Demo, Polisi Pastikan Sesuai Protap

Dikatakan Awi, anggota di lapangan terpaksa melepaskan gas air mata karena situasi makin anarkis, bahkan ada anggota yang terluka.

MEGAPOLITAN | 6 November 2016

Transjakarta Rugi Rp 750 Juta akibat Demo

Selain kehilangan pendapatan karena pelanggan turun, Transjakarta mengalami kerugian untuk perbaikan kendaraan dan halte yang rusak akibat kericuhan.

MEGAPOLITAN | 6 November 2016


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS